Saturday, March 23, 2019

Rumah Dibobol Orang Tak Dikenal

with 0 Comment
Wonosobo, malam Minggu, 23 Maret 2019.

Siang tadi, rumahku dibobol orang. Pintu samping didobrak sampai kunci gerendel lepas dari kusennya. 

Pelaku wanita. Mukanya jelek. Umur sekitar 25-35 tahun (entahlah). Postur mungkin 160 cm, badan sedang, agak gemuk. Bekulit hitam, bukan seperti orang Afrika, tapi hitam kucel. Bukan juga sawo matang, tapi lebih ke sawo busuk. Intinya, mukanya itu semacam kotor berminyak kek pengemis di perempatan. Dan yang paling penting, mukanya jelek. Ini serius.

Oh ya.. pelaku (kalau nggak salah) mengendarai motor matic (entah Vario atau Beat atau Mio) warna pink.



Where was i?

Waktu kejadian rumah dibobol, dimanakah saya berada? Ha ha ha.. saya lagi tidur pulas di kamar. 

"Siang-siang kok tidur?"

So what? Masalah buatmu? 

Anyway.. gara-gara semalem main YouTube sampai pagi, yang jelas sampai paket (internet malam) Telkomsel kelar (pukul 07.00), berarti kemungkinan baru berangkat tidur jam 08.00 pagi. 

Nah sekitar jam 12.00 siang, perempuan laknat itu beraksi.

Jadi ceritanya?

Saya lagi tidur, tiba-tiba kaget. Ada suara kenceng "BRAKK!!", kedengarannya gitu, kek ada sesuatu yang jatuh.

Berhubung durasi tidur belum cukup lama, jadi walau kaget, tapi mataku ini susah banget untuk melek.

Saya ulangi sekali lagi.. pada waktu pintu dibobol, posisiku masih tengkurep di atas kasur, kebangun karena kaget, tapi mata masih keadaan merem.

Dalam keadaan belum fokus ini, cuma bisa membatin "cah gemblung!!".

Yes, ane masih belum sadar bahwa ada ancaman mendekat, sama sekali belum sanggup untuk fokus. Di otak cuma kepikiran ada anak-anak kecil main di halaman.

Kek kejadian ini (video), anak-anak kecil berisik mainan ban bekas, ditabrakin pintu.



Berhubung mata masih belum berfungsi, jadi mungkin otak lalu memaksa indera pendengaran untuk memproses situasi. Yes, entah gimana, detik-detik ini saya berusaha menganalisa kejadian menggunakan telinga. 

Batinku.. tapi kok ngggak kedengeran suara anak-anak. Biasanya kalau anak kecil main kan berisik sambil cekikikan, ini nggak ada.

Kebetulan di halaman rumah juga ada kucing, tapi juga nggak kedengeran suara ngeong-ngeong. Siapa tau kan kucing lagi main-main trus jatohin sesuatu.

Nah di saat-saat saya lagi berusaha mencerna dan memfokuskan diri dengan mata tertutup dan sambil tidur tengkurep, tiba-tiba ada suara perempuan..

"Mas, ndak saged dandan laptop?" (Bahasa krama, artinya : Mas, bisa benerin laptop?)

Sontak kaget dan terpaksa menolehkan kepala ke arah pintu kamar. Sambil memaksa mata untuk terbuka, sayup-sayup keliatan ada perempuan tak dikenal berdiri tepat di pintu kamar. 

"Hah??"

Detik ini pun saya masih belum ngeh, kok ada perempuan asing, masih pake helm berdiri di pintu kamar. 

Anyway.. padahal dia adalah penyusup. Seandainya aja tau kalau dia udah dobrak pintu, pasti udah kulempar meja yang ada di samping tempat tidur.

Bahkan siapapun itu, kenal atau nggak kenal, kalau dia masuk rumah tanpa ijin, apalagi nyampe kamar. Dalam keadaan normal, pasti minimal udah kutendang.

Sayangnya, otak ini belum berfungsi normal, bahkan dialog di bawah ini masih kulakukan dalam keadaan tiduran tengkurep, cuma kepalaku aja yang noleh ke arah pintu kamar. 

"Mas, saged dandan laptop?", tanyanya lagi.

Entah kenapa, saya justru menjawab pertanyaannya dengan biasa, bahkan ngikut pake bahasa krama. Otak ini lama banget loadingnya.

"Hah.. mboten." (hah.. enggak). 

"Oh.. turene saged." (Oh katanya bisa).

Sambil berusaha sekuat tenaga untuk melek, dalam sekejap saya pun mulai scanning, saya liat perempuan jelek ini dari atas ke bawah, ternyata dia masih pake sandal juga.

"Mboten, niki sinten si?" (enggak, ini siapa sih?)

"Kulo ngandap, pondok" (saya dari bawah, pondok) jawabnya, lalu dia buru-buru pergi tanpa pamit.

Emang di bawah itu ada pondok pesantren, sekitar 2 km dari rumahku. Tapi saya ragu perempuan jahanam ini dari pondok.

Kebetulan jendela kamarku bisa dijangkau dari tempat tidur. Mudah untuk buka korden. Jadi waktu perempuan setan itu keluar rumah, sempat kulihat dia lari di halaman, lalu naik motor matic warna pink, lalu ngacir. 

Oh ya, seluruh rangkaian peristiwa ini cepet banget, mungkin cuma beberapa detik. jadi maklum kan kalau otak belum bisa fokus, hehe

Kok sempet buka korden?

Walau silau bukan main, entahlah kenapa sempet-sempetnya buka korden, rasanya penasaran banget siapa perempuan ini. Sempet juga liat ada kang Sarno lewat depan rumah, dia juga ngliatin perempuan jelek ini yang lagi nyalain motor di depan gerbang rumahku.

Anehnya...

Entah apa yang kupikirkan siang tadi. Setelah perempuan busuk itu kabur dengan motornya. Saya yang masih dalam posisi tengkurep, nutup korden, lalu merem lagi.

Yes, tidur dengan pulas (lagi), sama sekali belum sadar bahwa ada pintu samping yang udah didobrak dan masih terbuka lebar.

Maklum kan masih ngantuk. Mungkin alam bawah sadar mikir "ah perempuan nyasar". 

Tapi detik-detik setengah sadar menuju pingsan ini, sayup-sayup terdengar azan, makanya saya yakin semua terjadi sekitar jam 12.00.

Skip tidur

Nah, sekitar jam 02.00 sampai jam 03.00, terbangun. Kali ini udah lumayan puas tidur, jadi sambil masih glosoran, merem melek, udah bisa mikir, inget-inget kejadian tadi. Apa mimpi atau bukan.

Bayangin (ulang) kejadian tadi, ada perempuan di pintu, dia masih pake helm, pake jaket warna gelap, celana panjang gelap, mukanya juga gelap, pake sandal.

Yes, dia masuk rumah pake sandal, di mana kalaupun tamu, pasti copot sandal. Ini enggak. Plus, anehnya.. dia juga bawa buku (atau stop map) di tangan kiri, dan pulpen di tangan kanan. Berpose seakan sedang menulis sesuatu. Ngasih pertanyaan nggak jelas soal laptop.

Lebih aneh lagi, kok nekat banget masuk rumah tanpa ijin, ke kamar pula. Padahal untuk sampai di pintu kamar, ada 2 akses. Kalau dari pintu depan, dia harus melewati 2 ruangan. Kalau dari pintu samping, dia harus melewati 3 ruangan. Kurang ajar banget ini setan perempuan.

Mulai deg-degan "Jangan-jangan maling!!".

Saya pun panik, langsung loncat dari tempat tidur. Lari ke belakang, saya liat pintu samping terbuka lebar.


Kunci masih tergantung di pintu, untung nggak diambil. Padahal biasanya pintu ini selalu tertutup, biar kucing nggak masuk rumah. 

Saya cek bagian gerendel.

Sh!t, udah lepas.


Bagian ini udah jatuh di lantai
Itu titik kecil di atas obeng
Posisi gerendel dan lot kunci
Kunci masih tergantung di luar


Edan.. ada perempuan nekad sampai dobrak pintu.

Langsung buru-buru ngecek semua barang berharga. Untung nggak ada yang diambil. 

Yes, sama sekali nggak ada barang hilang.

Walau dia nggak jadi maling, tapi udah pasti dia punya niat jahat. Buktinya dia nekad nerobos masuk rumah tanpa ijin, bahkan pake acara dobrak pintu. Ini udah kelewatan.

Cuma masih kepikiran, kok ya tadi nggak kutangkap. Coba kalau sadar, pasti udah kuiket, kutampar-tampar.

Tapi gimanapun juga bersyukur nggak ada barang ilang.


Tag : 
perempuan maling wonosobo, maling perempuan wonosobo, maling wonosobo, pencuri wonosobo, wanita bobol rumah, nekad dobrak pintu, pencuri wanita, maling pake matic pink, vario pink, mio pink, beat warna pink, wonosobo,

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Channelku

Artikel Acak

Lagi Trending