Saturday, June 18, 2016

Setelah Penantian 3 Tahun 4 Bulan, Akhirnya..

with 0 Comment
“Udah lama. Kenapa masih inget juga. Katanya pelupa..”

Memang untuk beberapa kejadian, seringkali membekas. Seperti trauma. Ibarat menancapkan paku pada papan kayu. Sekalipun dicabut, akan meninggalkan lubang selamanya. 

"Lebay aja sih, kan bisa pakai dempul. Murah, di toko bangunan banyak."

“Opolah..”

yamaha byson putih
Motor kesayangan
Tepat tiga setengah tahun yang lalu, aku membeli motor ini. Sebulan kemudian aku membeli bibit cengkeh untuk pertama kali. Di Sukorejo, Kabupaten Kendal. Status : Uji coba.

Semua itu berawal dari doktrin ini : Prospek Bisnis Kebun Cengkeh 


(Jangan dibuka link di atas, nanti ketularan)

Skip.. skip
Mengendarai motor baru, membawa pulang 20 polybag bibit cengkeh. Kasian juga disuruh mengangkut beban seberat itu. Walaupun shock breaker masih kinyis-kinyis, tapi jika menerima tekanan di luar kapasitas, bisa depresi juga. Alhasil, laju motor sulit dikendalikan. Seringkali goyang-goyang gak jelas di perjalanan. Makanya memory itu masih membekas sampai sekarang.

“Lebay lagi lebay lagi..”

Jual bibit cengkeh Sukorejo
Detik-detik survey penjual bibit cengkeh
Pengalaman buruk itu harus dijadikan pelajaran. Oleh karenanya, pada bulan berikutnya, aku membawa pick up milik Buapakku untuk mengambil bibit cengkeh. Tentu ditemani Mas Iwan. Selalu demam panggung jika nyetir mobil Babeh, kebanyakan aturan. Mending bawa sopir, bisa lempar resiko, ha ha..

Kloter kedua ini dilakukan berdasar atas suksesnya uji coba pertama. Gak ada bibit cengkeh yang mati. Status kali ini : Ekspansi

“Tiga tahun panen”

Begitu kata penjualnya. Awalnya ragu. Mengingat perbedaan lokasi antara Kendal dan Wonosobo. Tentu cuaca maupun tekstur tanah juga berbeda. Dan keraguan itu pun semakin membesar akibat isu yang beredar diantara kawan-kawanku.

Iya, diantara kita semua, pasti ada pro dan kontra. Ada yang mendukung, ada pula yang meremehkan. Ada lover, ada hater. Mereka selalu ada.

prospek kebun cengkeh
Setahun sejak bibit ditanam
Well.. mungkin karena aku adalah orang pertama yang menanam bibit cengkeh di area ku, jadinya dianggap sasaran empuk. Banyak orang berprediksi tanpa ilmu.

“Lima tahun lagi juga belum tentu panen”

“Sepuluh tahun lah paling cepet”

Sampai bosan aku mendengarnya.

Dua tahun berlalu. Diantaranya ada yang mati. Sebagian lagi ada yang cebol gak ada perkembangan. Tapi itu hanya sebagian kecil sekali. Sisanya pohon cengkehku tumbuh dengan pesatnya.

Tapi namanya juga hater. Pasti banyak hal yang bisa dia jadikan materi untuk menjatuhkan, atau sekedar menjadi lelucon bahan tertawaan.

Walaupun di depan mata ada pohon cengkeh setinggi 3 - 4 meter. Namun yang dia bahas hanya yang cebol setengah meter.. dan yang mati.

“Ini mah, dikasih pupuk sebanyak apapun, tetep gak ada harapan”

 “Banyak yang mati ya, ha ha ha.. “

“Makanya.. nanem pohon yang udah terbukti menghasilkan aja..”


Whatever..
Selama yang kita lakukan adalah hal yang benar, maka persetan dengan mulut berbisa. Saran dan masukan boleh lah kita dengar. Kritik yang membangun bisa kita tampung. Namun suara menjatuhkan, mending ditinggal tidur. Yang penting doa dan usaha maksimal. Biarkan Tuhan yang menentukan.

"cie.. cie.. cie.. bahasanya.. "

prospek kebun cengkeh
Beberapa hari lagi panen
Dan saat ini, giliran waktu yang menjawabnya. Setelah penantian selama 3 tahun 4 bulan. Akhirnya beberapa pohon cengkehku mulai muncul kuncup-kuncup bunga. Sebagian lagi masih berupa biji. Belum banyak sih, tapi minimal udah kelihatan prospeknya lah.

“Ah masih tahap berbunga, belum berbuah. Paling dikit lagi juga bunganya rontok. Batal deh panen buah cengkeh.. ha ha..”

“Eh Bro, mana ada cengkeh berbuah. Yang dijual kan justru kuncup bunga itu.. dan bijinya. Bahkan kalau sampai bunga cengkehnya mekar aja.. malah udah gak laku. Batal panen gimana? “

He he kalau barusan ini hanya dialog imajiner.

“Loh bukannya 3 tahun 5 bulan? Kan beli motor udah 3 setengah tahun, trus mulai nanem bibit cengkeh sebulan abis beli motor? Ah ngarang nih...”

“Iya, tapi kan ada dua kloter. Nah kloter pertama malah belum ada yang berbunga. Padahal dari sisi ukuran pohon, banyak diantaranya masih gedean kloter pertama. Gak papa lah, nerima aja.”

“Yoweslah.. serah, Gan.. Serah..”

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending