Thursday, January 17, 2019

Lagi-lagi Gabut di Rumah

with 0 Comment
Walaupun seharian gabut di rumah (keluar cuma sebentar), dimeriahkan pula oleh hujan gerimis tak kunjung henti. But.. nyatanya rejeki tetap mengalir deras.

Pertama, di pagi hari dapat kiriman pisang ambon setengah karung dari hasil kebun.


Oke ini cuma sebagian, emang sengaja disiapkan untuk cemilan sambil ngeblog & edit-edit video malam ini.
Gile.. cemilannya pisang ambon..
Padahal pisang avendes (cavendish) hasil panen sebelumnya juga masih ada sisa. Haa.. ini udah mateng lagi pisang ambon. 

Nggak cuma itu, ada info pisang lagi. Ternyata masih ada pisang 'raja nangka' (semacam mirip pisang byar) yang masih dalam proses imbu (ngimbu) di cabin (translation : gubuk di kebun). 

Sepertinya suplai vitamin bulan ini udah melebihi kuota. 
FYI, barusan sempat mikir keras, ngimbu ki bahasa indonesane opo ya? ada yang bilang (blog sebelah) padanan kata indonesia untuk ngimbu adalah 'memeram', haha lagi krungu.. emange pitik, angkrem. Oh itu mengeram.

Oke demikian info tentang pisang. Next.

Rejeki kedua, di sore hari (hampir maghrib) dapat kiriman seonggok ayam goreng beserta lalapannya.


Sayangnya ini adalah ayam kampung. Di mana saya kurang begitu menyukai taste ayam kampung. Saya personal lebih suka ayam empuk (broiler) dibanding ayam kenyal (Jowo).

Berdasarkan riset resmi dari Dinas Pertanian (atau peternakan, ya? Lupa baca di web mana). Anyway.. disimpulkan bahwa kandungan  nutrisi ayam potong (broiler) dan ayam kampung, hampir mirip. Bahkan bisa dibilang "sama aja".

Info ini valid, riset ilmiah.

Jadi kalau ada yang masih ngotot bahwa ayam kampung lebih sehat (karena makanan alami), lebih bergizi, atau yang lainnya (dibanding ayam potong), itu adalah hoax semata, oke? Hanya takhayul cerita turun temurun yang dhaif (lemah), bahkan mungkin maudhu (palsu).

Yang benar adalah.. harga ayam kampung lebih mahal dibanding ayam broiler. Ini shahih. Ayam kampung dari COC sampai usia dewasa, butuh waktu pertumbuhan berbulan-bulan, sedangkan ayam broiler cuma butuh sebulan. Ini juga shahih.

Ayam broiler menggunakan hormon pertumbuhan, ini hoax, karena hormon pertumbuhan untuk ternak udah dilarang peredarannya oleh pemerintah sejak tahun 70an.
Ya begini kalau nulis tanpa topik, nggak terarah. Ngalor ngidul nggak jelas. Masuk kategori RANDOM. Kek posting terakhir kemarin. Seharian Ujan Deres Full Mager di Rumah..
Balik lagi ke foto seonggok ayam goreng di atas.

Sayangnya lagi, saya juga nggak suka makan lalapan. So paling ujungnya, lalapan di atas bakalan berakhir di dalam perut marmut peliharaan saya, hehe..

Namun yang pasti, apapun rejeki yang datang, wajib disyukuri. Mari bersama ucapkan hamdalah, alhamdu... lillah..

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Channelku

Artikel Acak

Lagi Trending