Tuesday, April 5, 2016

Bikin Kolam Ikan di Wonosobo

with 0 Comment

Dapat mainan baru. Alias dapat lokasi baru untuk kujadikan tempat melampiaskan hobi. Ini adalah dokumentasi saat bikin kolam ikan (Fish Pond). Mau kujadiin tempat budidaya (hatchery - fish breeding). Bukannya sok pake bahasa inggris. Tapi ini hanya trik blogger biar dapat visitor dari luar negeri. Biar ada bule nyasar. Kenapa pengen ada bule nyasar? Biar nilai iklannya tinggi, intinya gitu.

Bikin Kolam Ikan di Wonosobo
Before
 
Bikin Kolam Ikan di Wonosobo
After

Skip.. skip..

Rencanaku.. mau budidaya ikan konsumsi maupun ikan hias. Walaupun gak doyan-doyan amat sama ikan, tapi semua orang kan punya keluarga, saudara dan tetangga. Kalau hasil udah melimpah, baru dijual ke luar. 

Sampai saat ini gak ada niat jual ikan di dalam area sendiri. Ane adalah tipe orang yang lebih suka berbisnis dengan orang yang gak dikenal. Selalu canggung jika harus negosiasi (tawar-menawar) dengan kawan sendiri, apalagi sama saudara sendiri, enggak banget.

Saat ini kolam udah jadi, bahkan udah kubikin pagar batako muter (keliling?) setinggi 1-2 meter. Tujuannya biar anti predator, anti maling, anti rayap, anti gores. Sayangnya belum sempet kufoto, jadinya sementara hanya ada foto saat proses pembuatan kolam. 

Saat ini juga udah ada beberapa jenis ikan di kolam. Diantaranya ada ikan nila (tilapia), udang (crayfish - crawfish), ikan grass carp (graskap - amur fish - asian carp), ikan lele (catfish), ikan mas (common goldfish), ikan koi, ikan komet (comet goldfish), ikan melem (nilem??) dan ada banyak jenis ikan hias akuarium kecil-kecil yang (saking banyaknya sampai) gak tau namanya. 

Ikan hias yang namanya baru aku tau (info dari youtube) misalnya : angelfish, tiger barb, green terror, dan masih banyak lagi. Jumlahnya udah jutaan gak kehitung.

Bikin Kolam Ikan di Wonosobo
Before
Bikin Kolam Ikan di Wonosobo
After
Dua Foto ini adalah penampakan (dokumentasi) proses pembuatan kolam ikan diambil dari sisi atas. Kolam ini kubikin petak sebanyak 12 kolam. Ada bangunan di sebelah kolam itu adalah rumah, bukan rumahku. Ha ha gak penting.

Lokasi kolamku yang ini (maklum kolamku banyak.. ha ha.. ) berada tepat dibawah mata air milik PDAM, jadi airnya melimpah sepanjang tahun (24 jam sehari - 7 hari seminggu non stop) dan jernih sebening kristal. Sangat cocok untuk budidaya koi maupun ikan hias air tawar lainnya. Ikan konsumsi juga cocok, karena airnya bening, bukan air limbah, jadi sehat. 

Just for You Know

Bukan berniat menjatuhkan yang lain (mungkin sedikit menjatuhkan, he he..), tapi banyak pengusaha ikan konsumsi di luar sana yang membudidayakan (ternak) ikan dengan air kotor. Namanya juga limbah, entah apa aja zat yang terlarut di dalam air itu, bisa jadi merkuri, logam berat, atau apalah, kan ngeri. Ha ha..
Kesehatanmu loh, Mas?
Googling aja sendiri. Banyak negara barat yang udah gak mau lagi mengimpor ikan konsumsi dari Asia. Vietnam contohnya, kebanyakan budidaya di sungai Mekong, airnya kotor. Segala macam limbah ngumpul di situ. Atau China, apalagi India dan Afrika, lebih parah. 

Bahkan banyak riset luar negeri mengenai Ikan Nila (Tilapia) yang dibudidayakan di air kotor, katanya bisa membahayakan kesehatan manusia dalam jangka panjang. Entahlah.. apa mungkin mereka ingin membuat isu lalu menjatuhkan ikan nila dan mengangkat daging babi, atau apa tujuannya.

Yang aku tau, orang Asia hobi sekali ngasih makan ikan-ikannya menggunakan kotoran ternak. Orang barat gak suka itu, bahkan mereka jijik. 

Kita orang Indonesia sangat risih mendengar bahwa binatang babi kadang suka makan kotorannya sendiri, tapi sangat santai saat mendengar ikan lele makan kotoran kambing atau kotoran bebek. Paradoks kan? 

Disclaimer :

Atau mungkin itu hanya alasan kenapa aku gak suka daging ikan. Udah terlanjur kemakan doktrin semacam itu. Saat melihat ikan goreng, udah risih duluan, kebayang apa aja yang udah dimakan ikan ini semasa hidupnya.

Intinya sih, aku bersyukur karena kolamku mendapat pasokan dari mata air gunung yang jernih dan melimpah.  

Dan akhirnya.. sekarang aku bisa ngaku-ngaku.. Im a Fish Breeder, Don't play around with me !! He he..

Footnote :
Kawanku sering ngasih saran, ngasih makan ikan pake kotoran ternak. Ngasih pakan lele pake bangkai ayam (misalnya). Pelet (por/voor) untuk pakan tambahan aja. Semua kutolak, daripada ntar kolamku jadi bau dan kotor.. malah jadi ogah ciblon, ha ha.. 

Lagipula banyak pakan alami ikan, kek singkong/ubi yang digiling, dedaunan (daun singkong, lengko, daun ketela, etc) dan rerumputan lain. Masih banyak alternatifnya, walaupun belum kucoba satu per satu. Udah sih beberapa, tapi sampai saat ini, pelet masih menjadi pakan utama.

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending