Wednesday, May 18, 2016

Perda Baru : Ayam Wajib Dikandang - atau Hilang

with 0 Comment
Ada Peraturan baru di kampungku (Wonosobo), barang siapa memelihara ayam, wajib dikandang. Jika ada ayam nekad main-main di jalanan, maka dianggap ayam liar. Pemiliknya siap-siap kehilangan binatang kesayangan. Siapa yang berhasil menangkap ayam liar, dia adalah pemilik baru dan ayam itu dianggap ayam temuan. 

Bagi pemilik baru yang tidak suka daging ayam, boleh menjualnya ke pasar (atau kemanapun). Bagi pemilik baru yang gak suka daging ayam dan tidak mengetahui dunia jual-beli ayam (trading chicken), boleh menyerahkan ayam temuan itu kepada pemilik sebelumnya dan berhak meminta uang tebusan. Pemilik lama wajib membayar tebusan jika ingin sang ayam kembali ke pelukannya.

Begitu kira-kira isinya. Peraturan ini berlaku untuk semua orang, tak pandang bulu. Sosialisasi dilakukan sejak 3 bulan lalu dan sudah ketok palu. Semua orang pemilik ternak (ayam - entok - kalkun, dll) sibuk membuat kandang.

Sedangkan aku, gak punya ayam, jadi aman. Tapi ortuku punya, dan pada masa-masa sosialisasi kemarin, ayam jago milik ortuku ada satu yang hilang. Peraturan belum berlaku tapi udah kehilangan ayam. Dikabari hal itu, akupun dendam. Sudah kuputuskan, besok kalau pulkam, aku mau berburu ayam liar. Yang penting dendamku sportif kan?

Bulan lalu aku pulang ke Wonosobo. Tugas pertama yang diberikan untukku adalah "Bikin kandang ayam, sebelum ayam lainnya ikut ilang".

Masalahnya, ketika aku di Wonosobo, biasanya kalau siang aku cuma sibuk main-main ke kolam atau ke kebunku, banyak kerjaan (baca : mainan) disana. Dan malam harinya pasti nongkrong-nongkrong bareng kawan-kawanku. Pulang ke rumah udah jam 1 malam, setiap harinya gitu, rutin. Kenapa sampai pulang dini hari? Daripada di rumah sendiri kesepian. Ha ha.. Sampai di rumah pun gak langsung tidur, pasti internetan dulu. Entah ngeblog, main youtube, dll. Sisanya paling nonton film di laptop.

Walaupun super (sok) sibuk begitu, selalu kuusahakan untuk sering pulang ke rumah ortuku meskipun 2 atau 3 hari sekali. Tujuannya pun paling nyari makanan bergizi untuk perutku, ha ha..

Kadang malas juga pulang ke rumah ortu, suka dapat kuliah dadakan, seringkali dapat kuis malah. Pertanyaan kuisnya : kapan nikah, kapan punya anak, dan kapan-kapan lainnya. Seperti waktu jaman kuliah : kapan sidang, kapan lulus, kapan mau naik haji dan kapan-kapan lainnya. Kuisnya susah, aku selalu dapat nilai buruk. 

Rumahku dan rumah ortuku masih satu RW, jadi kalau jarang pulang ke rumah ortu, takutnya dianggap durhaka. Percayalah, perkampungan di Wonosobo dan perkampungan di perumahan padat penduduk di kota besar itu beda jauh.

Kembali ke soal ayam. Aku punya misi, yaitu bikin kandang ayam secepatnya dalam rangka berbakti kepada ortu. Berat untuk memulai, tapi begitu action, lama-lama ternyata menyenangkan. Walaupun hanya project kecil-kecilan, dengan alat dan bahan seadanya, tapi saat kandang udah jadi, ada kepuasan tersendiri.

Perda Baru : Ayam Harus Dikandang - atau Hilang
Hasil capture  video

Kandang ini sengaja kubikin sehari jadi (secara umum sih, sisanya cuma tambahan-tambahan kulanjutin besoknya), soalnya daripada ayam yang lain keburu ilang lagi. Aku juga bikin video detik-detik saat aku bikin kandang ayam ini. He he.. Kubikin semacam video tutorial, step by step perjuanganku membangun kandang ayam (chicken house - chicken coop). Durasi cuma 4 menitan, emang kuedit-edit biar padat berisi. Cekidot videonya :
 
Kalau video di atas gak bisa nyala, klik ini aja (langsung dari channel youtube ku) :  How To - Build Chicken House (Coop) with Limited Hand Tool & Recycled Wood

Saat kutulis artikel ini, peraturan ayam wajib dikandang sudah diberlakukan. Mendadak gak sabar pulang ke Wonosobo dan membalaskan dendam ayam jago ortuku yang hilang.

Semarang, 18 Mei 2016 

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending