Monday, December 17, 2018

Pelaku Klitih Tewas Ditabrak Korbannya Sopir Pickup

with 0 Comment
Logika Hukum: 

Misal kamu menghadapi perampokan bersenjata. Perampoknya ada 2 orang. Kamu melawan. Perampok 1 mati. Kamu nggak bakal terjerat kasus hukum karena kamu membela diri.

Perampok 2 ketakutan, lalu kabur. Kamu kejar. Jika kamu berhasil menangkap perampok yang kabur itu. Maka kamu PAHLAWAN.

(Main abu-abu: Bar kecekel diantemi sek nganti untune rontok)

Tapi jika kamu menangkap perampok yang kabur itu lalu MENGHABISI nyawanya. Maka itu beda lagi urusannya. Kamu berpotensi terjerat pasal pembunuhan. Sekali lagi, ini karena perampok 2 sudah berusaha kabur, bukan dalam rangka merampok lagi.

Analogi kasus klitih kemarin:

Pelaku kabur, lalu dikejar. Berdasar keterangan Mas Sopir, ada ancaman dari pelaku untuk membunuh Mas Sopir. Lhakok motor ngerem mendadak. Yowes tertabrak. Pelaku modar kabeh. Nah, ini yang bikin urusannya jadi panjang dan butuh penyidikan, ada unsur kesengajaan (menghabisi nyawa) atau tidak. Saya pribadi yakin ora sengojo mateni pelaku.

Bukan apa-apa, cerita ini cuma logika hukum sak ngertiku. Nek salah yo maaf, Admin bebas menghapus. Demi Allah aku ndukung Mas Sopir, bagiku beliau pahlawan pembasmi klitih. Semoga beliau dibebaskan. Jarang-jarang ono wong wani ngoyak pelaku klitih.

Aku posting iki mung aku rodo piye ngono moco komen-komen nang kasus sengketa hukum. Memang luweh enak ki hitam dan putih. Wong apikan VS penjahat. Tapi UU ncen dibuat akeh parametere.

So sekedar saran : Biarkan penyidik bekerja dulu, kita tunggu hasilnya. Plus kalau komen ki seng rodo ati-ati. (aku dewe urung ngerti apdet terakhir kasuse piye, mung gregetan ntes moco komen2. So nek postingan iki dianggap ora nyambung, hapus wae). Peace!

Ini adalah postinganku 2 hari lalu di salah satu Grup FB.

Baru 34 menit, udah banjir notifikasi
2 jam posting mendingan matikan notifikasi
2 hari kemudian (sekarang), masih aja ada yang menanggapi
Gile Ndro.. Kasus klitih emang lagi viral di Jogja. 

Sejak kemarin posting udah dapat 2900 an likes dan 1800 an komentar (belum lagi komen turunannya), plus 16 kali dibagikan.

Bener-bener meresahkan. Semoga dari kejadian ini (pelaku klitih yang tewas ditabrak korbannya - sopir pick up) bisa bikin pelaku klitih lain jera. Sayangnya (lagi), korban malah terjerat pasal karena menghilangkan nyawa. Makanya muncul pro dan kontra.

Namanya juga media sosial, pengguna dari berbagai latar. 

Tapi mudah-mudahan (minimal) kasus ini dianggap kecelakaan lalu lintas. Bukan pembunuhan.

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending

Arsip Blog