Saturday, August 6, 2016

Panen Jambu Biji Sukorejo

with 0 Comment
Bibit jambu biji dari Sukorejo. Iseng-iseng kutanam di kebunku. Pertumbuhannya luar biasa. Beda jauh jika dibanding dengan pohon jambu biji lokal (biji putih), yang bahkan harus nunggu panen bertahun-tahun sejak ditanam. Namun pohon jambu dari Sukorejo ini hanya dalam beberapa bulan tanam, udah berbuah banyak.. dan siap panen. 
 
Karena masih ada satu pohon jambu biji lokal di depan rumah ane. Udah ditanam sejak lama, saking lamanya sampai lupa. Yang jelas, udah bertahun-tahun ditanam. Sampai sekarang belum berbuah juga.
 
Panen Jambu Biji Sukorejo
Buah jambu siap panen
Di atas adalah penampakan buah jambu di kebunku. Udah siap panen (baca: siap petik). Namun bukan untuk dijual, melainkan cuma untuk konsumsi pribadi. Itu karena ane cuma punya 2 pohon. Coba kalau banyak, jadi aja disetor ke pasar buah. Ha ha..

Sebenernya pengen nambah bibit jambu lagi untuk ditanam di kebun. Namun karena jarak Sukorejo lumayan jauh, jadi malas. Lebih tepatnya, karena udah gak ada temen yang stay di sana. Kan capek kalau gak ada tempat transit (baca : tempat untuk ngerampok makanan), bisa-bisa tua di jalan.

Panen Jambu Biji Sukorejo

Suer samber gledek. Buah jambu udah dipetik segini banyaknya, tapi yang masih menggantung di pohon (baca: belum dipetik) masih banyak. Bahkan belum ada separuhnya. Dan buah jambu yang ada di plastik ini hanya dari berasal dari satu pohon. Belum pohon yang satunya lagi. Keren sekali kan?

Seperti yang ada di coretan ini : Pohon Jambu Biji Merah dari Sukorejo
 
Di situ ane katakan bahwa buah jambu ini udah sering digondol maling maniak gratisan pecinta barang haram. Namun buahnya masih tetep banyak. Bahkan ane sendiri sama sekali gak berasa kalau sering dimaling. 

Adalah Kang Nur. Seorang petani sukses yang mempunyai ladang persis di sebelah kebunku. Beliau pernah memergoki gerombolan ABG lagi maling jambu, pepaya dan buah jeruk punyaku. Lalu Kang Nur ini berinisiatif untuk membikin jera para anak alay itu. 
 
Dia kumpulin semua sampah sisa buah-buahan yang berserakan di kebunku, lalu dia bawa ke masing-masing rumah maling alay itu. Tunjukin ke orang tuanya biar malu. Mampus dah semuanya..

Ha ha.. Pokoknya Kang Nur is the best..

FYI, Kang Nur ini adalah orang rendah hati. Usianya udah agak tua, 50 sekian tahun. Dia gak pernah memakai barang mewah, rumahnya pun semi permanen sangat sederhana. Penampilan layaknya orang biasa, bahkan dia gak punya kendaraan pribadi. Jangankan mobil, bahkan motor dia gak punya. 
 
Namun jangan salah, karena sebenarnya dia adalah juragan (baca: milyarder). Dia punya banyak sekali ladang luas. Punya anak 5, semuanya dia kasih rumah gedongan beserta kendaraannya. Masing-masing anaknya juga dikasih beberapa kebun untuk iseng-iseng diolah. 

Yang aneh adalah.. jangankan nyetir mobil, bahkan sejak dulu dia gak bisa mengendarai motor. Padahal sebenarnya dia bisa dengan mudah membeli puluhan mobil sekelas avanza tanpa berasa. If you know what i mean..
 
Suatu saat (gak tau kapan) dia pengen juga iseng-iseng belajar naik motor, gitu katanya. Oke deh, Kang.. never too late..
 
Dan yang paling penting dari seorang Kang Nur ini adalah.. selain pekerja keras, beliau orangnya sportif dan sangat jujur. Punya integritas tinggi. Gak mau ngakalin orang, apalagi mau menang sendiri. Bener-bener mental juara. 
 
Baca jangan : 
Kerja bukan untuk nyari uang, tapi nyari rejeki yang berkah..

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending