Saturday, July 9, 2016

Perusahan Mitra - Distributor Bibit dan Pakan Peternakan

with 0 Comment
Memenuhi kebutuhan pakan adalah perjuangan paling berat dalam bisnis peternakan. Dan ini berlaku untuk binatang apapun.. baik itu ayam potong.. ayam petelur, bebek pedaging.. bebek petelur, burung puyuh maupun budidaya ikan, bahkan berlaku untuk binatang pemakan rumput sekalipun.

Sebut saja Ayam
Bayangkan.. untuk memelihara 300 ekor ayam potong dalam waktu 1 periode panen (40 hari) bisa membutuhkan dana 10 juta rupiah hanya untuk memenuhi kebutuhan pakan. Itupun udah dicampur-campur dengan pakan tambahan racikan sendiri untuk menekan biaya.

Dana yang dikeluarkan ini berbanding lurus dengan jumlah kuantitas ayam di kandang, berlaku kelipatannya. Belum lagi urusan perlengkapan lain, seperti fasilitas kandang maupun peralatan pendukung yang wajib ada.

Terlebih lagi, kendala bisnis peternakan bukan hanya mengenai kebutuhan pakan, namun juga persoalan distribusi hasil ternak.

Peternak VS Pengepul

Salah satu musuh bebuyutan para peternak sejak jaman dulu adalah rendahnya harga daging di level pengepul (distributor). Pengepul hobi sekali menekan harga. Mereka dengan mudah membeli daging ayam  seharga 1015 ribu per kg dari peternak (produsen), lalu dijual lagi seharga 20 – 30 ribu per kg kepada konsumen. Peternak mustahil menolak, karena semua pengepul kompak.

Misalnya (seperti contoh di atas).. untuk memelihara 300 ekor ayam potong (dalam satu kali periode) membutuhkan 10 hari persiapan kandang + 40  hari pembesaran. Setiap hari peternak berjuang mati-matian merawat ayam siang dan malam. Pada akhirnya, paling menghasilkan 2 juta nominal keuntungan.

Namun hasil jerih payah peternak ini bisa dieksekusi pengepul hanya selama 1 - 7 hari dan bisa menghasilkan 5 – 10 juta laba bersih. Easy money..

Selain menjual ayam hidup hasil collecting dari para peternak.. untuk mendongkrak penjualan, mereka biasanya mempunyai rumah jagal ayam.  Penjualan daging mentah siap olah ini yang hasilnya gila-gilaan.

Perusahan Mitra - Distributor Bibit dan Pakan Peternakan
Miara ayam untuk konsumsi pribadi
Iya, sekali aja mereka bisa membuka pasar, yaitu mempunyai link konsumen tingkat akhir (end user). Maka para pengepul bisa dengan mudah bergelimang harta.

Sementara para peternak jungkir balik berjuang merawat ayam-ayamnya agar tetap hidup dengan resiko kerugian yang tinggi. Para pengepul malah “membunuh” ayam-ayam itu dalam sekali pertemuan dengan hasil keuntungan yang berlipat ganda.

Apakah para pengepul ini salah? No, mereka hanya kapitalis, ha ha..

Perusahaan Mitra Peternak

Ada tren baru yang membuat banyak peternak tergila-gila, yaitu bermitra dengan perusahaan. Walaupun konsepnya sama aja, yaitu sebagai distributor.

Bedanya.. pengepul bergerak secara independen, sedangkan perusahaan mempunyai legalitas hukum.

Para peternak yang gerah dengan kelakuan pengepul independen, ramai-ramai mulai beralih menyandang status mitra perusahaan. Apalagi semua dilakukan berdasarkan sistem kontrak (MOU hitam di atas putih), sangat meyakinkan.

Mengenai pengadaan bibit ayam dan kebutuhan pakan, semua dipasok perusahaan. Bahkan peternak gak perlu repot mondar mandir, karena segala transaksi (pembelian maupun penjualan) dilakukan dengan sistem antar-jemput . Gak perlu capek-capek lagi nyari bibit ayam, nyari pakan, nyari kawan untuk sharing maupun konsultasi, apalagi nyari pembeli saat masa panen, tinggal mager aja nungguin ayam di kandang kesayangan. Semua beres hanya dengan modal telpon dan sms.

Iya, peternak hanya mempunyai kewajiban untuk menyediakan lokasi (kandang) dan mengurus operasional ayam sehari-hari. Sisanya dicover perusahaan mitra. Secara kasat mata terlihat lebih menyenangkan dibanding beternak swadaya, tapi justru inilah permasalahannya.

Apa Permasalahannya?

Perusahaan mitra ini bukan hanya bergerak sebagai distributor hasil ternak. Tapi juga jualan bibit ayam maupun pakan ayam (por, konsentrat, obat-obatan, suplemen, dll). Bahasa gaulnya : pengadaan barang dan jasa.

Apakah harga bibit ayam yang dipasok perusahaan lebih murah dibanding harga bibit di pasar? No, sama aja. Bahkan seringkali lebih mahal.

Apakah peternak boleh membeli bibit ayam di tempat lain? No, ingat kontrak. Lagian biasanya peternak punya integritas tinggi, takut melanggar perjanjian.

Apakah harga pakan ayam yang dipasok perusahaan mitra lebih murah dibanding harga pakan di pasar? No, sama aja. Bahkan kadang lebih mahal.

Apakah peternak boleh membeli pakan ayam di tempat lain yang lebih murah? No, dilarang keras. Lagipula biasanya peternak adalah orang desa yang takut dosa, gak mau dianggap wanprestasi.

Saat masa panen, apakah perusahaan mitra membeli ayam dengan harga lebih tinggi dibanding pengepul independen? No, sama aja. Alibinya pasti menyesuaikan standard harga pasar. Gak mungkin dong lebih tinggi, mustahil banget. Apalagi sejak awal udah antar-jemput, segala pasokan dikirim secara delivery sampai tujuan. Emangnya pertamina ngasih BBM gratis apa.

“Sory Bos.. harga pasar lagi anjlok nih..”

“Dengkulmu anjlok.. !!”

Sementara peternak berusaha memegang teguh MOU perjanjian kontrak, namun seringkali pihak perusahaan seenak udel melanggar. Emangnya udel enak?

Contoh paling sering terjadi : Ayam udah siap panen, namun perusahaan gak responsif. CP susah dihubungi, ujungnya si driver yang mengangkut hasil panen datang terlambat. Bahkan seringkali mundur beberapa hari. Asal tau aja, untuk operasional ayam potong yang udah siap panen itu biayanya gak main-main. Sehari bisa menghabiskan jutaan rupiah, karena ayam udah besar-besar, butuh pakan dalam jumlah besar pula, belum lagi resiko kematian, dst, dst. Bayangkan kalau peternak ini menghandle ribuan ekor ayam, kan bisa nangis darah kalau sampai perusahaan mitra ini telat ngambil sehari aja.

“Sory Bos, kemaren ban bocor.”, “Sory Bos, kemarin kuota internet habis”, “Sory Bos, kemaren HP kecemplung got.”, “Sory Bos, kemarin ane ketiduran.”, “Sory Bos kemarin lupa.”, “Sory Bos, kemarin mendadak demam trus pingsan, trus opname, trus meninggal dunia.”. Gitu kata drivernya.

Apakah ini kesalahan driver yang bertugas menjemput hasil ternak? No, driver gak mungkin tega menjatuhkan peternak secara personal. Melainkan perusahaan mitra lah yang bertanggung jawab mengatur distribusi dan pemasaran.

Sayangnya, peternak biasanya orang kecil yang over pemaaf. Mana berani mereka menggugat perusahaan. Takut keluar biaya lebih katanya. Atau malah takut dituntut balik karena melawan perusahaan dengan pengacara mata duitan.

Last Questions :

Apakah peternak boleh menjual hasil ternaknya ke tempat lain? 


No way..

Walaupun perusahaan itu telat ngambil panenan? 


Iya..

Apakah kalau perusahaan mitra telat ngambil panen trus bertanggung jawab ngasih ganti rugi kepada peternak? 


Ngapain, ogah banget..

Trus misalnya nih.. ada tetangga pengen ngecer 2 ekor ayam aja, berani beli 25 ribu per kg.. kan peternak untung karena mendapat harga jual lebih tinggi, tetangga juga untung karena mendapat harga beli lebih rendah daripada di pasar. Masak tetep gak boleh? 


Absolutely NOT..

Misalnya lagi lebaran, kan harga sembako menjulang tinggi, termasuk daging ayam. Boleh gak.. buka lapak di pinggir jalan? Kan lumayan tuh setahun sekali peternak bisa untung besar. Apa tetep gak boleh? 


Kalau ini boleh kok, sekali-kali bikin peternak bahagia pas lebaran deh.. asal abis itu dia siap masuk penjara. He he..

Kesimpulannya : Pengepul independen maupun perusahaan mitra.. sama-sama kapitalis, ha ha..

Di luar semuanya, paling enak adalah ternak ayam untuk konsumsi pribadi. Bebas gak ada beban. Seperti halnya dalam video ini, he he..



Jika video gak muncul bisa klik ini untuk meluncur youtube :
Raising Meat Chickens (Broiler) Only 1 Month

Indonesia bukan tanah airku.. tanah masih beli.. air masih bayar..

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending