Friday, June 17, 2016

Gaji Tiap Bulan dari Bunga Deposito Bank

with 4 comments
Gaji Tiap Bulan dari Bunga Deposito Bank

Berapa Persen Bunga Deposito Bank?
Walaupun ada regulasi dari atas, tapi masing-masing bank mempunyai standard bunga sendiri. Untuk Bank besar level nasional, hampir semua mempunyai kisaran bunga deposito yang sama, yaitu sekitar 5% per tahun.

Jadi misal kita punya deposito 10 juta, maka dalam setahun kita bisa mendapat bunga sekitar 500 ribu. Dan itu berbanding lurus, berlaku kelipatannya. 

Saat orang punya rekening deposito 100 juta, maka dia bisa punya penghasilan 5 juta per tahun, tanpa resiko kehilangan modal. Artinya, uang 100 juta tetap utuh. Sedangkan bunga 5 juta itu bisa diakumulasi satu tahun, atau dipecah tiap bulan via transfer rekening tabungan yang berbeda, tergantung perjanjian awal dan jangka waktu deposito.

Gitu kira-kira hitungan kasarnya, CMIIW.
Intinya, semakin besar deposito, semakin besar pula bunga yang akan diperoleh setiap bulannya. 
 
Gajian tiap bulan tanpa kerja - Cara Cepat Kaya

Harus diakui, mental sebagian orang Indonesia, pengen hidup enak dan cepat kaya tapi gak mau kerja keras. Oleh karena itu, deposito adalah angin segar, seolah menjadi jawaban.

Sekalipun tiap hari hanya duduk manis di kursi malas, tapi uang di rekening mengalir deras. Sekalipun tiap hari main game tanpa henti, tapi masih mendapat gaji. Sekalipun tiap hari hanya memanjakan diri atau mengembangkan diri dengan hobi, tapi bisa membeli properti. Sekalipun hidup tanpa aturan, tapi masih punya pendapatan. 

Siapa yang gak pengen hidup bahagia seperti itu. Bebas waktu dan uang, sangat menyenangkan. Lagipula syarat yang dibutuhkan hanya satu, yaitu modal awal. Sisanya biarkan bank yang bekerja. 

Gaji Tiap Bulan dari Bunga Deposito Bank

Di sisi lain, bagi para kelas pekerja. Deposito Bank adalah cara mendapat pasive income (penghasilan  tambahan - sampingan) yang benar-benar bikin ngiler. Resiko super minim (hampir gak ada), tapi pendapatan stabil. Memang sangat menggiurkan. 

Bandingkan dengan merintis bisnis (membuka usaha sampingan). Butuh pemikiran yang matang (memeras otak), butuh tenaga ekstra (memeras keringat), butuh mental baja (penuh tekanan), dan juga membutuhkan waktu yang gak sedikit untuk mengelolanya (seringkali mencuri jam kerja kantor). Disamping semuanya itu, masih juga dihantui resiko kegagalan setiap saat. Benar-benar bikin pusing.

Resiko bisnis memang gak main-main, karena modal bisa habis dalam sekejap mata. Bahkan seringkali , tanpa ampun meninggalkan hutang usaha. Membutuhkan trial eror bagi pemula, sisanya harus pintar dalam memilih partner kerjasama. 

Resiko bisnis bisa datang dari mana aja. Entah itu internal karena perencanaan yang jelek, riset pasar yang mentah, lokasi yang buruk, produksi dan distribusi yang acak adut, partner tim yang gak kompeten, dsb, dsb. Sampai faktor eksternal seperti customer jahat, lingkungan sosial yang tak mendukung, aturan pemerintah yang super aneh, bahkan sampai kendala cuaca pun ikut-ikutan.

Tapi dengan deposito..
Hmm... dengan mudahnya.. semua itu bisa dihindari. Benar-benar cara instan paling efektif untuk menghadapi kejamnya hidup.
 
Uang untuk Modal Awal Deposito

Bukannya mengingkari, sebagai manusia mata duitan sejati, akupun juga sangat tertarik dengan deposito bank. Siapa yang gak pengen, rutin gajian tiap bulan tanpa mikir apapun. 

Tapi sebelum itu, ada syarat wajib yang harus dipenuhi untuk modal awal membuka rekening deposito. Tak lain tak bukan.. the one and only.. adalah UANG. 

Dilihat dari bunga deposito yang terlalu mini, maka dibutuhkan modal cukup besar agar bisa sekedar berpenghasilan sekelas UMR. Tapi darimana bisa dapat duit ratusan juta untuk modal awal. Apa nyari pinjaman, nyekolahin sertifikat. Ah paling males sama namanya hutang, dikejar target, bikin hidup gak tenang. Apa nabung sedikit demi sedikit, ah ntar kegerus inflasi. Keknya invest emas antam or di pegadaian jadi solusi paling bagus. Entah sebulan 1 gram atau 2 gram, lumayan nanti ujungnya. Aman dari inflasi pula.
 
Bunga Deposito = RIBA ??

Awalnya aku gak terlalu peduli sama riba. Pemikiranku terlalu simpel, Bank adalah badan legal, pemerintah ngasih ijin segala operasionalnya. Kalau emang bunga deposito beneran riba, ntar pas sidang di akhirat aku bakal nyari aman dan nyalahin pemerintah jadi senjatanya.

Seiring berjalannya waktu, tepatnya semester akhir kuliah. Lagi browsing-browsing ternyata nemu bacaan tentang seluk beluk dunia perbankan. Sebagai muslim super keren yang haus akan ilmu agama, akupun jadi penasaran mengenai hukum dari bunga deposito sejatinya gimana. 

Ternyata jawabannya adalah : Indeed.. bunga deposito masuk dalam kategori RIBA

Tentang Bahaya RIBA
Akupun penasaran mengenai segala sesuatu tentang riba. Kenapa sangat dibenci, sampai-sampai Allah melaknat bukan hanya pemberi dan penerima riba, tapi juga saksinya, pencatatnya, dst, dst. Semua yang terlibat kena getahnya.

Bahkan disebutkan.. riba mempunyai 73 level, dan dosa riba yang palling ringan = dosa menikahi Ibu kandung.

What the Hell... !!!
 
Tentang Bunga Deposito

Secara tak kasat mata memang seolah baik-baik aja. Bahkan banyak ustadz-ustadz seleb kondang kontemporer yang melegalkan. Tapi faktanya, bank adalah raksasa, mungkin dialah "penguasa" ekonomi dunia. Bank mempunyai sistem gurita yang mekanismenya rumit sekali. 

Bank bukan hanya sebagai tempat menabung, tapi juga menguasai perputaran uang di seluruh dunia. Nah terkait deposito ini, sejatinya bank hanya memutar uang. Yaiyalah.. MUSTAHIL bank membayar orang-orang pemalas tiap bulan gitu aja. Pasti ada sesuatu di dalamnya. Itu sebabnya kenapa diharamkan.

Karena ternyata konsepnya hanya memeras uang dalam jumlah besar dari orang-orang bodoh, dan memberi uang dalam jumlah kecil untuk orang-orang super bodoh.

Artinya, saat kita punya deposito di bank dan mendapat bunga tiap bulan, di luar sana banyak orang kurus kering karena diperas habis-habisan oleh bank. Ketahuilah bahwasanya, uang yang kita peroleh itu bukan dari bank, tapi dari orang-orang yang ditindas bank itu tadi. Yang kaya semakin kaya, yang miskin makin sengsara.

Gaji Tiap Bulan dari Bunga Deposito Bank
Bukan hasil RIBA

Masak iya kita mau foya-foya di atas penderitaan orang lain?


Efek Kongkret RIBA
Pemakan riba, hidupnya gak akan tenang. Udah pasti banyak masalah bertubi-tubi yang harus dia hadapi. Kesialan tanpa henti. Uang riba gak akan berkah selamanya, dan pasti akan menghancurkan segalanya. Duit bisa banyak, status sosial mungkin kaya raya. Tapi tekanan hidupnya juga pasti sangat tinggi bikin sengsara. Lalu gimana nasib keluarga pelaku riba atau orang-orang terdekatnya yang ikut memakan barang haram hasil riba? Ngeri pokoknya.

Dan lagi dibalik itu semua, tiap orang menanggung dosanya masing-masing, mau nyalahin siapa? Bersiap sajalah masuk neraka. 

Jangan hanya cari info terkait manisnya bunga. Coba sekali-kali googling mengenai testimoni penyesalan orang-orang mantan pelaku riba. Gimana hidupnya saat masih memakan riba? Bahagia atau menderita?
 
Happy Ending

Well.. kalau kata M. Shadow “you should have known, the price of evil”. Maksiat memang enak, tapi harga yang harus dibayar untuk menebusnya juga terlalu mahal, sama sekali gak sepadan. 

Kalau kata Freddie Mercury “easy come, easy go”. Income mungkin besar, tapi pengeluaran pasti ikut membengkak. Uang mudah datang, tapi juga mudah pergi. Entah sakit-sakitan, entah hobi kecelakaan, entah dikhianati teman. 

Ha ha ngasal aja. Gak pintar bahasa inggris.. lirik lagu jadi andalannya.. walau gak nyambung lagipula.

Pokoknya jangan sampai tergoda rayuan riba. Mengenai rencanaku membuka rekening deposito, udah terkubur dalam-dalam sejak jaman baheula.

Inilah caraku gajian tanpa kerja tanpa riba : Klik di sini


Disclaimer:
Hitungan bunga deposito di atas itu hanya hitungan bodohku jaman kuliah kemarin, gak tau sekarang.

Yang jelas, saatnya kubilang.. I’m Not Anti-Social, I’m Anti-Riba 

4 comments:

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending