Tuesday, September 4, 2018

TV Series : Sherlock - Rekomendasi Serial TV

with 0 Comment
TV Series, Sherlock. Rating IMDb sangat tinggi, yaitu 9.2. Udah 5 season, 15 episode (so far). Durasi panjang, udah kek film besar, rata-rata sejam setengah tiap episode. Highly recommended TV Series.



I am sherlocked

Ane adalah maniak sherlock holmes. Ane udah baca semua novel sherlock holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle. Baik yang kumpulan mini series (short story) maupun novel tebal (long stories). Entah berapa puluh seri totalnya, yang jelas udah khatam semuanya. 

Ane udah nonton banyak film sherlock holmes, dari yang versi jadul, baik film maupun TV series, sampai film versi terakhir yang diperankan RDJ, dimana sherlock holmes malah justru musuhan (gak akur) sama Dr. Watson, ha ha.



Tapi TV Series Sherlock ini beda dari yang lain, karena bersetting jaman modern, a.k.a jaman sekarang. Diperankan oleh Smaug the dragon a.k.a Necromancer a.k.a Bennedict Cumberbatch (entah bener gak nulisnya, aneh bener namanya) sebagai sherlock holmes dan Bilbo baggin alias Martin Freeman yang jadi Dr. Watson.

Musuh bebuyutan masih sama, yaitu Profesor Moriarty. Dan ada satu lagi musuh yang lebih jenius dari semuanya, yaitu.. tonton aja sinetron ini.

Dr. Watson juga tetep jadi asisten sherlcok holmes, sekaligus penulis cerita. Bedanya kali ini, karena jaman modern, Dr. Watson menulis via website, aias jadi blogger.




Penyelesaian kasus, selain pake metode deduksi juga pake teknologi modern, bahkan pake social media, kebanyakan pake twitter.

Sherlock versi modern udah gak ngedrug kalau lagi bosen, rokok pipa juga gak ada. Tapi masih hobi bermain violin dan pake topi detektif (funny hat model jepang).

Yang jelas, TV series ini rekomended banget. Ceritanya bagus, bikin penasaran, banyak komedi, trus kasus-kasusnya juga menarik, intinya bikin ketagihan.


Sherlock Quotes

TV Series : Dredevil - Aktor Utama Payah

with 0 Comment
Marvel bikin Serial TV Daredevil via Netflix. Tayang Sejak 2015, sukses besar, udah 3 Season so far. Rating IMDb juga tinggi, dapat 8.7. Ane udah nonton sampai season 2. 

Di film ini juga muncul Frank Castle, alias The Punisher dan Elektra. Semuanya top, bahkan ane  seneng banget pas denger netflix bikin TV Series The Punisher tersendiri (sayang hasilnya mengecewakan, super jelek, lamban banget ceritanya, baru nonton beberapa episode udah gak minat lanjut nonton The Punisher).



Balik lagi ke Daredevil.

Secara umum, film ini (Daredevil) keren banget dari segala sisi. 

Plot cerita bagus, script bagus, cinematic bagus, acting bagus, action bagus, pokoknya bagus semuanya. Cuma ada satu masalah, sayangnya satu masalah ini yang bikin ane gak betah ngelanjutin nonton. Yaitu aktor utamanya, terutama kalau lagi ngomong. 

Iya, cuma pas dia lagi ngomong doang. Btw, aktor utama diperankan oleh Charlie Cox. Akting udah bagus sebenernya, tapi giliran lagi ngomong, beuuhh... bikin emosi!!

Jadi setiap ngomong, dia gak bisa mangap, apalagi teriak. Jadi cuma menggumam, berbisik dan mendesah. Bahkan pas lagi ngomong dengan lawan main berjarak cukup jauh (5 meter misalnya), bener-bener cuma mendesah. Kan jadi aneh, kliatan banget cuma mengandalkan microphone. Bagi penonton ya mengandalkan subtitle.

Mungkin bagi penonton lain gak masalah, tapi bagi ane pribadi sebagai penikmat film, ane ngerasa gak masuk akal, gak bisa masuk ke dalam film. Gak dapet feel nya. Soalnya aneh aja gitu.

Kalau real, kan lawan bicara gak mungkin denger dia ngomong apa.

Jadi misal dia ngomong satu kalimat, taruh di dalam satu kalimat itu ada 10 kata, nah dia cuma ngomong 3 kata dengan mendengung, sisanya 7 kata cuma berbisik. Asli ngebosenin.

Awal-awal episode ane gak ada masalah nonton film ini, soalnya masih belum sadar. Abis beberapa episode, baru mulai ngerasa bosen setiap kali daredevil ngomong. Gak jelas banget.

Intinya, ane selalu jengkel setiap kali daredevil lagi ngomong. So, season 3 ane sama sekali udah gak tertarik ngelanjutin nonton. Good bye Daredevil.


Monday, September 3, 2018

TV Series : DEXTER - Jangan Ditonton, Buang-buang Waktu

with 0 Comment
Serial TV lawas, berjudul Dexter. IMDB rating 8.8. Tayang pada tahun 2006-2013. Terdiri dari 8 Season, masing-masing ada 12 episode.

Bercerita tentang seorang bernama Dexter, ahli forensik di Metro Miami Police Homicide, alias bagian pembunuhan. Siang hari dia punya kehidupan normal, tapi kalau malam hari dia berprofesi sebagai Serial Killer, alias pembunuh berantai.

Bagus ceritanya, kalau mau buang-buang waktu di sore hari. Apalagi banyak darah, mayat maupun adult scene di dalam film ini. So jangan ditonton.

Kenapa buang-buang waktu?

Taruh setiap episode berdurasi satu jam biar gampang. Artinya, kalau kelar nonton selama 8 Season x 12 episode, udah 96 jam = 4 hari waktu anda terbuang. What a waste.. 



Sedikit Spoiler biar panjang postingannya..

Dexter, waktu bayi terjebak di atas genangan darah selama berhari-hari karena ibunya dibunuh di depan mata. Melihat ibunya secara langsung dipotong-potong pakai chain shaw, bikin dexter trauma. Akhirnya dia tumbuh menjadi manusia psikopat gak punya perasaan, terobsesi dengan darah dan mempunyai kebutuhan membunuh yang gak bisa ditahan. 

Untungnya dia diadopsi oleh Harry, seorang berprofesi polisi. Harry, ayah angkatnya ini mengarahkan Dexter menjadi psikopat yang bermanfaat. Dexter hanya boleh menghabisi nyawa orang yang bener-bener layak untuk dihabisi. Membunuh Pembunuh. Bikin dunia menjadi lebih baik.


Sunday, September 2, 2018

TV Series : Breaking Bad - Review Indonesia

with 0 Comment
Serial TV jadul : Breaking Bad. Sinetron luar dengan rating IMDB paling tinggi, yaitu 9.5. Tayang tahun 2008 sampai 2013. Total 62 episode (5 season). Durasi rata-rata 46 menit tiap episode.

Jangan tonton film ini, karena bakal ketagihan. He he..

Cerita tentang guru kimia di sebuah SMA, bernama Mr. White. Seorang kutu buku (nerd, alias culun), yang akhirnya menjadi raja dunia hitam, alias dunia kriminial. From nerd to scarface. 

Berawal dari tekanan ekonomi dan tekanan hidup lainnya, ditambah mendadak divonis kanker. Bikin putus asa. So, karena butuh biaya besar, akhirnya bekerja sama dengan mantan muridnya (Pinkman, pengedar narkoba kecil-kecilan), membuka bisnis narkoba bersama dalam rangka untuk membiayai kemoterapi kanker.

Background ilmu kimia, dipake buat memproduksi narkoba dengan kualitas tinggi. Intinya, film ini berisi transformasi Mr. White menjadi Hisenberg.


Pokoknya keren banget ceritanya, dari perjuangan merintis bisnis, melawan preman kecil-kecilan, polisi, DEA (BNN), sampai akhirnya justru mengalahkan semua bos-bos mafia dan menguasai pasar.

Sekali lagi, jangan ditonton, karena bakalan buang-buang waktu anda.


Everything is Overpriced

with 0 Comment


Paling jengkel kalau beli barang di toko, trus belakangan sadar bahwa barang itu dihargai 3x lipat dari harga seharusnya. Terlalu mahal, alias overpriced. Bukannya kena tipu, tapi emang kitanya yang begok. Males riset cari referensi.

Gak ada salahnya penjual cari untung, emang dari situ seller dapat penghasilan. Apalagi ada modal awal beli toko, (atau minimal) penjual udah keluar biaya untuk sewa kios, bayar pajak, retribusi, dll. Jadi emang udah logikanya cari untung sebanyak-banyaknya. 

Tapi kalau udah level serakah, ternyata bikin kesel juga.

So, ceritanya lagi hobi banget online shop. Bahkan kepikiran untuk kapok beli-beli barang di toko offline (local shop). Gimana lagi, beli secara online, barang apa aja ada, murah-murah dan banyak pilihan.


Hail Online Shop !!

Sengaja browsing ngecek harga barang yang udah kebeli secara offline di toko. Dari peralatan elektrik maupun manual di garasi, alat-alat rumah tangga, pertukangan maupun pertanian di kebun. Ternyata semuanya overpriced. 

Contoh aja dulu beli satu set mata bor listrik di toko seharga 150rb, ternyata di toko online (merk yang sama) cuma 50rb. Selfie stick (tongsis) beli di konter 25rb, di toko online (tipe dan merk sama persis) cuma 7rb, mini tripod 34rb, di toko online cuma 10rb, dst, dst. 

Pantes aja juragan toko-toko di pasar pada kaya raya.

So mulai sekarang kalau mau beli-beli barang, ane mending beli online. Soal ongkir, gampang. Tinggal cari barang dari seller dalam kota, atau kota terdekat, atau terpaksanya seller satu propinsi. Jauh lebih murah.


Everything is overpriced, so what?

Beberapa waktu lalu sempet baca artikel, ada orang beli makan di warung pinggir jalan, pas bayar ternyata dihargai ratusan ribu untuk semangkuk soto (kalau gak salah). So what? Namanya juga Endonesah.. Kalau gak pinter, ya dibodohin. Trus jadi viral.

Kalau dipikir-pikir, dari dulu emang semuanya overpriced, gak perlu kaget.

Masuk ke ruang dokter cuma 5 menit, begitu keluar suruh bayar jutaan. Kenapa gak ada yang viral? Beraninya cuma sama penjual pinggir jalan.

Gak cuma biaya kesehatan, tapi udah jadi rahasia umum, semua orang tau tapi gak ada yang berani ngomong. Hitung aja biaya pendidikan, administrasi pemerintahan, kepolisian, pajak, dll. Semuanya overpriced.

Kendaraan masuk bengkel, biaya berapa, belum lagi kalau disuruh nginep, atau diminta ganti onderdil ini itu. Semua orang pasti udah pernah ngalamin.

So terima aja, hidup di tanah air Indonesia raya. Emang gitu kenyataannya. Tanah masih beli, air masih bayar. Mahal pulak.

Cek video terbaru ane, he he..



Random thought

NKRI singkatan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, kalau ditranslate United States of Indonesian Republic. Kok mirip USA. Trus Indonesia Raya, translate The Great Indonesia, kok mirip inggris, The Geat Britain. Ah terserah.
ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending