Monday, October 12, 2015

Prospek Menanam Pohon Pete dibanding Pohon Sengon (Kayu-kayuan)

with 4 comments

Prospek Menanam Pohon Pete dibanding Pohon Sengon (Kayu-kayuan)
Desember 2014

Foto bibit pohon pete ini diambil di bulan yang sama saat bibit ditanam, yaitu pada bulan Desember 2014. Penanaman pertama cuma 2 bibit pete. Tujuan awalnya hanya iseng pengen menambah varietas pohon di kebunku. 

Tapi aku jadi kepikiran, gimana sebenarnya prospek menanam pohon pete (petai) jika dibandingkan dengan pohon sengon. Karena emang tampilannya sepintas mirip-mirip.

Entah masih ada hubungan family atau tidak antara pohon pete dan pohon sengon, selain bentuknya mirip, juga pertumbuhannya hampir sama. Bedanya, pohon sengon hanya bisa dipanen sekali tebang untuk diambil kayunya, lalu habis. Sedangkan pohon pete bisa dipanen buahnya (bijinya?) setiap tahun dan pohonnya masih. 

Kalau disuruh milih sekarang, aku jelas mendingan memilih menanam pohon pete, walaupun gak doyan makan pete (sama sekali). Tapi pertanyaannya, kenapa masih banyak petani yang memanfaatkan lahan kosong (non-produktif) dengan ditanami pohon kayu-kayuan semacam sengon?

Beberapa petani yang kutanya kenapa gak mau menanam pohon pete, semuanya mempunyai ketakutan dan keraguan jika (seandainya) ternyata pohon petenya tidak berbuah (berbiji?). Padahal kan tinggal perlakukan pohon pete itu layaknya pohon sengon, jual aja kayunya.

Karena memang di wilayah tempatku tinggal, sejak dulu gak bisa ditemui orang yang menanam pohon pete, kecuali aku (itupun masih anakan). Banyak mitos beredar, katanya tanah gak cocok, suhu gak cocok, pohon pete gak bisa hidup di sini, gak bisa berbuah, dll, dll. Semoga aku bisa mematahkan mitos itu dan menjadi orang pertama yang panen pete di daerahku. Ha ha..

Di samping itu, ternyata petani di daerahku gak suka menanam pohon pete karena :
  1. Harga bibit pohon pete lebih mahal. Sekitar 10-20rb per bibit. Sedangkan bibit sengon 500-1000 rupiah / bibit. Butuh modal 10-40 kali lipat lebih besar.
  2. Kerapatan (jarak antar pohon). Pohon sengon bisa ditanam dalam jarak 2 x 2 meter. Sedangkan pohon pete mungkin 5-10 meter. Menghabiskan banyak lahan, so what? Bawahnya bisa ditanam jahe.
Tapi bagi para petani di daerahku, hanya dengan dua alasan itu aja udah cukup masuk akal (diluar mitos). Hitung aja modal yang dibutuhkan untuk menanam bibit pete di tanah satu hektar, kan ngelu jugak. 

Yaudah terserah, hidup itu pilihan. Kalau aku sendiri lebih memilih menanam pohon pete. Walaupun saat ini juga aku masih punya banyak pohon sengon yang besar-besar, tapi rencananya nanti setelah tebang-jual, akan kuganti dengan pohon pete dan pohon duren atau apapun yang lain, asal bukan sengon. Ha ha.. Karena memang ada perasaan sedikit menyesal, kenapa aku menanam sengon, kenapa gak menanam pete dari dulu..

Prospek Menanam Pohon Pete dibanding Pohon Sengon (Kayu-kayuan)
September 2015

Pohon pete ini adalah pohon yang sama (dengan pohon pete di awal postingan), tetapi diambil dari angle (sisi) yang berlawanan. Foto diambil pada bulan September 2015. Melihat perkembangannya yang lumayan pesat, maka dari itu sekitar dua bulan yang lalu (Juli 2015) kutanam bibit pohon pete sebanyak dua bibit lagi untuk menyulam (mengganti) pohon sengon.

Jadi total pohon pete sekarang (September 2015) ada 4 pohon.

4 comments:

  1. Bosku gmn sekarang petainy
    Share dong !.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Belum ada tanda2 berbunga, Gan. Tapi udah lumayan gede pohonnya.

      Delete
  2. Pohon pete lebih unggul daripada pohon sengon kedepannya

    ReplyDelete

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending