Tuesday, July 12, 2016

Prospek Budidaya Ikan di Kolam Tanah

with 0 Comment
Pasokan air sangat berlimpah di sekitar area kampungku. Hal ini sangat menguntungkan bagi para pecinta ikan. Sudah sejak dulu banyak orang di kampungku hobi memelihara ikan. Walaupun kebanyakan adalah ikan konsumsi untuk pribadi. Dan hanya sebagian kecil orang yang memelihara ikan untuk usaha. Itupun cuma dijadikan usaha sampingan dengan penghasilan tahunan. Hampir semuanya adalah budidaya pembesaran ikan untuk dijual saat hari raya.

Here I am..

Prospek Budidaya Ikan kolam tanah
Mina Padi

Sebagai seorang mata duitan sejati yang sedang dalam level serakah. Akupun gak pengen ketinggalan, gak pengen kehilangan kesempatan. Maka saat orang lain hanya punya satu atau dua kolam, aku berniat membuat puluhan kolam sekaligus, bahkan kalau perlu.. ratusan. Saat orang lain hanya punya kolam pembesaran, aku bermimpi untuk mempunyai sepaket kolam ikan lengkap, yaitu kolam pemijahan (pembenihan), pembibitan, pendederan, pembesaran, dst, dst.

Saat orang lain hanya memelihara ikan konsumsi, aku tertarik budidaya ikan hias pula. Intinya, aku pengen jadi pelaku budidaya ikan nomor satu, minimal di kampungku. He he..
 

FYI
Prospek Budidaya Ikan kolam tanah
Zoom In
  • Sumber pasokan air kolam di kampungku berasal dari mata air alami yang ada di luar area pemukiman. Sedangkan satu-satunya sumber air yang masuk ke perkampungan adalah air PDAM (air ledeng). Jadi hampir gak ada orang yang memelihara ikan di tengah pemukiman. Semua kolam ikan milik penduduk berada di area terbuka di luar kampung. Artinya, kampungku tetep indah, gak ada bau amis, apalagi aroma anyir selayaknya perkampungan nelayan darat. He he.. 
  • Kampungku dikelilingi banyak sekali mata air alami. Ada yang besar dan ada yang kecil. Salah satu mata air yang cukup besar, diambil alih dan dibangun oleh pemerintahan Belanda sejak tahun 1924 untuk dialirkan ke berbagai penjuru kota Wonosobo. Namun saat ini, status mata air (dan bangunan pendukungnya) sudah dimiliki PDAM. Jadi PDAM ini hanya melanjutkan operasional sisa-sisa penjajahan Belanda. Namun bukan berarti kampungku masih dalam masa penjajahan PDAM loh. Semoga aja kampungku selalu diberkahi karena udah melakukan sedekah jariyah dengan berbagi air ke seluruh penjuru setiap waktu. 
  • Jangan dikira penduduk kampungku mendapat air ledeng gratis dari PDAM. Semua orang tetep punya rekening air dan wajib membayar setiap bulannya. Hal ini perlu digaris bawahi.. dicetak tebal.. dengan MENGGUNAKAN HURUF KAPITAL.. karena banyak juga orang-orang di luar sana sering mengira bahwa saat PDAM mengambil SDA berupa mata air di suatu daerah, maka daerah itu bakalan mendapat pasokan air ledeng gratis dari PDAM sebagai kompensasi. That’s not true..
  • Untungnya, masih banyak mata air lain di luar pemukiman, jadi penduduk kampungku bebas membuat kolam seenaknya. karena air mengalir berlimpah sepanjang tahun.
The Victory Start Here

Prospek Budidaya Ikan di Kolam Tanah
Kolam Pertama

Sekitar tiga tahun yang lalu, aku mulai memelihara ikan. Ada satu kolam milik Babeh yang udah jutaan tahun gak kepakai, gak terawat, bahkan gak pernah ditengok sama sekali. Sepanjang ingatanku, terakhir kali aku pergi ke kolam itu.. waktu aku masih SD. Parah banget dah pokonya..

Daripada mubazir.. kan mending kupakai untuk miara ikan.

Awalnya bener-bener hanya iseng. Aku taruh ikan nila, lalu ikan mas lokal, sampai ikan lele. Tapi lama-lama jadi ketagihan. Melihat ikan berenang-renang.. bukan hanya menjadi sekedar hobi, namun semakin lama malah semakin menjadi candu. Ha ha..

Sampai beberapa waktu kemudian, aku dan dua orang kawanku iseng memijahkan ikan lele. Ternyata berhasil. Itu adalah awal aku geleng-geleng kepala.. dibikin shock oleh ikan. Baru tau kalau dari beberapa ekor indukan aja bisa menghasilkan ribuan (bahkan mungkin puluhan ribu) anakan ikan.


Momen itu yang bikin aku tertarik. Kupikir budidaya ikan ini bakalan menjadi bisnis yang cukup cerah jika diseriusin. Maka pada level selanjutnya, aku dan kedua kawanku yang lain mulai ekspansi membuka kolam baru. Dari 2 kolam menjadi 4 kolam, lalu berlanjut menjadi 6 kolam, kemudian 8 kolam plus satu area sawah untuk pembesaran ikan dengan sistem mina padi. Lokasi kolam semuanya berada di area terbuka, tepatnya di daerah persawahan, di luar pemukiman penduduk.

Prospek Budidaya Ikan kolam tanah
Zoom Out
Kenapa bisa berkembang sepesat itu? Karena yang kubikin adalah kolam tanah yang cenderung tanpa modal (asal udah punya lokasi duluan, ha ha..). Sedangkan mina padi bisa dibilang hanya "kolam numpang". Dan yang paling signifikan adalah adanya kolam pemijahan yang hampir setiap hari bisa memproduksi ratusan (bahkan ribuan) anakan ikan. Kolam inilah yang menjadi mesin produksi tanpa henti. Sehingga beberapa waktu kemudian, kolamku menjadi penuh ikan. Area sawah pun dipenuhi populasi ikan. Sampai-sampai tanaman padi menjadi tak terawat dan gagal panen.

To be continue..

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending