Sunday, November 4, 2018

Mengapa Syiah Kurang Diminati oleh kaum Sunni?

with 0 Comment
Pertanyaan Aslinya :

Mengapa Syiah, Wahabi, atau Muktazilah kurang diminati oleh kaum Sunni? Mengapa tidak mengambil sisi positifnya atau mempelajarinya dahulu sebelum menilai?

Jawaban Saya :


Tentang Syiah

Sunni hanya istilah untuk kaum yang mengamalkan Islam berdasarkan sunnah Nabi (petunjuk Nabi). Label sunni digunakan sebagai tandingan label syiah. Karena dua-duanya mengaku Islam, jadi untuk membedakan 2 golongan (yang sama sekali berbeda) ini, menjadi sunni dan syiah.

  • Muslim indonesia mayoritas sunni. Masalahnya, sisi negatif syiah udah kelewatan (atau keterlaluan) melanggar ajaran Nabi. Misal yang paling populer :
  • Nikah mut’ah (nikah kontrak). Anjuran menikah hanya beberapa bulan, beberapa hari, bahkan beberapa jam. Abis itu bebas untuk bercerai (sesuai kontrak). Semakin banyak melakukan nikah mut’ah, pahalanya semakin besar, derajat surga semakin tinggi. Muke gile..
  • Ritual menyiksa diri di karbala untuk memperingati hari kematian Husain. Ritual yang sangat mengerikan, btw.
  • Lebih ekstrim lagi, Syiah punya syahadat yang berbeda, punya alqur’an yang berbeda, punya kitab hadist yang berbeda, bahkan lafal adzan juga berbeda.
  • Syiah meng-kafirkan seluruh generasi sahabat Nabi, kecuali hanya beberapa orang saja (< 10 sahabat).
  • Syiah mempunyai aqidah taqiyah (berbohong). Terutama jika masih minoritas. Kaum syiah gak bakal mengakui dirinya syiah, tidak mau ngaku jika punya Qur’an sendiri, syahadat sendiri, dst. Berbohong demi keamanan. Kecuali kalau sudah punya kekuatan, baru berani terang-terangan
  • Syiah mempunyai misi untuk menguasai dunia.
  • Dan masih banyak lagi

Intinya, sunni dan syiah sampai kiamat gak bakalan akur.



Tentang Wahabi

Di Indonesia, Wahabi mempunyai konotasi yang sangat buruk. Dianggap Islam garis keras, dsb. Padahal wahabi bukan aliran, apalagi madzhab.

Muhammad bin Abdul Wahab (bermadzhab Hambali) dianggap sebagai pendiri Wahabi, padahal beliau adalah pendiri Kerajaan Saudi (bersama King Saud). Ulama dan Umara bekerjasama menyatukan Jazirah Arab yang dulunya masih terpecah belah gak jelas.

Walaupun Raja Saud dan Abdul Wahab mendirikan kerajaan Saudi, nyatanya Saudi bermadzhab Hambali sampai sekarang, bukan Wahabi.

Saya sendiri bingung kenapa Wahabi dibenci di Indonesia, apa hubungannya sama orang Indonesia, kok banyak sekali orang antipati. Bahkan kadang orang Indonesia yang cenderung bermadzab Hambali, dituduh Wahabi jugak.



Tentang Muktazilah

No komen lah, udah terlalu panjang.



P.S : 
 Kepanjangan Sunni = Alhu sunnah (wal jama'ah)

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending