Friday, July 1, 2016

Kendaraan adalah Alat Tranportasi, Bukan Alat Pamer

with 0 Comment
Well, kupikir semua orang juga tau, kendaraan memang sejatinya adalah alat transportasi, bukan alat pamer. Dari dulu gitu, tujuan awalnya sih begitu.

Tapi, kenapa banyak diantara kita yang mendadak stres hanya karena body motor lecet atau bumper mobil penyok? Apakah karena lecet dan penyok trus menghilangkan fungsi kendaraan itu sebagai alat transportasi? Nope, kan mobil tetep masih bisa jalan seperti biasa. 


Bahkan, banyak juga yang mendadak emosi, saat mobil nyerempet pohon trus baret walau 10 senti. (sekali lagi) padahal fungsinya sebagai alat transportasi kan masih normal-normal aja. Masak iya mobil baret 10 cm trus mendadak mogok gak mau nyala.


So, kenapa emosi?

Karena mahal? Mungkin.

Lalu ada lagi, ane pernah tau.. ada anak kecil dimarahin ayahnya, karena dia dianggap gagal ngarahin mobil. Cuma karena mobil nyenggol pohon saat ayahnya mencoba parkir. Anaknya dibego-begoin.

Gak masuk akal, tapi ada.

Ane kadang penasaran.. efek apa yang didapat anak kecil itu di kemudian hari. Mungkin dia jadi trauma, ogah bantuin parkir lagi. 

Atau lebih daripada itu.. 

Apa pula yang ada di pikirkan ayahnya. Anak sendiri dibentak-bentak, bahkan kadang main tangan. 


Modifikasi body Tiger dan cover tank fiberglass custom DIY
Modifikasi body Tiger dan cover tank fiberglass custom DIY

Cuma karena gagal parkir, tapi orang-orang terdekat malah dijadikan pelampiasan. Menjadi sasaran kemarahan. Kasian..

Kenapa gak marahin aja pohonnya, salah sendiri numbuh di situ. Kan lucu, lumayan untuk materi video youtube.. yang salah siapa.. yang disalahin siapa.

Intinya,  pemilik kendaraan kadang-kadang memang suka kehilangan akal sehat. Lupa prinsip dasar tadi, bahwa kendaraan adalah alat transportasi.


Jadi kenapa bisa kehilangan akal?

Ok to be fair, mungkin kudu berfikir lebih luas lagi. 

Di satu sisi, tujuan awal kendaraan memang  untuk alat transportasi. Tapi di sisi lain, manusia juga mempertimbangkan faktor lainnya, seperti keamanan, kenyamanan, keawetan, maupun kecepatan.

Maka seringkali muncul keinginan untuk mengganti kendaraan yang bisa meng-cover semua itu, kendaraan yang lebih berkelas.. seperti mobil Alphard, misalnya. He he.. Siapa pula yang gak pengen.

Walaupun lebih mahal, tapi pertimbangan dari segi manfaat yang diperoleh, mungkin juga sepadan. Mungkin loh ya..

Masalahnya.. harga yang mahal inilah, yang kadang membuat pemilik kendaraan menjadi kehilangan akal tadi. Dia jadi lebih sayang mobil dibandingkan keluarganya sendiri. 


Contoh klise, servis kendaraan rutin dilakukan, tapi gak pernah check up kesehatan untuk keluarganya. Sangat klise, mobil tiap hari dielus-elus, anak tiap hari ditendang-tendang.

Its a weird world.

Ada juga yang bilang, mahalnya mobil berbanding lurus dengan tingkat kesombongan pemiliknya. Walaupun gak selalu.. tergantung lingkungan, atau banyak faktor yang lain juga.. tapi ada kemungkinan lah seperti itu.




Alat transportasi VS Alat Gengsi

Bayangin saat orang mudik lebaran mengendarai Ferrari. Yakin itu orang cuma butuh kecepatan? Atau ingin mendongkrak reputasi di kampungnya? 


Tujuan awal diciptakan kendaraan untuk alat transportasi, lambat laun bakalan luntur, berubah gengsi.

Modifikasi cover tank Tiger dan Spakbor
Modifikasi cover tank Tiger dan Spakbor
Pakek ngomongin Alphard sama Ferrari segala. Gak perlu jauh-jauh.. liat aja gimana adek-adek ABG kekinian ketika mereka memodifikasi motor. Apa demi keamanan, kenyamanan, kecepatan, mungkin biar sekedar enak dipandang.. atau cuma mau pamer? Biar diperhatiin orang-orang kah?

Saatnya ane bilang.. "zzzzzzzzzz" (baca : ora mudeng)



Disclaimer :
Tulisan ngelantur ini terinspirasi karena abis ngeliat motor diceperin 5 cm dari aspal, ban dikecilin, dan body bling bling mengkilap semua.. 

Abaikan foto-foto di atas. Itu cuma modifikasi gagal motor Honda Tiger punyaku dulu. Kupajang di sini karena terserah. Blog-blogku, sak karep-karepku.


0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending