Tuesday, December 4, 2018

Bikin Kandang Marmut Minimalis

with 0 Comment
Belum puas bikin kandang ayam, lanjut bikin kandang marmut. 

Berhubung stok bahan dan material masih berlimpah ruah turah-turah. Stok kayu untuk dibikin kerangka masih banyak, stok jaring kawat strimin (translation : kramat) juga masih panjang. Ditambah hujan turun tak kunjung reda, so.. daripada bengong mager di rumah mendingan buang-buang waktu bikin kandang marmut.


Untungnya stok bahan kayu udah diangkut ke rumah di hari sebelumnya. Jadi  nggak perlu ujan-ujanan lagi, semua udah tersedia di rumah. Tinggal potong sana-sini, lalu rakit. 


Skip. Kandang marmut udah jadi. Lengkap dengan gupon, rumah marmut yang dibikin menggunakan sisa-sisa blabak (papan kayu). 

Rencananya mau kutaruh anakan marmut ukuran tanggung, biar lebih intensive aja sih. Trus soal penutup atas, paling nanti dikasih triplek bekas aja, nggak perlu dipaku paten, biar gampang dibuka kalau mau ngasih makan marmut.

Soalnya belakangan baru sadar kalau ternyata ukuran kandang kurang tinggi. Cuma sekitar 45 cm. Jadi takutnya marmut bisa melompat keluar kandang. Makanya perlu penutup atas.

Kalau suatu saat ternyata kandang ini nggak efektif untuk marmut, yah berarti masuk plan B, beli kelinci, heuheu... 


Hujan masih turun dengan meriah, belum bosen juga. Stok air di langit masih banyak keknya. Alhasil pesan makanan delivery order. Takut ilmunya luntur kalau keluar rumah kena air hujan (duh klise), jadi pesen makan via online.

Kebetulan ada beberapa makhluk kelaparan di rumah, jadi pesen tiga porsi. Satu ayam geprek dan 2 porsi nasi goreng.

Enak, tapi pedesnya minta ampun. Salah sendiri pesen pedes, haha.. besok-besok pesen yang sedeng aja lah..

Makanan delivery order ini dari Neng Idha, alamat Karangluhur, Kalianget. Bisa dicari di Grab.

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending