Monday, May 22, 2017

Renovasi Garasi

with 0 Comment
Dalam ilmu SEO, gak boleh bikin judul postingan hanya "Renovasi Garasi". Pamali, katanya. Gak pake keyword, mana bisa masuk SERP. Judul yang gak menarik berbanding lurus dengan minimnya visitor.

Harusnya dikasih judul "Subhanallah, Inilah Desain Garasi Super Keren", atau "Cara Orang ini Bikin Garasi bisa Bikin Kamu Mangap", atau "Asal-asalan Renovasi Garasi, Ternyata Hasilnya WOW!!. 

Atau apa lagi yaaa.. Oh "Kebesaran Tuhan, Bangun Garasi dari Hasil Ngeblog", Ha ha.. 



Atau yang lebih bikin penasaran "Begini Akibatnya Bikin Garasi tanpa Ilmu Arsitektur". 

Ada lagi "Garasi Minimalis, No 3 Paling Bikin Ngakak.

Ha ha ha.. Ane ngakak sendiri. 

Ada-ada aja emang trik blogger untuk menarik visitor. Kadang ngeselin juga bikin judul super bombastis, setelah diklik ternyata isinya meeeehhh.. bikin sakit mata.

"OK.. Stop talking bullsh*t about others, Next!!"

So, special blog ini, persetan lah sama Judul Post. Blog ini adalah blog diary (baca : prasasti - untuk melukis memory - personal life journal). Disini trik SEO adalah nomor tujuh belas sekian.



Renovasi garasi tahap awal pernah ane coret-coret di sini : Building Man Cage - Private Bunker

Dulu niatnya cuma nutup rapet aja biar gak ada penyusup yang masuk. Tapi belakangan setelah beli gerobak balap yang udah tua renta, akhirnya pagar (+ jendela + pintu) yang belum lama dibangun, harus dijebol lagi. Ganti pakai rolling door seharga 375K per meter persegi. He he..

Kasian kalau ditaruh diluar mulu, takut demam.  

Gerobak Balap - Disponsori Google AdSense
Renovasi Garasi Seadanya. Asal sang Gerobak Balap bisa masuk kandang. Gak enak juga lama-lama parkir di pinggir jalan depan rumah. Selain rawan menggoda maling, juga bisa ganggu lalu lalang kendaraan lain.

BTW, akhir-akhir ini, di daerahku para maling jahanam udah naik level. Biasanya dikit-dikit denger kabar maling motor, tapi belakangan juga (bukan jarang) denger kabar ada mobil kemalingan. Kan syerem..


Demi bisa tidur nyenyak di malam hari. Alhasil, ane harus renovasi garasi belakang (lagi). Pager yang belum lama dibangun pun dijebol (lagi). 

Tampak di foto, Jono dan Jembal sang tukang bangunan profesional lagi plaster tembok garasi.


Well.. this is called ngecor lantai. Double cor aja sih biar tambah kuat. Pakai adonan beton yang bagus. Lantai dibikin agak miring biar air bisa ngalir. Siapa tau kan besoknya mau nyuci kendaraan di dalam garasi. Ha ha.. (ketawa palsu).

Ukuran garasi 6 x 4 meter. Cukup lega untuk sekedar naruh satu mobil. Sampingnya masih cukup untuk lari-larian.


Sayang belum bisa dicat. Bukannya belum ada dana. Tapi emang karena tembok garasi masih basah embun setelah diaci. Kalau nekad dicat bakalan jadi motif dalmatian temboknya.

Lagipula bagian tembok atas depan malah belum diplaster segala. Kalau yang ini emang karena persoalan dana. He he..  Disamping objeknya panjang. Muter dari ujung belakang rumah sampai depan. Juga karena repot, kudu bikin jrambah dulu (apalah istilahnya itu). Itu loh yang alat gede untuk manjat-manjat. Gak cukup pake meja kursi, tangga, ataupun jembatan bambu rakit. 

Nevermind lah..


And this.. adalah versi before-nya. See the transformation, huh? 

OK then, berhubung matahari udah mulai muncul, saatnya ekting sibuk di dunia nyata. Lagipula breakfast udah ready. Gak enak udah ada yang masakin malah gak dimakan. Huehehehe..

Planet Earth, May 23 - 2017 (06:49 am)


Kata bijak hari ini : "Normal is Boring"

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending