Monday, July 25, 2016

Harga Jahe Bulan Juli Tahun 2016

with 1 comment
Sebelum puasa kemarin, harga jahe udah mencapai Rp. 7000 /kg. Memasuki bulan Ramadhan, malah turun menjadi Rp. 4500 /kg.

Rencana mau panen jahe untuk THR terpaksa ditunda. Padahal udah masa panik mau lebaran. Tapi kukira masih ada harapan, siapa tau harga jahe ngikut harga sembako juga.

Ternyata.. semakin mendekati lebaran, harga jual jahe malah semakin mengenaskan, menjadi Rp. 3500 /kg. 

Harga Jahe Bulan Juli Tahun 2016
Jahe dalam pagar (kotak) gedek (bambu)
Musnah deh harapan THR dari jahe. Karena waktu udah gak keburu, gak memungkinkan untuk panen. Maka udah fixed, bahwa panen jahe bakalan dilakukan pasca lebaran.

Skip Lebaran
Update bulan Juli 2016 (tepatnya seminggu setelah hari raya) harga jual jahe justru anjlok menjadi Rp. 2000 /kg.

Nasib.. nasib.. kapan bisa jadi milyarder kalau begini ceritanya.. ha ha..

Kasian para petani jahe (termasuk ane, ha ha..). Terancam batal panen tahun ini (semoga enggak). Untung jahe bisa bertahan menahun di dalam tanah. Jadi panen bisa diundur, nunggu harga bagus. 

FYI.. Periode panen tahun lalu padahal harga jual jahe nyampe Rp. 12.000 /kg. Periode sebelumnya lagi malah lebih tinggi, yaitu Rp. 15.000 /kg.

Namun tahun ini, bukannya semakin naik, kok ya malah semakin terjun bebas.

Baca kalau mau : Budidaya Jahe Indonesia Memecahkan Rekor Dunia

Sejak dulu harga jahe emang fluktuatif. Tapi akhir-akhir ini prospek bisnis (budidaya) jahe memang semakin suram.

Semoga aja bulan-bulan depan harga jahe berpihak kepada petani jahe, bukan hanya pengepul jahe dan perusahaan pengolah produk jahe he he he..

Harga Jahe Bulan Juli Tahun 2016
Jahe dalam polybag
Disclaimer :
Harga jahe di atas berdasarkan info dari dari beberapa pengepul jahe di Wonosobo. Tepatnya pengepul yang beroperasi di area pasar Kaliwiro, pasar Sapuran, dan pasar Garung.

Jangan dibuka, nanti ketularan :

Selengkapnya buka di sini :

Kamus Mini
FYI : For Your Info

Maling Jahanam !!

with 0 Comment
Suatu hari ane kehabisan odol (pasta gigi) di rumah. Daripada keluar rumah gak berani mangap. Terpaksa sikat gigi pake sabun mandi. Lumayan lah, mulut jadi wangi. 

Lagipula siapa tau di jalan ketemu orang.. trus dikira abis nyemil sabun.. atau mungkin dikira over dosis karena mulut masih berbusa. Itung-itung bisa jadi bahan cerita di blog. Ha ha..

Pagi itu ada janji ketemuan dengan seorang kawan lama, Indah namanya. Namun sebelum itu, ada janji lain yang harus dipenuhi duluan, yaitu kencan dengan ikan-ikanku di kolam untuk ngasih mereka makan.

Berangkat ke Kolam
 
Perjalanan menuju kolam ikan. Biar gak ketagihan sabun, mampir warung kelontongan dulu untuk membeli odol. Lanjut ketemuan dengan ikan-ikanku dalam misi untuk membuat mereka kenyang.


Dukung hukum potong tangan untuk maling (pencuri)
Pembuatan Kolam Baru
Abis itu langsung pergi ketemuan dengan kawanku tadi. Tapi daripada pergi kemana-mana membawa odol di dalam tas, lebih baik kutaruh odol itu di kabin (baca : gubuk) kolam.

Skip Udah Sore

 
Sebelum pulang ke rumah, mampir ke kolam untuk ngasih makan ikan lagi.. sekalian ngambil odol yang tadi pagi kubeli. 


Emang lagi sial.. ternyata odol itu hanya disisain kotak kosong kemasannya aja. Kali aja aku bisa sikat gigi pakai kertas karton bungkus odol.. yakali..

Kemana isinya? Digondol maling bedebah pecinta gratisan. Dikiranya nemu mungkin.. Masak odol di dalam kabin dikira nemu. 


Dasar mental bobrok !! 

Jangan emosi..

Nyuri odol, apa untungnya cobak? 

Apa dia gak mikir.. saat ngambil hak milik orang lain tanpa ijin, nantinya dia bakalan kehilangan sesuatu yang jauh lebih besar. Berapa nilai odol, harganya paling sepuluh ribu rupiah.

(MUNGKIN) besok rumahnya bakal kena angin puting beliung, lalu menghabiskan duit ratusan juta untuk renovasi. Cuma terkadang dia gak sadar bahwa rumahnya hancur gara-gara nyuri odol.

Lebay ah..

Tapi emang, nyuri odol gak harus dibalas sakit gigi, atau mendadak ompong. Bisa juga jatuh dari motor, walau gak punya motor. Bisa ketabrak mobil walau lagi tidur di rumah, bisa apapun. Yang jelas.. balasannya sama sekali gak sepadan.


Dukung hukum potong tangan untuk maling (pencuri)
Kolam Setengah jadi
Semakin gak rela barangnya dicuri, semakin berat balasannya. Semakin penting barang yang dicuri, semakin besar ancamannya. Semakin tinggi nilai barang itu, semakin pencuri sengsara. 

Minimal senilai hukuman potong tangan. 

Camkan itu, POTONG TANGAN, Ndes !!

Udah paten hukum langit, kejahatan pasti lebih berat balasannya. Perbuatan sekecil zarah (lebih kecil dari butiran debu) aja, udah pasti dibalas. Itu udah jaminan 100%, kok masih nekad aja. 


Dasar sampah masyarakat !! 

Sabar, Gan !

Bikin Pagar Kolam

 
Gak mau menyalahkan maling sepenuhnya. Lagipula gak ada saksi. Mau apa lagi..


Sementara, biarin dia berurusan dengan Sang Pembalas yang adzab-Nya sangat pedih. Lagipula ane juga kudu introspeksi. Apa mungkin karena kolamku terlalu terbuka lalu memancing orang berpikiran buruk. 

Mungkin aja kolamku terlalu menarik orang untuk berbuat jahat.

Lalu kuputuskan untuk membuat pagar bata mengelilingi kolam. Mungkin dengan begitu, orang jadi semakin sadar bahwa kolamku adalah area pribadi. Teritori properti yang gak boleh diterobos sembarang orang.

Gudang Peralatan Kolam Lama

 

Ada satu kolam kecil (beda lokasi namun) dekat dengan kolamku yang baru. Di dalam area kolam itu ada mata air alami yang mengalir sepanjang tahun. Udah bertahun-tahun dipagar rapat setinggi 3 meter bahkan mempunyai atap. 

Di sana ada kabin lawas yang kujadiin gudang menyimpan inventaris (peralatan dan perlengkapan) kolam, karena (Insya Allah) aman dari maling. 

Dukung hukum potong tangan untuk maling (pencuri)
Ada Mata air di dalam situ
Disamping itu, kolam ini juga kujadiin hatchery (kolam penetasan) untuk ikan kecil (yang mahal-mahal), karena cocok untuk bayi-bayi ikan, aman dari paparan cuaca (panas dan hujan) maupun predator.

Gudang Peralatan Kolam Baru

 

Namun setelah aku bikin pagar keliling di kolam yang baru, daripada capek mondar-mandir.. aku mulai menaruh peralatan di kabin yang baru. 

Satu per satu kubeli peralatan untuk melengkapi fasilitas kolam baru. Secara bertahap sesuai kebutuhan. Dari mulai pipa-pipa, hapa, karamba, keramat besi, seser, ember, alat grading, jaring sekat, linggis, palu, arit, pisau, cuplik, sepatu boot, cetok, cangkul, jas hujan, payung, dsb.. dsb.. sampai urusan pakan (por/voor/pelet), packaging, dan obat-obatan ikan semua ada di kabin yang baru.

Dasar Maling Jahanam
 

Saat proses pembangunan pagar sedang dilakukan, ada satu ember hilang. Ember yang biasanya dipakai untuk menampung anakan ikan (setelah induk memijah) ini lupa disimpan di tempat aman. 

Teledor, ceroboh dan gegabah, ha ha.. alat lain di simpan di kabin, ember ketinggalan di luar lalu pagi hari udah lenyap.

Bayangin, cuma semalem ditinggal udah raib.

Dukung hukum potong tangan untuk maling (pencuri)
Masih ada pagar setinggi 1 meter
Status pagar udah selesai sementara, kubikin setinggi 2 meter lebih, namun sayangnya ada satu sisi yang lain hanya setinggi 1 meter (maklum.. pembangunan juga bertahap tergantung cash flow). 

Walaupun predator udah gak bisa masuk, namun manusia (intruder) masih bisa melompat dengan mudah.

Alhasil.. pada suatu pagi, aritku raib digondol maling. Mustahil keslimpet karena kemarin sore (sebelum pulang) aku masih melihat arit itu di tempat biasanya. 


Arit di kolamku adalah alat super penting. Untuk memotong segala sesuatu.

Untuk mencari pakan alami ikan-ikanku, untuk dipakai kawanku membabat rumput di tepian kolam biar gak dijadiin tempat sembunyi kadal maupun ular (amit-amit deh ada ular di kolamku, jangan sampai), bahkan arit bisa digunakan untuk menyembelih saat pengen bikin ikan bakar di kolam. 

Karena begitu pentingnya arit, maka langsung beli yang baru. Namun aku masih dendam sama si maling. Suatu saat kalau ketemu, bakal kuhabisin sehancur-hancurnya. 


Whatever it takes !!

Jika orang dari luar kampung yang nyolong, gak mungkin hanya membawa arit, karena banyak alat lain yang jauh lebih berharga. Lagipula aku paham penampakan aritku setiap detailnya. 

Siapa tau.. suatu saat si maling ketemu.

Lagian udah fixed, si maling adalah tukang ngarit (translation : pencari rumput).

Dukung hukum potong tangan untuk maling (pencuri)
Situasi kolam sebelum dipagar (lagi ujan)
“Pake sok-sokan, memang harga arit berapa?”

Memang harga arit hanya 50 ribu rupiah, namun ini soal harga diri. Dan harga diriku tak terukur nilainya. He he.. bagaimanapun.. harta dan kehormatan wajib dijaga dan dipertahankan sekuat tenaga.

Kasus Kemalingan

 

Kasus 1
Adalah tetanggaku, Kang Besut. Dia bertahun-tahun punya kolam ikan. Ada ikan nila, gurameh, grass carp (braskap), dll. Sampai sekitar tiga bulan lalu kolamnya dikuras maling. Hanya disisain sebagian ekor ikan, disisain sedikit katanya. 

Dia marah-marah sendiri, tapi gak mau lapor polisi. Padahal dia punya orang yang diduga menjadi malingnya. Seminggu kemudian, Si Maling beroperasi lagi, menghabiskan ikan Kang Besut sampai tuntas dari kolamnya. Tak ada seekor ikanpun tersisa. 

Kasus 2
Adalah tetanggaku, Si Yatman. Dia baru bikin kolam baru untuk pembesaran ikan. Lalu kolamnya diisi dengan berbagai jenis ikan seharga jutaan rupiah. Dua hari kemudian kolamnya bersih dikuras maling, tak ada satupun ikan tersisa. Diapun pasrah tanpa perjuangan. 


Bayangin aja, cuma hitungan hari, Gan !!

Kasus 3
Adalah Si Behel. Setahun lebih dia punya kolam (air dalam) berisi ikan-ikan kualitas super. Ada ikan nila, ikan mas, ikan koi, comet, dll. Ukurannya udah di atas rata-rata. Bahkan gak ada satupun ikanku yang bisa menandingi kualitas ikannya Si Behel ini. 

Namun dia gak tau bahwa ternyata kuantitas (jumlah) ikan di kolamnya berkurang sedikit demi sedikit (dugaan : dipancing secara bertahap).

Sempat kupinjam satu indukan ikan mas betina untuk kupijahkan. Setelah berhasil memijah, kubalikin indukan ikan itu. Ternyata itulah kali terakhir si ikan terlihat.

Setelah itu dia mulai sadar bahwa banyak ikannya yang juga ikut menghilang. Dia berusaha (ekting) berfikir positif, mungkin ikannya kabur satu per satu.

(Padahal kolamnya rapat, suer deh rapet banget. Kolamnya dalem soalnya. Saluran pembuangan cuma satu dan sangat kokoh, tanpa ada tanda-tanda kerusakan. Kalau mau buka saluran juga harus berendem di dalam kolam, kan syusyah). 

Alhasil beberapa waktu kemudian, kolamnya benar-benar kosong tanpa ikan. Si maling sukses besar.

Dukung hukum potong tangan untuk maling (pencuri)
Kolam lama
Kasus 4
Adalah Si Har. Dia membeli puluhan ikan mas dan belasan ikan koi ukuran sedang (bernilai jutaan jugak). Pertumbuhannya pesat karena tiap hari dikasih makan roti tawar (kadaluarsa) sisa pabrik. Aman-aman aja untuk beberapa waktu. 

Giliran ditinggal ke luar kota 2 minggu untuk urusan bisnis. Pulang-pulang.. ikan koi miliknya habis, disisain ikan mas aja. Ada satu orang yang dicurigai.

Sayangnya, si Har juga pasrah tanpa perlawanan, tanpa usaha, tanpa perjuangan. Bukan rekjeki dia, katanya.

Itu hanya 4 kasus. Belum soal Naskuru, makwar, dll, dll. Kalau kutulis semua bakalan panjang kek skripsi. Karena masih buanyaaaaaak kasus lain.



Sayang..
 

Masalahnya, gak ada satupun korban pencurian yang mau menempuh jalur hukum. Takut keluar biaya, katanya. Gak sempat karena terlalu sibuk kejar setoran tiap hari. Kuatir prosesnya ribet. Sisanya karena malas berurusan dengan polisi.

Padahal lapor tinggal lapor aja, gak ada biaya. Seandainya tak satupun orang yang dicurigai sebagai pelaku juga gak papa, apa susahnya lapor. Minimal polisi trus jadi rajin patroli di area situ. 

Jika ada yang orang yang dicurigai sebagai si maling, biarin aja dipanggil polisi untuk interograsi, atau diselidiki, atau apapun istilahnya itu

Jika ada tersangka, apalagi punya saksi, udah pasti masuk bui. 

Biarin polisi yang ribet, emang kerjaannya gitu. Mereka digaji uang rakyat buat apa. Pelapor mah sama sekali gak ribet. (Berani ngomong karena udah 2 x pengalaman lapor polkis atas kasus yang berbeda).

Nenek-nenek nerobos properti trus ngambil biji cokelat di tanah (hasil runtuh) aja bisa masuk penjara berbulan-bulan, apalagi maling ikan yang nilainya berjuta-juta.

Conclusion

 
Saat ini kolamku udah full pagar setinggi 2 meter lebih. Duit 12 juta amblas untuk bikin pagar aja. Ini belum urusan pondasi, dll, dll loh 


Sekali lagi (untuk reminder pribadi), 12 juta hanya untuk membangun pagar batako aja. Camkan !!

Jika masih ada orang nerobos juga, urusannya bakal panjang. Pokoknya siap-siap aja mendapat mimpi buruk, hidup ogah mati gak mau. He he..

Dukung hukum potong tangan untuk maling (pencuri)
Udah full pagar setinggi 2 meter lebih
Udah gak jaman main hakim sendiri, apalagi norak-norak sok preman. melainkan jika ada orang nyenggol kolamku, fixed bakalan aku usahakan  pake jalur hukum. 

Minta bantuan LBH atau nyewa pengacara kalau perlu. Soalnya kalau dibiarin aja, bakalan semakin banyak korban. Jangan biarin maling berlarut-larut bergelimang harta haram, kasian. 

Minimal jadi peringatan untuk maling jahanam biar dia tobat di penjara. Heuheu.. 

Jangan Dibuka :

Rusuh = BUI
Ora percoyo? Jajal wae.. !!

Tuesday, July 12, 2016

Serangan Otter (Berang-berang)

with 0 Comment


Tulisan ini adalah lanjutan dari post:


Ada satu kolam ikanku (berisi indukan super) menghilang dalam semalam. Bukan karena dikuras maling pencinta gratisan, bukan karena saluran air kebobolan, melainkan karena kolamku dijadiin tempat pesta pora, yaitu menjadi tempat makan malam para berang-berang jahanam.

Orang Jawa sering salah kaprah menyebut otter/berang-berang sebagai linsang (lingsang). Padahal mereka dua spesies yang berbeda sama sekali.


budidaya ikan kolam tanah di sawah (mina padi)
Budidaya ikan kolam tanah
Ada satu ikan mas (lokal) cukup besar yang baru aja kubeli, ternyata  tak sanggup menginap semalam di kolamku (bahkan belum sempat kupamerin ke kawan-kawanku).. pagi harinya hanya disisain duri dan sisik-sisik di pinggiran kolam oleh berang-berang sialan. Kasian bener deh nasibnya.


FYI, aku dan kawan-kawanku udah lama sekali melakukan budidaya ikan di area persawahan.. dan aman-aman aja. Bahkan sempat ekspansi sampai membuat 8 kolam (pembenihan, pendederan) dan satu area persawahan (mina padi) yang berfungsi sebagai tempat pembesaran ikan.



Awalnya kukira budidaya ikan di area terbuka mempunyai prospek yang sangat cerah, namun ternyata hanya dalam satu malam.. kolam indukan yang berfungsi sebagai mesin produksi bibit-bibit ikan malah porak poranda diserang predator.


Yang paling ngeselin adalah.. mereka (otter) gak mau berburu ikan yang masih kecil (anakan), namun hanya menyerang kolam yang berisi indukan besar-besar yang mahal. Kan cedih.. 

Sekali aja berang-berang (otter) melakukan invasi, maka kolam yang berisi ikan-ikan besar ini bisa habis dalam sekejap mata tanpa sisa. Mungkin karena mereka (otter) mencari mangsa secara berkoloni (rame-rame). Gak mungkin kan kalau hanya seekor otter bisa ngabisin satu kolam.



Ancaman Predator

Semua orang punya musuh. Jika ada manusia yang bilang bahwa dia gak punya musuh.. buruan taburi mukanya pake pasir. 

Minimal ada satu makhluk yang wajib kita musuhi selamanya, yaitu setan. Ha ha.. karena setan adalah musuh yang nyata.

Sedangkan musuh yang harus dihadapi pelaku budidaya ikan selain otter (berang-berang) tadi adalah misalnya ular, kadal, burung cucuk urang, burung beleketupuk (apaan deh namanya), bahkan manusia (intruder). 

Maka dari itu kuputuskan, saat mendapat lokasi baru untuk kujadiin kolam ikan, mendingan kubikin pagar bata keliling rapat setinggi 2 meter untuk mencegah semua ancaman itu.

Jangan dibuka : Bikin Kolam Budidaya ikan di Wonosobo

 
Serangan Otter (Berang-berang) predator ikan
Like This

Prospek Budidaya Ikan di Kolam Tanah

with 0 Comment
Pasokan air sangat berlimpah di sekitar area kampungku. Hal ini sangat menguntungkan bagi para pecinta ikan. Sudah sejak dulu banyak orang di kampungku hobi memelihara ikan. Walaupun kebanyakan adalah ikan konsumsi untuk pribadi. Dan hanya sebagian kecil orang yang memelihara ikan untuk usaha. Itupun cuma dijadikan usaha sampingan dengan penghasilan tahunan. Hampir semuanya adalah budidaya pembesaran ikan untuk dijual saat hari raya.

Here I am..

Prospek Budidaya Ikan kolam tanah
Mina Padi

Sebagai seorang mata duitan sejati yang sedang dalam level serakah. Akupun gak pengen ketinggalan, gak pengen kehilangan kesempatan. Maka saat orang lain hanya punya satu atau dua kolam, aku berniat membuat puluhan kolam sekaligus, bahkan kalau perlu.. ratusan. Saat orang lain hanya punya kolam pembesaran, aku bermimpi untuk mempunyai sepaket kolam ikan lengkap, yaitu kolam pemijahan (pembenihan), pembibitan, pendederan, pembesaran, dst, dst.

Saat orang lain hanya memelihara ikan konsumsi, aku tertarik budidaya ikan hias pula. Intinya, aku pengen jadi pelaku budidaya ikan nomor satu, minimal di kampungku. He he..
 

FYI
Prospek Budidaya Ikan kolam tanah
Zoom In
  • Sumber pasokan air kolam di kampungku berasal dari mata air alami yang ada di luar area pemukiman. Sedangkan satu-satunya sumber air yang masuk ke perkampungan adalah air PDAM (air ledeng). Jadi hampir gak ada orang yang memelihara ikan di tengah pemukiman. Semua kolam ikan milik penduduk berada di area terbuka di luar kampung. Artinya, kampungku tetep indah, gak ada bau amis, apalagi aroma anyir selayaknya perkampungan nelayan darat. He he.. 
  • Kampungku dikelilingi banyak sekali mata air alami. Ada yang besar dan ada yang kecil. Salah satu mata air yang cukup besar, diambil alih dan dibangun oleh pemerintahan Belanda sejak tahun 1924 untuk dialirkan ke berbagai penjuru kota Wonosobo. Namun saat ini, status mata air (dan bangunan pendukungnya) sudah dimiliki PDAM. Jadi PDAM ini hanya melanjutkan operasional sisa-sisa penjajahan Belanda. Namun bukan berarti kampungku masih dalam masa penjajahan PDAM loh. Semoga aja kampungku selalu diberkahi karena udah melakukan sedekah jariyah dengan berbagi air ke seluruh penjuru setiap waktu. 
  • Jangan dikira penduduk kampungku mendapat air ledeng gratis dari PDAM. Semua orang tetep punya rekening air dan wajib membayar setiap bulannya. Hal ini perlu digaris bawahi.. dicetak tebal.. dengan MENGGUNAKAN HURUF KAPITAL.. karena banyak juga orang-orang di luar sana sering mengira bahwa saat PDAM mengambil SDA berupa mata air di suatu daerah, maka daerah itu bakalan mendapat pasokan air ledeng gratis dari PDAM sebagai kompensasi. That’s not true..
  • Untungnya, masih banyak mata air lain di luar pemukiman, jadi penduduk kampungku bebas membuat kolam seenaknya. karena air mengalir berlimpah sepanjang tahun.
The Victory Start Here

Prospek Budidaya Ikan di Kolam Tanah
Kolam Pertama

Sekitar tiga tahun yang lalu, aku mulai memelihara ikan. Ada satu kolam milik Babeh yang udah jutaan tahun gak kepakai, gak terawat, bahkan gak pernah ditengok sama sekali. Sepanjang ingatanku, terakhir kali aku pergi ke kolam itu.. waktu aku masih SD. Parah banget dah pokonya..

Daripada mubazir.. kan mending kupakai untuk miara ikan.

Awalnya bener-bener hanya iseng. Aku taruh ikan nila, lalu ikan mas lokal, sampai ikan lele. Tapi lama-lama jadi ketagihan. Melihat ikan berenang-renang.. bukan hanya menjadi sekedar hobi, namun semakin lama malah semakin menjadi candu. Ha ha..

Sampai beberapa waktu kemudian, aku dan dua orang kawanku iseng memijahkan ikan lele. Ternyata berhasil. Itu adalah awal aku geleng-geleng kepala.. dibikin shock oleh ikan. Baru tau kalau dari beberapa ekor indukan aja bisa menghasilkan ribuan (bahkan mungkin puluhan ribu) anakan ikan.


Momen itu yang bikin aku tertarik. Kupikir budidaya ikan ini bakalan menjadi bisnis yang cukup cerah jika diseriusin. Maka pada level selanjutnya, aku dan kedua kawanku yang lain mulai ekspansi membuka kolam baru. Dari 2 kolam menjadi 4 kolam, lalu berlanjut menjadi 6 kolam, kemudian 8 kolam plus satu area sawah untuk pembesaran ikan dengan sistem mina padi. Lokasi kolam semuanya berada di area terbuka, tepatnya di daerah persawahan, di luar pemukiman penduduk.

Prospek Budidaya Ikan kolam tanah
Zoom Out
Kenapa bisa berkembang sepesat itu? Karena yang kubikin adalah kolam tanah yang cenderung tanpa modal (asal udah punya lokasi duluan, ha ha..). Sedangkan mina padi bisa dibilang hanya "kolam numpang". Dan yang paling signifikan adalah adanya kolam pemijahan yang hampir setiap hari bisa memproduksi ratusan (bahkan ribuan) anakan ikan. Kolam inilah yang menjadi mesin produksi tanpa henti. Sehingga beberapa waktu kemudian, kolamku menjadi penuh ikan. Area sawah pun dipenuhi populasi ikan. Sampai-sampai tanaman padi menjadi tak terawat dan gagal panen.

To be continue..

Saturday, July 9, 2016

Perusahan Mitra - Distributor Bibit dan Pakan Peternakan

with 0 Comment
Memenuhi kebutuhan pakan adalah perjuangan paling berat dalam bisnis peternakan. Dan ini berlaku untuk binatang apapun.. baik itu ayam potong.. ayam petelur, bebek pedaging.. bebek petelur, burung puyuh maupun budidaya ikan, bahkan berlaku untuk binatang pemakan rumput sekalipun.

Sebut saja Ayam
Bayangkan.. untuk memelihara 300 ekor ayam potong dalam waktu 1 periode panen (40 hari) bisa membutuhkan dana 10 juta rupiah hanya untuk memenuhi kebutuhan pakan. Itupun udah dicampur-campur dengan pakan tambahan racikan sendiri untuk menekan biaya.

Dana yang dikeluarkan ini berbanding lurus dengan jumlah kuantitas ayam di kandang, berlaku kelipatannya. Belum lagi urusan perlengkapan lain, seperti fasilitas kandang maupun peralatan pendukung yang wajib ada.

Terlebih lagi, kendala bisnis peternakan bukan hanya mengenai kebutuhan pakan, namun juga persoalan distribusi hasil ternak.

Peternak VS Pengepul

Salah satu musuh bebuyutan para peternak sejak jaman dulu adalah rendahnya harga daging di level pengepul (distributor). Pengepul hobi sekali menekan harga. Mereka dengan mudah membeli daging ayam  seharga 15 – 20 ribu per kg dari peternak (produsen), lalu dijual lagi seharga 30 – 50 ribu per kg kepada konsumen. Peternak mustahil menolak, karena semua pengepul kompak.

Misalnya (seperti contoh di atas).. untuk memelihara 300 ekor ayam potong (dalam satu kali periode) membutuhkan 10 hari persiapan kandang + 40  hari pembesaran. Setiap hari peternak berjuang mati-matian merawat ayam siang dan malam. Pada akhirnya, paling menghasilkan 1 juta nominal keuntungan.

Namun hasil jerih payah peternak ini bisa dieksekusi pengepul hanya selama 1 - 7 hari dan bisa menghasilkan 5 – 15 juta laba bersih. Easy money..

Selain menjual ayam hidup hasil collecting dari para peternak.. untuk mendongkrak penjualan, mereka biasanya mempunyai rumah jagal ayam.  Penjualan daging mentah siap olah ini yang hasilnya gila-gilaan.

Perusahan Mitra - Distributor Bibit dan Pakan Peternakan
Miara ayam untuk konsumsi pribadi
Iya, sekali aja mereka bisa membuka pasar, yaitu mempunyai link konsumen tingkat akhir (end user). Maka para pengepul bisa dengan mudah bergelimang harta.

Sementara para peternak jungkir balik berjuang merawat ayam-ayamnya agar tetap hidup dengan resiko kerugian yang tinggi. Para pengepul malah “membunuh” ayam-ayam itu dalam sekali pertemuan dengan hasil keuntungan yang berlipat ganda.

Apakah para pengepul ini salah? No, mereka hanya kapitalis, ha ha..

Perusahaan Mitra Peternak

Ada tren baru yang membuat banyak peternak tergila-gila, yaitu bermitra dengan perusahaan. Walaupun konsepnya sama aja, yaitu sebagai distributor.

Bedanya.. pengepul bergerak secara independen, sedangkan perusahaan mempunyai legalitas hukum.

Para peternak yang gerah dengan kelakuan pengepul independen, ramai-ramai mulai beralih menyandang status mitra perusahaan. Apalagi semua dilakukan berdasarkan sistem kontrak (MOU hitam di atas putih), sangat meyakinkan.

Mengenai pengadaan bibit ayam dan kebutuhan pakan, semua dipasok perusahaan. Bahkan peternak gak perlu repot mondar mandir, karena segala transaksi (pembelian maupun penjualan) dilakukan dengan sistem antar-jemput . Gak perlu capek-capek lagi nyari bibit ayam, nyari pakan, nyari kawan untuk sharing maupun konsultasi, apalagi nyari pembeli saat masa panen, tinggal mager aja nungguin ayam di kandang kesayangan. Semua beres hanya dengan modal telpon dan sms.

Iya, peternak hanya mempunyai kewajiban untuk menyediakan lokasi (kandang) dan mengurus operasional ayam sehari-hari. Sisanya dicover perusahaan mitra. Secara kasat mata terlihat lebih menyenangkan dibanding beternak swadaya, tapi justru inilah permasalahannya.

Apa Permasalahannya?

Perusahaan mitra ini bukan hanya bergerak sebagai distributor hasil ternak. Tapi juga jualan bibit ayam maupun pakan ayam (por, konsentrat, obat-obatan, suplemen, dll). Bahasa gaulnya : pengadaan barang dan jasa.

Apakah harga bibit ayam yang dipasok perusahaan lebih murah dibanding harga bibit di pasar? No, sama aja. Bahkan seringkali lebih mahal.

Apakah peternak boleh membeli bibit ayam di tempat lain? No, ingat kontrak. Lagian biasanya peternak punya integritas tinggi, takut melanggar perjanjian.

Apakah harga pakan ayam yang dipasok perusahaan mitra lebih murah dibanding harga pakan di pasar? No, sama aja. Bahkan kadang lebih mahal.

Apakah peternak boleh membeli pakan ayam di tempat lain yang lebih murah? No, dilarang keras. Lagipula biasanya peternak adalah orang desa yang takut dosa, gak mau dianggap wanprestasi.

Saat masa panen, apakah perusahaan mitra membeli ayam dengan harga lebih tinggi dibanding pengepul independen? No, sama aja. Alibinya pasti menyesuaikan standard harga pasar. Gak mungkin dong lebih tinggi, mustahil banget. Apalagi sejak awal udah antar-jemput, segala pasokan dikirim secara delivery sampai tujuan. Emangnya pertamina ngasih BBM gratis apa.

“Sory Bos.. harga pasar lagi anjlok nih..”

“Dengkulmu anjlok.. !!”

Sementara peternak berusaha memegang teguh MOU perjanjian kontrak, namun seringkali pihak perusahaan seenak udel melanggar. Emangnya udel enak?

Contoh paling sering terjadi : Ayam udah siap panen, namun perusahaan gak responsif. CP susah dihubungi, ujungnya si driver yang mengangkut hasil panen datang terlambat. Bahkan seringkali mundur beberapa hari. Asal tau aja, untuk operasional ayam potong yang udah siap panen itu biayanya gak main-main. Sehari bisa menghabiskan jutaan rupiah, karena ayam udah besar-besar, butuh pakan dalam jumlah besar pula, belum lagi resiko kematian, dst, dst. Bayangkan kalau peternak ini menghandle ribuan ekor ayam, kan bisa nangis darah kalau sampai perusahaan mitra ini telat ngambil sehari aja.

“Sory Bos, kemaren ban bocor.”, “Sory Bos, kemarin kuota internet habis”, “Sory Bos, kemaren HP kecemplung got.”, “Sory Bos, kemarin ane ketiduran.”, “Sory Bos kemarin lupa.”, “Sory Bos, kemarin mendadak demam trus pingsan, trus opname, trus meninggal dunia.”. Gitu kata drivernya.

Apakah ini kesalahan driver yang bertugas menjemput hasil ternak? No, driver gak mungkin tega menjatuhkan peternak secara personal. Melainkan perusahaan mitra lah yang bertanggung jawab mengatur distribusi dan pemasaran.

Sayangnya, peternak biasanya orang kecil yang over pemaaf. Mana berani mereka menggugat perusahaan. Takut keluar biaya lebih katanya. Atau malah takut dituntut balik karena melawan perusahaan dengan pengacara mata duitan.

Last Questions :

Apakah peternak boleh menjual hasil ternaknya ke tempat lain? 


No way..

Walaupun perusahaan itu telat ngambil panenan? 


Iya..

Apakah kalau perusahaan mitra telat ngambil panen trus bertanggung jawab ngasih ganti rugi kepada peternak? 


Ngapain, ogah banget..

Trus misalnya nih.. ada tetangga pengen ngecer 2 ekor ayam aja, berani beli 25 ribu per kg.. kan peternak untung karena mendapat harga jual lebih tinggi, tetangga juga untung karena mendapat harga beli lebih rendah daripada di pasar. Masak tetep gak boleh? 


Absolutely NOT..

Misalnya lagi lebaran, kan harga sembako menjulang tinggi, termasuk daging ayam. Boleh gak.. buka lapak di pinggir jalan? Kan lumayan tuh setahun sekali peternak bisa untung besar. Apa tetep gak boleh? 


Kalau ini boleh kok, sekali-kali bikin peternak bahagia pas lebaran deh.. asal abis itu dia siap masuk penjara. He he..

Kesimpulannya : Pengepul independen maupun perusahaan mitra.. sama-sama kapitalis, ha ha..

Di luar semuanya, paling enak adalah ternak ayam untuk konsumsi pribadi. Bebas gak ada beban. Seperti halnya dalam video ini, he he..



Jika video gak muncul bisa klik ini untuk meluncur youtube :
Raising Meat Chickens (Broiler) Only 1 Month

Indonesia bukan tanah airku.. tanah masih beli.. air masih bayar..

Thursday, July 7, 2016

Idul Fitri Bagiku..

with 0 Comment
Kukira hari raya adalah hari bebas. Mau ngapain aja terserah, gak ada peraturan njelimet. Bahkan aturan yang berlaku pada hari biasa, banyak yang digugurkan. Semua demi hari raya.

Salah satu contoh keringanan : Bahkan kewajiban sholat Jumat pun bisa gugur jika bertepatan dengan Hari Raya Idul fitri.

hukum tradisi sungkeman dalam islam
Lebaran di rumah ortu

Lebaran tanpa Beban
Pagi-pagi.. bangun tidur.. sholat subuh.. mandi.. makan.. sholat Idul Fitri.. tidur lagi.

Itu yang terjadi pada hari raya (lebaran) tahun lalu, aku merayakannya dengan tidur seharian tanpa beban. Ha ha..

Di kampungku sendiri, lebaran adalah hari spesial yang sangat meriah. Banyak pertunjukan seperti pesta petasan, pesta kembang api, maupun balon udara.

Namun tahun lalu, abis sholat Idul fitri.. aku langsung pulang untuk tidur. Berasa ngantuk gak karuan, karena malamnya begadang.

Namanya juga hari raya.. seharusnya bebas mau merayakan dengan cara apapun sesuai selera. Yang penting gak bermaksiat kan? Lagipula selera orang beda-beda, gak harus dipaksa sama. Memangnya ada masalah kalau aku ngantuk. He he..

hukum tradisi sungkeman dalam islam


Lebaran Tahun Ini
Ternyata.. hari raya tahun ini juga sama.  Pas malam takbiran melek sampai pagi, rame-rame di rumah teman. Abis sholat Idul Fitri lalu pulang untuk tidur seharian di rumah. Bener-bener gak ada kerjaan. Ha ha..

Walaupun sebenarnya.. pada setiap momen lebaran di kampungku, ada semacam tradisi keliling kampung dalam rangka silaturahim. Saling berkunjung ke rumah tetangga, sanak saudara, dst.. dst.

Selain silaturahim, juga ada tradisi bermaaf-maafan dan sungkeman kepada yang lebih tua (atau yang dituakan).

Sedangkan aku, udah tiap hari keliling kampung. Gak perlu nunggu saat lebaran juga biasa. Tentang tradisi sungkeman, entah kenapa aku gak sreg. Aku melihatnya seperti manusia menyembah manusia. Yah walaupun itu hanya ada di pikiranku.

hukum tradisi sungkeman dalam islam
Bukan raja-raja Jawa
Memang banyak pro dan kontra mengenai tradisi sungkeman ini. Apa hanya tradisi kejawen peninggalan keraton atau gimana. Seperti nonton pertunjukan wayang aja.. pas abdi kerajaan menyembah Sang Raja.

Jangankan sungkeman, perkara bersalaman sambil cium tangan aja masih banyak perdebatan. Terutama jika kasusnya adalah melakukan cium tangan kepada orang sembarangan. Kan bahaya.. ha ha..

Kalau cium tangan orang tua kandung mah gak ada problem. 

hukum tradisi sungkeman dalam islam

Tapi di luar itu, memang aku sendiri gak begitu menyukai tradisi sungkeman ini. Dulu waktu kecil kadang dipaksa orang tua untuk sungkem kepada Embah, tapi selalu ngeles kutolak. Sependek pengetahuanku, gak ada kewajiban untuk sungkeman (dan bermaaf-maafan) saat hari raya. Mudah-mudahan aku bukan termasuk anak durhaka.

Lagipula..  mengenai perihal meminta maaf, baiknya dilakukan kapan aja jika sadar telah melakukan kesalahan. Gak perlu harus nunggu saat momen lebaran.



Just my opinion.. it might be wrong..
Hope someday i have a better attitude..
ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending