Thursday, April 14, 2016

Tentang Prospek Bisnis Cengkeh

with 8 comments
Dengan sangat antusias kawanku Jonet bercerita mengenai bisnis jual-beli cengkeh, baik cengkeh basah maupun cengkeh kering. Cengkeh adalah tanaman pohon musiman yang bisa dipanen setahun sekali. Kata Jonet, hampir setiap tahun polanya sama.. dan sangat jelas. 

Saat musim panen harga akan turun drastis dan saat masa pemulihan (pertengahan diantara panen satu dengan yang lain) harga melambung tinggi. Hal ini dikarenakan permintaan pasar yang tinggi berbanding terbalik dengan jumlah stock yang ada.

Yang menarik adalah, biji (bunga?) cengkeh kering bisa ditimbun. Bahkan semakin lama ditimbun akan semakin bagus, semakin wangi katanya. Jadi Jonet berniat untuk membeli biji cengkeh saat masa panen, ditimbun beberapa bulan, lalu dia jual ketika harga tinggi. Rumus yang sangat sederhana, nenek-nenek lagi sakit demam pun pasti bisa memahaminya. 

Kabarnya, banyak orang mendadak kaya raya dengan rumus sederhana ini.

Tentang Prospek Bisnis Cengkeh
Foto ABG Bau Cengkeh Pamer Daun

Terdoktrin
Dan ane adalah tipe orang yang gampang terpengaruh. Mendengar rumus itu, otakku otomatis panas, karena kebetulan saat itu adalah tepat saat musim panen cengkeh

Bayangin aja, harga cengkeh saat itu (musim panen) hanya 25rb per kg, tapi sekitar 6 bulan kemudian dipresiksi harga bisa mencapai 150rb per kg, naik 6 kali lipat. Fluktuasi harga setiap tahun memang seperti itu, selalu sama. Siapa yang gak ngiler. Easy money, pikirku.

Action
Besoknya, bersama Jonet dan Kanthil (nama kawanku yang lain) ngumpulin semua duit yang dipunya. Bahkan Si Kanthil (anak nakal mencuri timun) nekad pinjam uang tetangga sebesar 5 juta rupiah. Lalu kami berangkat keliling penjuru kota wonosobo sampai ke pelosok-pelosok, dalam misi mencari petani cengkeh.

Seharian penuh kita keliling melewati segala medan. Setiap ada kebun cengkeh kita datangi, setiap ada satu pohon cengkeh di pinggir jalan kita cari yang punya. Bahkan sesekali motorku kehabisan tenaga di jalanan menanjak di suatu pedesaan. Namun ternyata tak satu butir pun biji cengkeh yang kita dapat. 

Emejing sekali!! Semua udah sold out, alias terjual. Sebagian besar dengan sistem tebas (hasil panen dibeli sebelum berbuah), sebagian lagi sudah punya pembeli tetap, dan sisanya mau dipanen sendiri oleh si empunya. 

Kita pulang dengan tangan hampa.

Prospek Kebun Cengkeh
Tapi ada fakta lain tentang cengkeh yang kami peroleh saat berkeliling itu.
  • Ternyata, pernah terjadi pada suatu masa, bahwa di wonosobo terdapat banyak perkebunan cengkeh dan banyak orang sukses lantaran menjadi petani cengkeh. Namun (konon) karena permainan harga oleh Keluarga Cendana, harga cengkeh di pasar anjlok gila-gilaan selama bertahun-tahun. Alhasil kebun cengkeh dibabat habis-habisan oleh para petani, bahkan ada kebun cengkeh yang habis dibakar karena si empunya terlanjur emosi lalu diganti dengan komoditi lain. Dan sekarang, mereka (saksi hidup - para veteran petani cengkeh) pada menyesal melakukan itu. Karena sekarang harga cengkeh kembali normal. 
Dulu, hampir setiap halaman rumah di sini, ada pohon cengkeh. Di sana ada kebun cengkeh, disana ada kebun cengkeh, bahkan di pinggiran jalan situ banyak berjejer pohon cengkeh. (By veteran petani cengkeh)
  • Ternyata, satu pohon cengkeh yang masih kecil lucu-lucu itu rata-rata ditebas sebesar satu juta rupiah setiap periode panen. Kira-kira (mungkin) diameter pohon lucu yang kumaksud sebesar 15 cm. Semakin besar diameter batang pohon, semakin tinggi harganya. Karena biji cengkeh yang dihasilkan juga semakin banyak. Tergantung kualitas pohon juga sih. FYI, ada satu pohon cengkeh super besar di daerah kepil ditebas 200 juta setiap tahun. EMEJING !!  DUA RATUS JUTA, GAAAN !! Kata si empunya, pohon itu dulu yang menanam adalah si embah buyut. Enak banget jadi cicitnya..
Tentang Prospek Bisnis Cengkeh
Masih kecil, belum ada yang berbunga

Walaupun ane dan kawan-kawan waktu itu gak jadi kaya mendadak gara-gara cengkeh. Namun kita seperti mendapat pencerahan. Banyak informasi yang didapat tentang prospek bisnis cengkeh. Selama produk olahan cengkeh masih ada (minyak atsiri, obat-obatan, jamu, kosmetik, dll, dll - rokok putihan kayaknya udah enggak pake cengkeh)

Intinya, kemungkinan besar.. prospek bisnis cengkeh masih sangat bagus (sampai puluhan tahun ke depan)

Banting stir
Daripada kelamaan nunggu setahun (musim panen tahun depan), mendingan sembari menanam pohon cengkeh sendiri. Sementara susahnya mencari petani cengkeh yang mau diajak bertransaksi, kuputuskan menjadi petani cengkeh sendiri. 

Eh gak sendirian juga, karena kawanku Si Kanthil juga akhirnya ikut menanam bibit cengkeh di kebunnya. Sementara Si Jonet (yang punya ide awal bisnis cengkeh) justru gak bisa menjadi petani cengkeh, karena gak punya lahan. Ciyan..

Riwayat di atas terjadi sekitar 3 tahun yang lalu. Dan berikut ini adalah foto-foto pohon cengkehku saat ini. Kufoto beberapa hari yang lalu.

Tentang Prospek Bisnis Cengkeh
Padahal udah gak sabar pengen panen
Tentang Prospek Bisnis Cengkeh
Tanaman jahe gajahku di sekitar, bagus ya..

Iya, akhirnya kuputuskan untuk menanam pohon cengkeh sendiri. Entah berapa jumlah bibit yang kutanam waktu itu. Pokoknya banyak. Harga bibit cengkeh saat itu 10-25rb. Aku beli senilai jutaan rupiah dari Sukorejo (Kab. Kendal). Kira-kira sebulan kemudian, baru Si Kanthil juga ketularan menanam bibit cengkeh. 

Si Kanthil Anak Nakal
Entah dapat angin darimana, mendadak jiwa bisnis Si Kanthil muncul, dia lalu buka lapak jualan bibit cengkeh. Siapa orang mau menanam bibit cengkeh, bisa pesan ke dia. Dasar emang kelakuannya kadang-kadang suka begitu.

Alhasil, beberapa waktu kemudian banyak orang di sekitar kampungku ketularan menanam pohon cengkeh. Awalnya hanya ada belasan orang yang ikut-ikutan. Entahlah sekarang udah jadi berapa. Ane sendiri gak tau apa-apa, karena begitu selesai kutanam bibit cengkeh yang banyak itu, langsung berangkat ke semarang. Baru dapat kabar itu pas pulkam Wonosobo beberapa bulan kemudian. Tapi gak apa-apa. Yang penting, ane udah start duluan.. mudah-mudahan panen duluan. Ha ha..

UPDATE :
PANEN CENGKEH PERDANA (Klik untuk menuju link)

Thursday, April 7, 2016

Rahasia Dibalik Buah Jambu Biji

with 0 Comment
Jambu biji mengandung vitamin C dosis tinggi. Bahkan kandungan vitaminnya melebihi buah jeruk. Apanya yang rahasia? Semua orang udah tau. Gak ada rahasia di sini, hanya biar judul postingnya beracun aja. Ha ha.. Tapi bagi yang belum tau, selengkapnya bisa baca di sini : Buah Jambu Biji, Vitamin C Dosis Tinggi.  

Foto di bawah ini adalah penampakan buah jambu biji di kebunku. Entah jenis apa, tapi kulitnya sangat renyah, bijinya berwarna merah.

Rahasia Dibalik Buah Jambu Biji
Ini asli tanganku, bukan foto google image

Makan buah jambu biji ternyata bisa bikin kenyang juga, iyalah kalau makan banyak. Mirip seperti makan nasi (padahal itu karbohidrat). Lebih enak makan jambu biji yang tidak terlalu matang. Cirinya, buah masih berwarna hijau muda, tekstur masih agak keras (renyah), lebih manis rasanya. Karena jika buah jambu biji sudah terlalu matang, maka akan banyak mengandung air, tekstur lebih lembek, berwarna kekuningan dan rasanya tidak terlalu manis. Gak penting banget kan blog ini.

Bibit jambu biji ini dulu kudapat dari sentra kebun jambu Jawa tengah, yaitu dari Sukorejo. Sama juga pohon cengkehku, juga dari Sukorejo. FYI, kebun jambu di Sukorejo beneran gila-gilaan. Aku pernah beberapa kali ke sana. Coba datang kalau gak percaya, siapa tau tertarik mau pesta jambu.

Baca juga : Pohon Jambu Biji Merah dari Sukorejo

Rahasia Dibalik Buah Jambu Biji
Jangan makan jambu campur es cendol, rasanya jadi aneh

Tips makan jambu biji : Makanlah buah jambu selagi segar (fresh) baru dipetik. Karena jika tidak langsung dimakan, maka buah akan layu, kerenyahan akan berkurang. Dan kemungkinan, vitamin C yang terkandung di dalamnya pun akan berkurang. Tapi gak tau juga, soalnya belum pernah bawa ke laboratorium

Jadi intinya, jika memetik buah jambu biji tapi mau dimakan nanti belakangan, simpanlah di lemari pendingin, biar tetap segar. Jangan disimpan di akuarium kek abang-abang penjual buah keliling. Aquarium mahal-mahal dikira keranjang, bukannya buat miara ikan malah dijadiin tempat buah. Kan sayang akuariumnya..

Tuesday, April 5, 2016

Bikin Kolam Ikan di Wonosobo

with 0 Comment

Dapat mainan baru. Alias dapat lokasi baru untuk kujadikan tempat melampiaskan hobi. Ini adalah dokumentasi saat bikin kolam ikan (Fish Pond). Mau kujadiin tempat budidaya (hatchery - fish breeding). Bukannya sok pake bahasa inggris. Tapi ini hanya trik blogger biar dapat visitor dari luar negeri. Biar ada bule nyasar. Kenapa pengen ada bule nyasar? Biar nilai iklannya tinggi, intinya gitu.

Bikin Kolam Ikan di Wonosobo
Before
 
Bikin Kolam Ikan di Wonosobo
After

Skip.. skip..
Rencanaku.. mau budidaya ikan konsumsi maupun ikan hias. Walaupun gak doyan-doyan amat sama ikan, tapi semua orang kan punya keluarga, saudara dan tetangga. Kalau hasil udah melimpah, baru dijual ke luar. Sampai saat ini gak ada niat jual ikan di dalam area sendiri. 

Aku adalah tipe orang yang lebih suka berbisnis dengan orang yang gak kukenal. Selalu canggung jika harus negosiasi (tawar-menawar) dengan kawan sendiri, apalagi sama saudara sendiri, enggak banget.

Saat ini kolam udah jadi, bahkan udah kubikin pagar batako muter (keliling?) setinggi 1-2 meter. Tujuannya biar anti predator, anti maling, anti rayap, anti gores. Sayangnya belum sempet kufoto, jadinya sementara hanya ada foto saat proses pembuatan kolam. 

Saat ini juga udah ada beberapa jenis ikan di kolam. Diantaranya ada ikan nila (tilapia), udang (crayfish - crawfish), ikan grass carp (asian carp), ikan lele (cat fish), ikan mas (gold fish), ikan koi (koi fish), ikan komet (comet), ikan melem (nilem??) dan ada banyak jenis ikan hias akuarium kecil-kecil yang (saking banyaknya sampai) gak tau namanya. 

Ikan hias yang namanya baru aku tau (info dari youtube) misalnya : angel fish, tiger barb, green terror, dan masih banyak lagi. Jumlahnya udah jutaan gak kehitung.

Bikin Kolam Ikan di Wonosobo
Before
Bikin Kolam Ikan di Wonosobo
After
Dua Foto ini adalah penampakan (dokumentasi) proses pembuatan kolam ikan diambil dari sisi atas. Kolam ini kubikin petak sebanyak 12 kolam. Ada bangunan di sebelah kolam itu adalah rumah, bukan rumahku, tapi punya temenku, sitrek namanya. Dia adalah juru kunci mata air Mudal Wonosobo, orang yang paling nekad dan paling tau seluk beluk di wilayah situ.

Lokasi kolamku yang ini (maklum kolamku banyak.. ha ha.. ) berada tepat dibawah mata air milik PDAM, jadi airnya melimpah sepanjang tahun (24 jam sehari - 7 hari seminggu non stop) dan jernih sebening kristal. Sangat cocok untuk budidaya koi maupun ikan hias air tawar lainnya. Ikan konsumsi juga cocok, karena airnya bening, bukan air limbah, jadi sehat. 

FYI
Bukan berniat menjatuhkan yang lain (mungkin sedikit menjatuhkan, he he..), tapi banyak pengusaha ikan konsumsi di luar sana yang membudidayakan ikan dengan air kotor. Namanya juga limbah, entah apa aja zat yang terlarut di dalam air itu, bisa jadi merkuri, logam berat, atau apa, kan ngeri. Ha ha..
Kesehatanmu loh, Maz? Jangan sampai niatnya makan makanan bergizi, tapi justru makan makanan beracun.
Googling aja sendiri. Banyak negara barat yang udah gak mau lagi mengimpor ikan konsumsi dari Asia. Vietnam contohnya, kebanyakan budidaya di sungai Mekong, airnya kotor. Segala macam limbah ngumpul di situ. Atau China, apalagi India dan Afrika, lebih parah. 

Bahkan banyak riset luar negeri mengenai Ikan Nila (Tilapia) yang dibudidayakan di air kotor, katanya bisa membahayakan kesehatan manusia dalam jangka panjang. Entahlah.. apa mungkin mereka ingin membuat isu lalu menjatuhkan ikan nila dan mengangkat daging babi, atau apa tujuannya.

Yang aku tau, orang Asia hobi sekali ngasih makan ikan-ikannya menggunakan kotoran ternak. Orang barat gak suka itu, bahkan mereka jijik. 

Kita orang Indonesia sangat risih mendengar bahwa binatang babi kadang suka makan kotorannya sendiri, tapi sangat santai saat mendengar ikan lele makan kotoran kambing atau kotoran bebek. Paradoks kan? 

Disclaimer :
Atau mungkin itu hanya alasan kenapa aku gak suka daging ikan. Udah terlanjur kemakan doktrin semacam itu. Saat melihat ikan goreng, udah risih duluan, kebayang apa aja yang udah dimakan ikan ini semasa hidupnya.

Intinya sih, aku bersyukur karena kolamku mendapat pasokan dari mata air gunung yang jernih dan melimpah.  

Dan akhirnya.. sekarang aku bisa ngaku-ngaku.. Im a Fish Breeder, Don't play around with my profession !! He he..

Footnote :
Kawanku sering ngasih saran, ngasih makan ikan pake kotoran ternak. Ngasih pakan lele pake bangkai ayam (misalnya). Pelet (por/voor) untuk pakan tambahan aja. Semua kutolak, daripada ntar kolamku jadi bau dan kotor.. malah jadi ogah ciblon, ha ha.. 

Lagipula banyak pakan alami ikan, kek singkong/ubi yang digiling, dedaunan (daun singkong, lengko, daun ketela, etc) dan rerumputan lain. Masih banyak alternatifnya, walaupun belum kucoba satu per satu. Udah sih beberapa, tapi sampai saat ini, pelet masih menjadi pakan utama.
ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending