Wednesday, February 7, 2018

Meminta Review Manual Pihak Youtube untuk Monetisasi Video

with 0 Comment
Meminta Review Manual Pihak Youtube untuk Monetisasi Video



Terjemahan :
Terakhir kali ane post : Kenapa Video Youtube Gagal Monetisasi?

And today i have a great news for myself. Hhee..

Awalnya kukira harus nunggu seminggu untuk sekedar review (peninjauan) manual,  Youtube bilangnya gitu soalnya. Ternyata baru 2 hari, video ane udah ijo, alias udah bisa dimonetisasi.

Meminta Review Manual Pihak Youtube untuk Monetisasi Video


So, here is what happened.
Dua hari yang lalu, ane upload video di channel youtube ane. Video original (authentic), tapi dianggap melakukan pelanggaran (karena salah judul, i guess). 

Jadi gini, setiap ada video di upload di youtube, maka robot perayap bakal otomatis melakukan peninjauan terhadap video itu. Jika si robot ini menganggap terjadi pelanggaran, maka video gak bakal bisa dimonetisasi.

Satu-satunya cara agar video bisa dimonetisasi adalah  dengan meminta review (peninjauan) manual oleh pihak youtube, alias direview oleh karyawan youtube langsung. 

Jangka waktu seminggu emang masuk akal, karena pasti karyawan youtube sibuk banget mengingat entah berapa banyak video yang diupload setiap harinya. Entah berapa banyak video yang melakukan pelanggaran dan meminta review manual.

But remember..
Tapi harus diingat, saat meminta review manual, pastikan video bener-bener gak melakukan pelanggaran. Entah itu pelanggaran hak cipta (reupload video orang, atau pake musik punya orang lain), ataupun pelanggaran konten (seperti kekerasan, p*rn0grafi, kebencian, penipuan, sara, dst, dst).

Atau resikonya channel bakalan dihabisin, alias  kena suspend. Yup, walaupun cuma satu video yang dianggap melakukan pelanggaran, keseluruhan channel bakal terancam punah.

Ibaratnya, kita lagi ngundang dirjen pajak untuk meninjau harta kita, kan resikonya mengerikan. Ha ha.. 

However..
Kalau emang yakin bahwa video kita autentik original, maka meminta review manual untuk monetisasi adalah hal wajib.

So, itu yang ane lakukan. Tentunya ane edit-edit dulu judul video, tag, maupun deskripsi, biar kelihatan anak baik-baik tau sopan santun. Ha ha..

Meminta Review Manual Pihak Youtube untuk Monetisasi Video
Mejeng dulu, mumpung boleh

Dan finally, video ane sekarang udah berhasil dimonetisasi. Cuma nunggu 2 hari. 

Hepi itu simple

Tuesday, February 6, 2018

Kenapa Video Youtube Gagal Monetisasi?

with 0 Comment
Jadi kemarin abis upload video youtube. Walaupun konten masih kacangan, tapi ori (alias autentik rekam sendiri). Ternyata iklan gak mau tayang, alias video gak bisa dimonetisasi. Padahal tanpa musik, kecuali ngambil dari youtube audio library.

Tombol monetisasi yang seharusnya berwarna hijau, justru berwarna kuning. Kenapa iklan gak mau muncul di video ane, kenapa gak bisa dimonetisasi?



Jawabanya adalah karena video dianggap melakukan pelanggaran. Walaupun sebenarnya enggak pun.

Tapi diperhalus oleh pihak Youtube dengan kalimat (kurang lebih) : Gak ada pengiklan yang cocok dengan konten video.

Trus gimana dong?

Ada dua cara yang bisa dilakukan agar video bisa dimonetize. Seenggaknya cara ini yang sedang ane lakukan.

Cara 1 : Yaitu melakukan banding ke pihak Youtube.

Eh malah...

Setelah melakukan banding untuk dilakukan review manual, ternyata kudu nunggu balesan seminggu pula. Bukannya terlalu lama, bagiku masih kurang lama. Kemungkinan gak cukup waktunya (kalau dilihat dari perkembangan video)

Soalnya review bakal dilakukan dengan syarat yang lumayan berat, yaitu view video tersebut kudu dapat 1000 views atau berhasil mencapai 4000 menit waktu tayangan hanya dalam tenggang seminggu. Waahhhh..

Bagiku antri 2 minggu pun gak masalah.


Liat aja, sehari sejak upload baru dapat 136 views. Seandainya stabil pun, 136x7, baru dapat 900 sekian views. Ya Tuhan yang maha tinggi dan maha perkasa, tolonglah hambaMu ini.

Cara 2 : Cari tau pelanggaran apa yang udah kita buat

Edit judul. Video itu awalnya berjudul : DIY Water Filter Setup to Keep Fry Safe from Being S*cked up (tanda * diganti huruf "u"). Ane curiga, sama kosa kata yang ditanda *. Mungkin dikira video me*sum. So, ane ilangin Kata itu. 

Ane ganti judulnya menjadi : DIY Water Filter Setup to Keep Fry Safe

Edit Tag. Ane bikin tag video menyesuaikan judul. Jadi ketika judul ane ganti, maka tag pun ane ganti. 

Robot perayap google, selain menganalisis audio dan konten visual (gambar).  Juga menganalisis judul maupun tag. Kalau deskripsi video, gak tau deh..

So mudah-mudahan setelah ane ganti judul dan tag, video ane bisa dimonetisasi, trus iklan bisa tayang semaunya. Let see next week.


Cara Memijahkan Ikan Koki di Aquarium

with 0 Comment
Di bawah ini adalah step by step cara memijahkan ikan mas koki di dalam aquarium secara alamiah. 

Emang ada cara buatan? 

Ada lah, caranya yaitu distriping, aka hand breeding, alias diurut bagian perutnya untuk mengeluarkan telur dan sperma secara paksa. Kan kasian.

Telur dan sperma ikan koki ditaruh di mangkok, trus diaduk, trus disebar di kakaban. Udah gitu doang.

Nah kalau ikan koki betina belum hamil (alias belum matang gonad), maka disuntik pake hormon, namanya ovaprim. 

Cara Memijahkan Ikan Koki di Aquarium


Masalahnya kalau emang belum musim kawin kan namanya pemaksaan jugak. Ikannya belum pengen, eh disuruh hamil cobak, HHee..

Apalagi sekarang lagi musim hujan. 

Apa hubungannya sama musim kawin? 

Well, jadi.. ikan koki itu musim kawinnya adalah pas musim panas harusnya. Kalau suhu air agak angetan dikit, dia bakal kawin sebulan sekali.

Nah kalau lagi musin hujan, trus pake disuntik ovaprim, kan kurang ajar. Namanya pemaksaan kuadrat.

Koe ki ngomong opo to le??

Asal ngetik aja, soalnya postingan blog minim tulisan (baca : deskripsi), dinilai jelek sama robot perayap Google. Kalau rapotnya merah, masa depan suram.

Balik lagi ke ikan koki.

So.. bulan lalu ane abis upload video di channel youtube (klik plis). Judulnya Step by step memijahkan ikan koki di aquarium. Lumayan viewernya. Baru sebulan udah 30 ribuan yang nonton. Kasarnya, rata-rata sehari ada 1000 orang yang nonton. Kan keren bukan main.

Nih buktinya (kotak merah):


Tuh kan, udah 35 ribu penonton malah. Upload tanggal 3 Januari 2018, Sekarang tanggal 6 Februari 2018. Berarti sehari 1000 penonton lebih. Emejing sekali. 

Trus dapat duit berapa dari video itu?

Rahasia ah. Yang jelas, bisa untuk beli paketan internet. Hhee..

Trus gimana caranya memijahkan ikan koki tadi?

Tonton aja videonya (plis, klik ya.. ha ha) :



Atau klik link ini biar langsung nonton di youtube :


Udah detail banget di situ (menurut gueh). Cuma channel ane yang bikin tutorial memijahkan ikan koki di aquarium secara detail (ngarang deng). Maksud ane liat aja sendiri trus bandingkan dengan channel indo lainnya yang seniche (setopik). Heuheu..

You know, channel indo kebanyakan vlog dan show off. Sisanya channel jebakan, judulnya apa isinya apa (ups.. kok kayak blog ini, judulnya apa, isinya apa.. Heuheu.. Blog-blogku sak karep-karepku).

Beda sama channel luar. Kalau bikin tutorial, bener-bener detail. Emang niat pengen berbagi. Niat utama sih, tetep nyari duit lah.  Ha ha..

Weh sok tau.. soal niat kan dalam hati, mana ada orang tau!!

Ok, inaf! (terjjemahan : enough)

Sepertinya deskripsi udah lumayan panjang, lebih dari 500 kata keknya. 

So, kalau mau tau caranya memijahkan ikan koki di aquarium, buka aja video ane tadi, hehe..

Atau biar lebih gampang..
Nih channel ane : Thomas Admanda

Semoga yang buka channel ane dikasih rejeki berlimpah. Trus yang like, subscribe, komen, n share video ane semoga dikasih mobil mewah.

Yang baca-baca  dan komen-komen blog ane juga moga-moga dikasih rumah  yang megah.

Aamiin. Ya robal 'alamiin.

Have a nice day and see yaa.. (translation : semoga harimu menyenangkan dan sampai jumpa)

Friday, February 2, 2018

Prospek Kebun Bambu

with 0 Comment
Pernah terjadi pada suatu masa, ane beli papringan (kebun bambu - bamboo plantation) minimalis (luas sekitar 100 meter persegi). Lokasi jauh dari peradaban. Murah meriah seharga 8 juta rupiah. 

Dua Bulan kemudian ane jual 60 pohon bambu dari situ. Pembeli orang lokal nebang sendiri, borongan 10K per pohon, jadi ane dapat duit 600K. Easy money, tanpa keringetan.

Ternyata 1 bulan kemudian kebun bambu itu ditawar orang. Ane dikasih profit (laba) 5 juta dari harga beli awal. Alias ditawar 13 juta bersih tanpa noda.

Mungkin pembeli udah liat prospeknya. Ane sih biasa aja. Yaudah, deal tanpa mikir. 

Transaksi lancar walaupun tanpa COD (ketemuan) sama buyer. Via makelar soalnya. Bahkan gak tau sama sekali siapa yang beli. Cuma tukeran sertifikat sama duit trus tanda tangan.  Hhaa.. what a wonderful life..

Duit udah dipegang, langsung muncul ide untuk bikin farm shed, alias gudang senjata di kebun cengkeh.

Building farm shed

Awalnya cuma kepikiran bikin pondasi kecil-kecilan aja dulu, 2 petak ukuran 3x4 meter. Gak mikir yang lain, serba dadakan. Bahkan denah baru dibikin setelah pondasi jadi. Maksudnya di sini denah jangka panjang, besok-besoknya ekspansi ke arah mana, dll, dll. 

Rencananya mau bikin dua ruangan dulu. Satu petak untuk ruang serba guna, satunya lagi untuk kamar mandi. King size bathroom, boiii.. ukuran 3x4 meter. Someday mau kutaruh bathtub di situ, dengan pemandangan kebun cengkeh. Hhee..

Ngapain dikasih kamar mandi segala. You know lah, biar kalau lagi gerah, tinggal mandi gak perlu pulang. Mau wudhu juga gampang. Dan yang gak kalah penting, kalau lagi musim panas. Gak ada kata paceklik (kekeringan) lagi kalau mau nyemprot-nyemprot tanaman.

Building farm shed

Building farm shed


Kalau dihitung-hitung, bikin atap bangunan pakai seng (atau genteng) dan baja ringan (ataupun kayu balok), ternyata budget yang dibutuhkan sebelas - dua belas dibanding atap cor beton (dak). Gak percaya hitung aja sendiri.

Belum lagi ada pemasanga plafon (eternit dan kompon). Mending sekalian atap cor beton (dak).


Building farm shed


Building farm shed


Keuntungan memilih atap cor beton, udah pasti bangunan jauh lebih solid (kokoh) dibanding atap seng. Kalau suasana luar lagi panas, masuk ruangan bisa mendadak menggigil. Cuma kalau lagi musim hujan dingin ya siap-siap selimut aja. Atau bikin perapian sekalian di dalam ruangan. Kan keren kek di Eropah.

Ada lagi, Entah seng logam ataupun asbes, entah genteng tanah liat ataupun plastik, punya resiko bocor, dan juga punya masa aktif (jangka waktu pemakaian). Entah karatan, entah pecah, entah kabur dibawa puting beliung.

Tapi kalau cor beton.. ada masa aktifnya juga sih, hanya aja jauh lebih panjang berlipat-lipat dibanding atap seng. Kecuali ada bom nyasar, amit-amit.. cuih..

Building farm shed


Cor atap udah kelar, nyicil satu ruangan dulu. Satunya sambung belakangan . Tunggu beberapa minggu biar bangunan bisa tahan gempa. 

Sementara itu daftar PAM dulu. Eh ternyata pemasangan (plumbing instalation) kudu antri beberapa bulan, yaudah sabar. 

Sebenarnya gak harus nunggu lama sih, kalau mau aja, plus kalau ada duit banyak. Cuma berhubung pengen ikut program pemutihan, yang murah meriah, ya harus sabar. 

Biaya pendaftaran PAM 50K rupiah. Biaya pemasangan 750K rupiah. Itu udah sekaligus meteran plus pipa 15 meter. Total 800K. Kalau lokasi jauh (lebih dari 15 meter), beli pipa sendiri.

Building farm shed


Look at my new castle (kek nama klub bola malah (-____-)>..

Diledekin orang-orang, dianggap lagi bangun ka'bah. Hha.. daripada ntar dipake manasik di situ pada thawaf. Mending dipasangin kanopi sementara.

Untung gak ada bola bowling di pojokan..

Eh tapi, judul prospek kebun bambu, missleading. Sorry.. 

Kalau gak terima, silahkan bikin blog sendiri. Hhee...


Thursday, February 1, 2018

Halaman Daftar Isi Blog Udah Bisa Diakses Lagi

with 4 comments
Mendadak kangen sama blog ini. Buka statistik blog di dashboard masih belum ada kemajuan yang berarti. Pageviews masih tetap 100-200 per hari. Nyadar sih, update postingan aja super jarang. Hhe..

Halaman Daftar Isi Blog Udah Bisa Diakses Lagi


Pageviews yesterday 167, pageviews today (so far) 59.

Terakhir kali posting : Serangan Otter (Berang-berang) di Kolam, bulan September 2017. Dan sekarang udah tanggal 2 februari 2018. Udah 4 bulan blog ini gak terjamah. Gile lu, Mblo.

Ok next.

Lanjut bales-balesin beberapa komen dari visitor blog, walaupun telat (maafkan.. maafkan). Untung cuma ada sedikit yang komen. Ciyan blog sepi visitor. Hiks..

Anyway next time ane bakal berusaha bales secepatnya. Ane bakal aktifin notifikasi  blog ini deh.


Halaman Daftar Isi Blog Udah Bisa Diakses Lagi

Kelar balesin komen, iseng blogwalking. 

Karena merasa bersalah udah telat respon. Akhirnya memutuskan untuk gantian bertamu. Gantian ninggalin jejak di blog-blog visitor ane yang udah komen tadi.

Makanya, blogger manapun yang pengen ane kunbal, tinggal bilang. Hhee..
Setelah koman-komen di blog orang kesana kemari. Trus baca-baca artikel yang bikin ane tertarik di situ. Mendadak mata tertuju pada salah satu blog. Di situ ada halaman daftar isi (sitemap). What?

Pas ane klik, ternyata bisa dibuka. Maksud ane, di situ bener-bener muncul tampilan daftar isi blog berdasar kategori. Weh.. weh.. weh..

Ternyata ane kudet jugak.

Halaman Daftar Isi Blog Udah Bisa Diakses Lagi


Kapan dulu pas jaman susah, ane pernah posting : Halaman Daftar Isi Hilang Mulu

Bagi ane, halaman daftar isi blog ini super penting. Memang ada pilihan lain biar gampang mengakses semua artikel blog, selain daftar isi. Namanya arsip blog. Hhee.. yaiyalah.

Cuma menurutku, daftar isi lebih keren aja, gitu, kalau dibanding arsip blog. Soalnya ngumpul dalam satu halaman tersendiri, jadi cuma sekali klik. Bisa dikategorikan menurut label, bisa dibikin tabel, bisa dimodif sesuai keinginan. Kalau kepanjangan bisa dibikin scroll jg biar fast loading. Dll, dll.

Beda sama arsip, biasanya ada di samping kanan (atau kiri) halaman blog. Dikategorikan berdasar waktu postingan. Harus loading tiap ngeklik (arsip bulanan, misalnya).

Iki ngomong opo toh, lanjut ah..

Dan sekarang, Halaman daftar isi blog ini pun udah bisa diakses. Cekidot : Admandas Sitemap.

Heuheuheu... hepi itu simple.

Udah gitu aja. Sekilas info. Sekian dan terima kasih. Ane mau lanjut perbaikin halaman daftar isi di blog-blog ane yang lain. Wassalam.

Hail Blogger!!

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending