Saturday, March 26, 2016

Bikin Kebun Super Minimalis Depan Rumah

with 0 Comment
Bikin Taman Depan Rumah

Setelah kemarin susah payah mencabut pohon belimbing (baca riwayat sebelumnya : Merapikan Halaman Depan Rumah). Sudah kuputuskan, halaman depan rumah mau kubikin kebun (super) minimalis. 

Masih proses dan belum selesai. Tapi rencananya mau kutanami sayuran, seperti daun bawang, sawi, cabai rawit, dll. Jelas manfaatnya, daripada ditanami bunga, tujuannya buat apa. Belum nemu alasan yang bagus untuk menanam bunga. Takutnya malah dikira bencong melambai-lambai.

Mudah-mudahan awal bulan udah beres. Walaupun kayaknya belum. Biar pas pulkam bisa langsung ambil bibit maupun benih-benih sayuran. Jadi gak sabar pulang kampung. Biar gak ada lagi polybag maupun pot bunga salah gaul (pot bunga tumbuh sayuran), dan gak ada lagi hidroponik yang ribet.

Tuesday, March 15, 2016

Merapikan Halaman Minimalis Depan Rumah

with 0 Comment
Katanya, tampilan depan rumah mencerminkan karakter tuan rumah. Tampilan fisik mencerminkan tampilan jiwa. Tapi jangan percaya dulu. Bisa jadi itu hanya bualan para Filsuf Yunani Kuno maho jadul yang kerjaanya emang bikin perkara. Hobinya mempertanyakan segala sesuatu, yang belum tentu dapat jawabannya. Mereka sendiri yang penasaran, tapi malah orang jaman sekarang yang disuruh mikir.

Yang bener itu, jangan hakimi orang hanya dari tampilan luarnya. Berarti boleh hakimi orang kalau udah tau dalemannya. Ini juga jangan dipercaya. Kalau mau jadi hakim, kuliah jurusan hukum dulu. Iki ngomongke opo..

Merapikan Halaman Minimalis Depan Rumah
Pohon belimbing gondrong
Jadi ceritanya, aku punya pohon belimbing di depan rumah, buahnya banyak. Dalam foto di atas gak begitu kelihatan, karena sekilas buahnya nampak seperti daun. Tapi kalau di zoom mungkin akan kelihatan. Bahkan buah yang rontok berceceran di tanah juga banyak. Gak pernah kupetik, karena gak begitu suka. Juga karena gak sempet, jarang pulang ke rumah yang ini. Maklum, rumahku banyak, ha ha..

Tapi yang jadi masalah, pohon belimbing ini daunnya juga super banyak. Nah daun-daun yang banyaknya gak ketulungan itu, sukanya bikin kotor halaman. Bukan hanya halaman rumah sendiri, tapi juga halaman tetangga. Kan gak enak jadinya.

#FLashback

Pohon belimbing ini sekitar 2 tahun lalu (tinggi sekitar 3 meter) pernah kutebang habis, sampai rata tanah. Alasan yang sama, karena bikin kotor.

Ternyata, beberapa waktu kemudian muncul pucuk-pucuk (tunas?) daun dari sisa-sisa akar pohon belimbing ini. Kukira ini pohon belimbing sakti, padahal udah kubabat habis, masih bisa hidup lagi. Sampai akhirnya bisa tumbuh seperti semula, sampai segede di foto ini (tinggi sekitar 4 meter). Coba kalau pohon belimbing ini gak bikin kotor, pasti gak akan kutebang.

Merapikan Halaman Minimalis Depan Rumah
Pohon belimbing mohawk
Masalahnya, disini (di Semarang) aku gak punya pisau, golok, pistol dan parang atau senjata tajam ukuran besar lainnya. Hanya punya gergaji tangan. Awalnya kupotong pangkal batang pohon (bagian bawah) pake gergaji, ternyata capek. Akhirnya (dengan bodohnya) kupotong dahannya satu per satu biar gak bikin sumpek. Tapi kupikir-pikir lagi, kan gak ngaruh, lagipula kelamaan kalau gini-gini aja. Ujungnya juga harus gergaji bagian bawah.

Besoknya lagi, aku niat mau beli parang, tapi gak dapet. Untungnya di salah satu toko bangunan di Tembalang (Semarang), ada cangkul. Kayaknya ide bagus matiin pohon belimbing seakar-akarnya. Biar gak bisa tumbuh lagi.

Dan berhasil, pohon belimbing itu habis kucabut seakar-akarnya. Kujamin gak akan bisa tumbuh lagi kecuali dapat mukjizat.

Namun setelah pohon belimbing itu berhasil kucabut, halaman depan rumah kelihatan sepi. Padahal halaman depan gak lebar-lebar amat (maklum rumah minimalis), tapi serasa kosong.

Merapikan Halaman Minimalis Depan Rumah
Material datang
Lalu mendadak kangen sama mbak-mbak yang jaga toko bangunan. Kuputuskan beli pasir dan beberapa bata merah untuk sedikit modifikasi halaman depan rumah. Setelah material datang, mendadak bingung mau ngapain.
ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending