Monday, December 31, 2018

5 Negara Bangkrut Karena Utang

with 0 Comment
Argentina
Tahun 2001, negara yang kini menjadi negara bisnis ini pernah bangkrut karena tak mampu membayar utang sebesar 100 Miliar Dollar AS.

Uruguay
Negara yang kini menjadi The Great Power ini bangkrut pada tahun 2003 yang merupakan imbas dari bangkrutnya Republik Argentina. Ironis kan? Kebangkrutan suatu negara membuat negara lain ikut bangkrut.

Belize
Negara wisata ini pernah bangkrut juga tahun 2014 karena gagal membayar utang.

Dominika
Negara wisata lain di wilayah teluk Meksiko (selain Belize) ini juga pernah bangkrut pada tahun 2004, lagi-lagi karena gagal membayar utang.

Yunani
Yap.. Negara para Dewa ini pernah juga bangkrut pada tahun 2015. Bisa ditebak dong, karena apa? Yes, betul sekali. Utang. Jawaban yang tepat.

Kalau diingat beberapa tahun lalu, Yunani sering muncul dalam berita kan? Sering kerusuhan. Politik dan keamanan kacau, banyak demonstrasi, teror dan kriminalitas merajalela. Perekonomian nggak stabil, banyak orang kena PHK,  harga (barang dan jasa) otomatis juga kacau. Belum lagi soal intervensi negara asing yang (mungkin berdalih) ingin membantu, tapi pastinya hanya bertujuan mengeruk keuntungan.

Ya begitulah suasana di negara bangkrut, walaupun sebelumnya kelihatan bermewah-mewahan, pembangunan pesat, dan seterusnya. Eh berujung kerusuhan.

Dilematis utang

Utang? Apakah ini diperlukan? Atau tidak? Kenapa negara harus berutang? 

Sebuah negara biasanya berutang, karena ingin membuat proyek ambisius bagi negaranya. Mereka pikir bahwa jika proyek itu jadi, akan bisa menutup utang mereka. 

Faktanya, mereka malah terlena oleh utang dan terus menambah utang untuk proyek-proyek selanjutnya, padahal utang yang lalu juga belum terbayar.

Itulah mungkin yang disebut keserakahan manusia? Untuk apa Anda punya gedung-gedung tinggi, kereta dengan kecepatan 500 Kilometer per jam, jembatan di atas laut yang panjang, atau bendungan raksasa, jika anak cucu anda nantinya akan menanggung beban utang anda??

Jadi jika ditanya apakah negara bisa hidup tanpa utang? Jawabannya bisa. Tetapi jangan bermimpi pembangunan berjalan instant. Jangan harap ada kereta cepat, gedung tinggi atau teknologi super canggih, karena semua itu mesti diwujudkan secara perlahan jika tanpa utang..

Nah bukankah lebih baik begitu? 

Bukankah lebih baik teknologi sedikit tertinggal dibanding harus membebankan utang ke anak cucu kita? Saya yakin kok negara tanpa utang yang membangun secara perlahan, suatu hari juga tetap bisa mengejar “kenyamanan” negara-negara yang berutang.

Tidak usah takut dihina sebagai negara berkembang, negara dunia ketiga, dan omong kosong semacam itu. Toh bukankah yang paling penting adalah kebahagiaan rakyatnya? Jadi bangunlah sesuai kemampuan.

Karena ini demi generasi berikutnya, bukan hanya kita.



Utang Indonesia

Argentina menyatakan bangkrut ketika utang negara tembus 100 Miliar Dolar. Bagaimana dengan Indonesia?

Okelah itu terjadi pada tahun 2001. Tinggal konversi aja (dengan asumsi dan estimasi.. heee..) sampai ke tahun 2018 berapa, ya kan susah amat..

Anyway.. Bank Indonesia (BI) mencatat, utang luar negeri Indonesia mencapai 358 Miliar Dolar AS pada akhir Juli 2018. Angka itu meningkat 4,1 persen dibanding periode sama di tahun 2017 (year on year). 

Jika dirupiahkan, utang luar negeri Indonesia itu setara 5.191 Triliun Rupiah dengan asumsi 14.500 per dolar AS.  

LIMA RIBU TRILIUN. Saya yakin kalian nggak bisa membayangkan uang 5K triliun jika dipakai untuk membeli salome. 

Nah penduduk Indonesia saat ini sekitar 265 Juta orang. Dibagi aja sendiri, berapa beban yang harus dibayar masing-masing orang jika harus patungan.

Ringan? Oke sekarang cari data berapa banyak orang Indonesia berusia produktif? Buang yang masih cabe-cabean labil (atau yang lebih buruk dari itu). Setelah itu (dari data usia produktif tadi) seleksi lagi yang termasuk golongan menengah ke atas. Ha ha.. pusing kan? Kaum menengah ke bawah mana mungkin mampu ikut patungan.

Mendingan Presiden minta bantuan Bos Djarum, Bos BCA, atau yang lainnya untuk melunasi utang negara. Oh ternyata nggak ngaruh juga. Udah kelewatan banyak utang negara ini.

But jangan salah.. ternyata...

BI menyatakan, utang Indonesia masih terkendali dan sehat.

Saya memang bukan Ekonom, but WHAT THE F"K, Broo..!! Sehat jare..

Iya kalau dari setiap tahun nilai utang negara berkurang (karena berusaha mencicil, ya kan?). Lah faktanya, dari tahun ke tahun beban utangnya justru selalu bertambah banyak. Bukan cuma bertambah karena kenaikan suku bunga, namun karena negara kita ini memang hobi sekali menambah utang setiap tahun.

Kalau konsisten terus aja gini sampai beberapa tahun ke depan, siap-siap aja negara bangkrut.

Jadi kangen Pak Habibie, beliau ini keren sekali saat menjadi Presiden RI menghadapi Krisis. Sayangnya terlalu singkat memimpin Indonesia, itupun malah ditolak pertanggung jawaban kerjanya oleh MPR cuma gara-gara Timor Timur lepas.

Anyway lagi.. saya baru tau kalau Negara pemberi Utang terbesar untuk Indonesia adalah Singapura. Sebesar 57an Miliar Dolar AS. HOW THE F"K!! Negara kecil mungil ngono..

Kesimpulan

Kemungkinan, saya baru akan ikut serta mencoblos pemilu, jika ada Calon Presiden yang menolak Utang Luar Negeri. Hehe kali aja ada. Biarin lah hidup sederhana, lagipula sejak dulu sampai sekarang juga Indonesia tetap berstatus Negara Berkembang. Nggak ada ruginya. Daripada banyak utang malah resiko bangkrut lalu status berubah menjadi Negara Miskin.

Lebih baik fokus melunasi hutang. Pembangunan bisa ditekan hanya di sektor inti. Sedangkan sektor pendukung bisa "diswastakan" dengan pengawasan, biar nggak terlalu banyak korupsi, nggak terlalu banyak proyek pemerintah yang macet di tengah jalan.

Pertanyaan yang sungguh bijak di pagi hari ini :
Apa kabar Pasar Induk Wonosobo? Udah berapa tahun terbengkalai? Siapa sih Bupatinya? Oh iya.. denger-denger Alun-alun Kota udah nggak boleh dipakai untuk jualan ya? Oke oke..

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending

Arsip Blog