Sunday, December 9, 2018

Hidup Seperti Roda Berputar

with 0 Comment
Kalau ada orang lagi tertimpa kesusahan, biasanya ada orang mengeluarkan kalimat ajaib tentang roda "Kadang naik, kadang turun. Kadang di atas, kadang di bawah". 

Mungkin itu untuk sekedar menghibur. Kalau diri sendiri yang lagi susah, ya berarti untuk menghibur diri. Namun kalau orang lain yang kesusahan, yah berarti dalam rangka nyukurin.

Padahal pepatah itu cuma ngawur.

Tapi masih aja ada orang bilang "Ingat, Bos. Roda selalu berputar. Sekarang kaya raya, besok jatuh miskin, itu udah biasa. Makanya jangan sombong". 

"Ngomong aja, berarti selama ini kamu iri".



Roda berputar untuk mengibaratkan nasib itu terlalu sederhana, bahkan terlalu sempit nggak relevan. Banyak contoh kongkret di sekitar, dimana rodanya bener-bener macet, alias gancet nggak mau berputar.

Ada orang yang lahir dari keluarga miskin, sampai tua, bahkan sampai meninggal juga tetap miskin.

Ada pula yang lahir dalam keluarga kerajaan, dimana seumur hidupnya bergelimang harta. Bahkan sejak leluhur sampai keturunan generasi mendatang tetap kaya raya.

So, pepatah yang paling cocok adalah roda itu kadang macet, kadang juga berputar. Kadang perputarannya cepat, kadang juga perputarannya lambat. Atau bisa jadi diameter roda itu ada yang besar, ada yang sedang, ada pula yang kecil. Ukuran rodanya beda-beda, ada yang mini, ada yang raksasa. 

Bottom line : Memang ada orang yang seumur hidup ada di puncak, atau sebaliknya.. seumur hidup berasa di dasar, yang penting mah.. usahahahaha...



Last Words..
Nasib itu rumit, walaupun beberapa hal memang bisa diprediksi. Jadi kalau ada yang menghubungkan perjalanan hidup manusia itu ibarat roda, udah ketawain aja. Disamping udah terlalu klise, bukan hal baru, bahkan mungkin hampir semua orang udah pernah mendengarnya, juga nggak ada korelasinya.

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending

Arsip Blog