Saturday, September 9, 2017

Serangan Otter (Berang-berang) di Kolam, BUKAN Linsang

with 0 Comment


Tulisan gak bermutu ini adalah lanjutan dari post:  
Perbedaan Antara Linsang dan Berang-berang (Otter)

Ada satu kolam ikan yang kujadiin mesin produksi. Kolam ini berisi indukan-indukan super. Bisa menghasilkan puluhan ribu anakan ikan setiap bulannya. 

Ternyata pada suatu pagi tiba-tiba kosong. Padahal sehari sebelumnya masih penuh. Ikan-ikanku menghilang dalam semalam.  

Bukan karena kolamku dikuras maling pencinta gratisan, bukan karena saluran air kebobolan atau kolam mendadak kering. Melainkan karena kolamku dijadiin tempat pesta pora binatang jalang. Iyes, kolam andalanku dijadiin tempat makan malam (baca : pembantaian) oleh para berang-berang jahanam.
Orang Jawa sering salah kaprah menyebut otter/berang-berang sebagai linsang (lingsang). Padahal mereka dua spesies yang berbeda sama sekali. Gak percaya? Baca penjelasannya di sini : (Klik)

Ada satu ikan mas. Bagiku lumayan besar ukurannya (walaupun berat sekitar 2 kg palingan). Baru aja kubeli. Ternyata tak sanggup menginap barang semalam aja di kolamku. Bahkan belum sempat kupamerin ke kawan-kawanku. Esok pagi hari cuman disisain duri dan sisik-sisik di pinggiran kolam oleh berang-berang sialan. 

FYI, aku dan kawan-kawanku udah lama sekali melakukan budidaya ikan di area terbuka.. dan selama ini aman-aman aja. Bahkan sempat ekspansi membuat 8 kolam untuk pembenihan dan pendederan. Juga ada satu kolam induk yang berfungsi sebagai tempat pembesaran ikan.

Serangan Otter (Berang-berang), BUKAN Linsang di Kolam
Kolam tanah di area terbuka

Awalnya (kukira) budidaya ikan di area terbuka udah cukup mempunyai prospek terang benderang, namun ternyata harapan hancur dalam satu malam. Kolam indukan penghasil bibit-bibit ikan malah porak poranda diserang predator.

Dan memang, mereka (otter) gak mau berburu ikan yang masih kecil (anakan maupun sedang), tapi cuma menyerang kolam yang berisi indukan yang besar-besar nan mahal.

Trus apa jadinya nanti kalo ikan-ikanku di kolam yang lain udah beranjak dewasa. Panen bisa gagal total. Terancam punah semuanya. Kan kampret..

Sekali aja berang-berang (otter) melakukan invasi, maka kolam yang berisi ikan ukuran besar bisa habis dalam sekejap mata tanpa ampun. Mungkin karena mereka (otter) mencari mangsa secara keroyokan (rame-rame). 

Gak mungkin kalau hanya seekor otter bisa ngabisin satu kolam (buka  youtube).


Serangan Otter (Berang-berang), BUKAN Linsang di Kolam
Itu Kelinci.. bukan predator.. bukan Linsang

Ancaman Predator Kolam Selain Berang-berang (Otter)

Semua orang punya musuh. Jika ada manusia yang bilang bahwa dia gak punya musuh, buruan taburi mukanya pake pasir. Siapa tau trus sadar.

Minimal ada satu makhluk yang wajib kita musuhi selamanya, yaitu setan. Ha ha.. karena setan adalah musuh yang nyata.

Sedangkan musuh yang harus dihadapi pelaku budidaya ikan selain otter (berang-berang) tadi adalah misalnya adalah ular, kadal, burung cucuk urang (apalah nama ilmiahnya), burung beleketupuk (apaan lagi deh namanya), bahkan manusia penyusup (intruder).

Maka dari itu kuputuskan, saat mendapat lokasi baru untuk kujadiin kolam ikan, mendingan kubikin pagar bata keliling rapat setinggi 2 meter untuk mencegah semua ancaman itu. 

Seperti ini :


Serangan Otter (Berang-berang), BUKAN Linsang di Kolam

REMINDER :
Coretan random ini ditulis pada bulan Agustus 2016. Berarti sekitar setahun yang lalu. Sebelumnya ada di blog sebelah. Sayang domain expired, lupa merayakan ulang tahun. Pindah ke sini biar ketahuan blog ini masih ada penghuninya. 

Syukurlah saat ini kolamku (insya Allah) udah anti predator. Hail ADMANDA !!


Dibuka jangan?

Monday, September 4, 2017

Fakta Unik Ikan Grass Carp (Graskap - Braskap - Baskap - Koan)

with 0 Comment
Kepopuleran ikan air tawar grass carp (Graskap - Braskap - Baskap) alias ikan koan sebagai ikan konsumsi masih kalah dibandingkan dengan ikan lele, gurami, ikan mas atau nila. Padahal, selain enak disantap, ikan grass carp ini merupakan pemberantas serangan gulma di kolam tanah (mud pond).

Dibandingkan dengan ikan jenis air tawar lain, ikan grass carp masih kalah kesohor di telinga masyarakat kita. Namun, bukan berarti budidaya ikan grass carp tidak menjanjikan. Karena ternyata permintaan ikan vegetarian ini di pasaran ternyata juga gila-gilaan.

Fakta Unik Ikan Grass Carp (Graskap - Braskap - Baskap)
Ikan Graskap lagi meeting di kolamku


Ikan Graskap Pembersih Kolam
 
Seperti disebutkan berulang kali di atas (sampe bosen). Selain untuk konsumsi, ikan yang kerap disebut dengan graskap ini biasanya dimanfaatkan sebagai pengendali gulma. Biarin mereka bersih-bersih kolam. He he..

Yes, graskap adalah ikan jenis herbivora atau pemakan tanaman. Ini salah satu hal yang mendorong peternak mau membudidayakan ikan graskap, karena pakannya rerumputan seperti kambing or sapi. Murah meriah, bahkan gratis kalau mau nyari sendiri.
Di Belanda dan Amerika Serikat, ikan grass carp kerap dimanfaatkan untuk membasmi gulma di danau dan perairan lainnya. Di banyak negara lainnya malah justru dianggap hama, saking rakusnya.

Ikan Graskap Bisa Mencapai Ukuran Satu Meter lebih

Asal tahu saja, ikan grass carp bisa memakan tanaman dengan jumlah hingga tiga kali total berat badannya. Ketika dewasa, panjang tubuh grass carp bisa mencapai 1,2 meter dengan berat 20 kilogram (kg). Lebih besar daripada anak balita.

Karena ukurannya yang super jumbo, sebenernya bagus untuk ikan hias, tapi lumayan juga untuk dijual. 15 rb x 10 kg aja per ekornya udah 150 ribu. Bayangkan kalau punya 100 ekor. Kan 15 juta. Coba kalau 1000 ekor. Bisa naik haji berkali-kali. Ha ha..

Yes, nilai jual ikan ini memang belum setinggi ikan air tawar lainnya. Masih kalah dengan ikan lele, nila atau gurami yang sudah menjadi makanan nasional.

Ikan ini masih belum banyak dikonsumsi. Padahal, rasa ikan ini tidak kalah enak dengan ikan bandeng. Asal masaknya dipresto juga. Karena banyak duri kecil-kecil persis seperti duri yang ada di ikan bandeng (dan ikan mas juga).
Ikan Graskap. Dibalik kelebihan, pasti ada kekurangan. Dari sisi ukuran, memang lebih besar dibanding jenis ikan konsumsi air tawar lainnya, namun dari sisi nilai jual, berbanding terbalik, karena lebih murah, dianggap ikan curah. This.


Enam Bulan Panen Ikan Graskap

Grass carp merupakan satu-satunya ikan genus Ctenopharyngodon. Berasal dari China, ikan ini banyak dibudidayakan untuk dikonsumsi dan kemampunnya dalam melahap gulma (again). Kebutuhan makanan mudah didapat (rumput liar) dan bisa tumbuh besar dalam waktu cepat.

Ikan grass carp merupakan ikan air tawar yang hidup pada suhu antara 20 derajat hingga 30 derajat celcius. Namun, ikan ini masih bisa bertahan juga di kisaran suhu 15 derajat celcius.

Agar pertumbuhan maksimal, pembudidaya perlu menyiapkan lahannya dengan baik. Mulai pengeringan lahan, membajak dan memberi pupuk kandang. Pemberian pupuk kandang bertujuan untuk memperkaya makanan alami si ikan. Setelah itu kolam atau empang siap diisi air.

Ikan grass carp indukan biasanya dapat berkembang biak di musim penghujan. Indukan yang akan dipijahkan diambil dari ikan yang berusia sekitar satu tahun.

Soal memijahkan ikan Graskap, daripada kepanjangan, next post aja. 

Fakta Unik Ikan Grass Carp (Graskap - Braskap - Baskap)
Masih Meeting

Grass carp paling suka makan ganggang. Tapi, ketika makanan favoritnya itu tidak tersedia, ikan ini bisa memakan segala jenis tanaman air lainnya. Untuk memacu pertumbuhan diperlukan makanan maksimal, seperti rumput gajah maupun rumput lain. Tenang aja, segala jenis rerumputan mereka doyan.

Grass carp termasuk ikan yang cepat besar. Dalam waktu setengah tahun (6 bulan), grass carp yang semula berukuran panjang 20 centimeter bisa berkembang menjadi 45 cm. 


Ukuran ikan dewasa bisa mencapai panjang 120 cm. Yang penting jangan sampai telat makan aja. Makanan utama dan tambahan.

Jadi, enam bulan panen maksudnya adalah jika budidaya Graskap untuk tujuan ikan KONSUMSI.


Disclaimer : Ane gak mau bikin tulisan hoax. 

Cek video ikan graskap milik ane di bawah ini :



Tambahan
 
You know, banyak orang memelihara ikan dan bermimpi ikannya bisa cepat bertumbuh besar. Sayangnya ikan yang dia punya CUMA direndam di air, gak dikasih makan. Mimpi namanya.

Pemberian pakan seminggu sekali, udah full makanan, katanya.

Tergiur literatur di internet, bisa panen ikan hanya sekian bulan, dst, dst. Tapi saat dia terjun di bisnis pembesaran ikan, malah ikannya disuruh puasa. Kan kesian.

Nih kukasih tau, perikanan di luar negeri yang udah modern (pake liner, filter, pake heater, pengatur suhu, Ph, dll, dll) bisa panen ikan konsumsi 6 bulan. Itu ikan dikasih makan bergizi 4 x sehari.

Harusnya Indonesia yang beriklim tropis bisa lebih mudah dari itu.

Foot Note : Postingan iki mung pindahan (edit sitik) seko blog sebelah. Suwe ra diurus nganti email disabled plus domain hangus. Yowes.
ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending