Wednesday, June 22, 2016

Jika Tuhan Memberimu Rezeki, Tampakkan !!

with 0 Comment
Kenapa mukamu jelek begitu? Sombong kamu?
Kenapa pula kamu masih jomblo? Berlagak mandiri kamu?
Abaikan pertanyaan barusan, He he..
Jika Tuhan Memberimu Rezeki, Tampakkan !!
Mejeng dulu.. mumpung boleh
Tapi Pertanyaan di bawah ini serius..

Kenapa kamu berjalan selalu menundukan kepala?
Kenapa kamu ngasih penghormatan berlebih kepada manusia?
Kenapa pula kamu suka berpakaian lusuh?
Kenapa kamu merendahkan diri di hadapan manusia?
Kenapa kamu sering bertingkah memelas?
Kenapa kamu sukanya minta dikasihanin orang-orang?
Kenapa kamu hobi selalu mengeluh?
Kenapa kamu bertingkah sok miskin?
Apakah Tuhanmu tak pernah memberimu rezeki??

Jika Tuhan memberimu rezeki, tampakkan !!


Berjalanlah dengan tegap, kenakan pakaian yang bagus, tegakkan kepala.
Jaga kehormatan, jangan merendahkan diri, apalagi mempermalukan diri.


Jika Tuhan memberimu rezeki, tampakkan !!


Sebenernya, (perintah) untuk menampakkan rezeki ini bermakna sangat luas. Tujuannya adalah sebagai wujud syukur atas karunia yang diberikan Tuhan.

Ibaratnya.. jika seseorang memakai baju pemberian kita, (udah tabiatnya - sebagai manusia normal) kita akan merasa senang. Berarti baju yang kita kasih ke orang itu bisa bermanfaat. Mungkin (bisa jadi) tujuan orang itu memakai baju itu adalah (salah satunya) sebagai wujud rasa terima kasih kepada kita sebagai pemberi.
Walaupun seandainya penerima baju itu membuangnya, membakarnya, atau malah ngasihin baju pemberian kita ke orang lain lagi. Itu adalah 100% hak dia. Kita ngasih harus ikhlas, gak boleh menuntut sesuatu balasan dari orang itu.
Mungkin analoginya seperti di atas itu.

Begitu pula saat kita menampakkan rezeki pemberian Tuhan. Mungkin Tuhan juga akan senang. 


Jika Tuhan Memberimu Rezeki, Tampakkan !!
Pamer rezeki dulu
Jika Tuhan memberimu rezeki, tampakkan !!

Tapi memang, perkara ini gak berlaku untuk semuanya. Alias hanya berlaku bagi orang-orang yang bisa memahami hakikatnya, yaitu memahami diri sendiri maupun situasi di sekitarnya. 

Karena jika sampai kita salah dalam aplikasi (mengamalkan), maka (bisa jadi) sebagian orang lain bakalan menganggap kita sebagai “tukang pamer”, “sombong”, atau bahkan membuat orang lain mendadak punya ilmu kebatinan dan berkata “dasar riya’.. !!”.

Antara manfaat dan mudharatnya lebih banyakan mudharat.

Koe ki ngomong opo to, Nda? Maksudmu opo?


Ane jelasin satu per satu. Apa yang harus diketahui sebelum kita memutuskan untuk menampakkan rezeki yang kita miliki. Biar gak dikira sok kaya.. or tukang pamer.. gitu. 

Sebelumnya, jika dengan tulisan ini anda merasa digurui.. maka itu bagus !! Ha ha..

Pertama, memahami diri sendiri. Intinya bahwa kita harus benar-benar tau apa yang kita lakukan. Apa kita mampu mengendalikan nafsu, apa niat kita benar-benar lurus, dan juga tujuannya untuk apa. Apakah dalam rangka mensyukuri nikmat Tuhan, atau terbersit riya’ ingin dipuji manusia.

Kedua, yaitu memahami situasi dan kondisi lingkungan. Apakah jika kita menampakkan rezeki yang diberi Tuhan ini akan membuat orang lain dengki? 


Apakah orang-orang di sekitar kita bakalan termotivasi, atau justru merasa terhina. Apakah membikin sadar, atau malah membuat tersinggung. 

Kadang tujuan kita pengen memberi semangat, tapi malah justru membuat orang lain drop (minder). Kadang pengen memberi contoh, malah dikira sok pintar. Kadang kita pengen berbagi, malah dianggap menggurui. Ha ha..


Jika Tuhan Memberimu Rezeki, Tampakkan !!
Pamer bukan?
Memang, kita gak bisa membuat senang semua orang. Pasti ada yang benci, dan ada yang cinta. Ada sebagian orang yang emang otaknya kotor sehingga selalu berpikiran negatif, tapi pasti ada pula yang positif. 

Yang jelas, kita tetap harus menimbang semuanya.

 
Tambah mumet ane, Gan !! Intine wae, piye?


Intinya.. sayangilah orang-orang di sekitar, jangan mendorong mereka berhati keji dan berpikiran kotor, apalagi sampai membuat mereka terjatuh dalam penyakit iri dan dengki.

Jangan bertindak seolah Sengkuni.. “Biarkan aku menjadi pejahat, agar yang lain kelihatan baik. Biarkan aku mengorbankan diri untuk menjadi contoh buruk, agar kalian menjadi baik” 

Ini tokoh bodoh. Jangan ditiru.

Tetep ora mudeng, Bos !! Nyerah wae, Bos !!


“Yowes, kono lungo seng adoh.. rasah balek neh !!”




KESIMPULAN FINAL :

"TAMPAKKANLAH REZEKI HANYA PADA ORANG YANG AMANAH"



Disclaimer :

Di satu sisi, postingan ini terinspirasi dari kisah Khalifah Umar ra saat memarahi seorang muslim yang terlalu merendahkan diri (menganggap dirinya zuhud padahal enggak). Seolah Umar ra bilang “Jangan bikin malu orang Islam”.

Di sisi lain, ane seringkali merasa iri setengah mati saat membuka social media (terutama fesbuk). Banyak orang pamer disana. Makanya jarang-jarang banget buka socmed yang satu ini. Bahkan grup whatsapp juga bertebaran orang saling sombong satu sama lain, bikin dengki aja kalian.

Jangan-jangan emang ane yang terlalu murah meriah (baca : gak ada yang bisa dipamerin).


Jika Tuhan Memberimu Rezeki, Tampakkan !!
Bisikan gaib
 Atau emang dasarnya ane yang piktor. Ha ha..

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending