Monday, December 31, 2018

Keluar dari Zona Nyaman

with 0 Comment
Heck.. i hate this words

Katanya langkah awal orang sukses adalah orang yang berani "keluar dari zona nyaman". 

Really?

Boleh aja mencari pengalaman baru yang lebih menantang, meninggalkan zona nyaman, biar lebih berkembang. Tapi bukan berarti harus ditinggalkan sepenuhnya. 

Bisa-bisa malah "kaget" lalu "gila", ujungnya "mengutuk diri sendiri". 

Keluar dari Zona Nyaman

Kalimat ini berbahaya. Biasanya dijadikan senjata andalan mentor-mentor bisnis, atau motivator-motivator (sok bijak) yang bicara tentang bisnis (bahkan tentang kehidupan). 

Ada satu lagi senjata lainnya yang selalu digembar-gemborkan, yaitu "Follow your passion".

Mungkin ada benarnya, tapi setiap kali saya mendengar ada orang berkata atau menulis dua kalimat ini, udah otomatis mulut ini langsung ketawa sinis. Minimal nyengir ataupun meringis.

Udah selesai ketawa sinis, langsung muncul dorongan untuk nyinyir. Untung biasanya masih kuat untuk menahan. Mending diam sajalah, daripada capek berdebat. Nggak ada gunanya. Lebih baik corat-coret di Blog, lumayan nambah artikel.


Entah udah berapa banyak orang yang "tertipu" dengan kata-kata "keluar dari zona nyaman". 

Orang udah enak punya pekerjaan tetap, misalnya. 

Job desc ringan, penghasilan bagus, malah diejek dengan kata-kata "hidup monoton, membosankan", "nggak akan maju/kaya jika hanya mengandalkan gaji pas-pasan", dan seterusnya. 

Akhirnya orang ini terprovokasi lalu keluar dari pekerjaannya, kemudian memulai bisnis. 

Dikiranya merintis bisnis itu enak. Bisa bebas waktu dan bebas uang. Nyatanya hampir semua bisnis membutuhkan trial dan eror. Nggak peduli startup maupun franchise, semua mempunyai resiko, semua butuh trial dan eror. Orang yang nggak kuat mental, nggak sabar, pasti bakal putus asa.

Kan hamsyong.. iya kalau masih bisa bangkit untuk diperbaiki, atau bahkan bisa banting setir. Lah kalau sampai menghabiskan seluruh sumber daya, atau bahkan sampai meninggalkan hutang usaha, kan tambah bahaya.

So, daripada nekad "keluar dari zona nyaman", mending "memperluas zona nyaman" itu sendiri. Nggak perlu bertindak ekstrim. Zona nyaman yang udah ada, diperluas lagi skalanya, kan lebih enak begitu.

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending

Arsip Blog