Monday, November 5, 2018

Ahmadiyah BUKAN Islam

with 0 Comment
Pertanyaan dari user di forum sebelah :

Mengapa banyak umat Muslim yang mengatakan bahwa Ahmadiyyah bukanlah bagian dari Islam walaupun umat Ahmadiyyah sendiri mengatakan mereka masih orang Islam?

Jawaban ane di forum sebelah:

Saya kasih contoh 2 saja :
  • Ahmadiyah punya nabi sendiri, ini melanggar rukun islam (dan rukun iman)
  • Ahmadiyah punya kitab suci sendiri, juga melanggar rukun iman
Seandainya ahmadiyah mendirikan agama sendiri (tanpa label islam), maka dijamin muslim (yang sesungguhnya) tidak akan meributkan soal ahmadiyah. Mau muncul 100 nabi baru juga terserah, mau punya kitab suci perjanjian baru juga terserah. Untukmu agamamu, untukku agamaku.

Sayangnya ahmadiyah masih mengaku-ngaku Islam, masih ber-KTP islam, dan masih bisa berhaji di Mekah. Ini yang membuat umat muslim gerah.

Pasti di luar sana ada muslim penuntut ilmu (pemula) yang ingin mendalami islam justru nyasar mempelajari literatur ahmadiyah, kan kasihan.

Atau ada orang non-muslim lagi tertarik untuk belajar islam, tapi justru membaca kitab ahmadiyah. Alhasil, dalam prosesnya justru banyak menemukan kecacatan, ujungnya batal tertarik Islam. ini kan menyesatkan.



Contoh sedikit kecacatan ahmadiyah:

Jika dilihat dari sejarah, Nabi Musa diberikan mukjizat dari merubah tongkat menjadi ular , wabah belalang, wabah kodok, air berubah merah darah, dst, sampai puncaknya membelah laut. Ini karena pada jamannya ilmu sihir sedang merajalela.

Nabi Isa bisa menyembuhkan penyakit, mengembalikan penglihatan orang buta bahkan menghidupkan orang mati. Ini karena di jaman itu ilmu pengobatan sedang berkembang pesat.

Nabi Muhamad dengan mukjizat Al Qur’an, karena pada jamannya ilmu syair sedang booming.

Intinya, salah satu tujuan mukjizat adalah sebagai sarana untuk membantah kesombongan dan keingkaran manusia pada jamannya masing-masing.

Sekarang cek apa mukjizat nabi palsu Mirza Ghulam ahmad? ternyata ngikut Nabi Muhammad, yaitu Alquran (palsu). Semakin cacat lagi, bahasa wahyu yang diturunkan juga ngikut Nabi Muhammad, berbahasa arab. Dimana-mana bahasa wahyu diturunkan sesuai asal Nabi yang diangkat. Harusnya kitab suci ahmadiyah berbahasa hindi, atau urdu, atau apapun sesuai asal Mirza Ghulam Ahmad.

Jadi sama sekali tidak ada hak sedikitpun orang ahmadiyah mengaku-ngaku masih menjadi bagian dari Islam.

Beberapa jawaban ane lainnya di forum sebelah :

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending