Monday, October 12, 2015

Persiapan Media Tanam Jahe dalam Pagar

with 0 Comment
  Media Tanam Jahe dalam Pagar

Inilah media tanam jahe yang sedang kupersiapkan. Sengaja menggunakan pagar bambu (gedek), tidak dihamparkan begitu saja.  Bukan cara terbaik, tapi ini hanya caraku menanam jahe. Kelebihannya menggunakan cara ini dibandingkan dengan bedengan atau hamparan adalah sebagai berikut:

Aman dari kaki manusia
Kebunku lumayan jauh dari pemukiman. Di area sekitar kebunku masih banyak orang mencari rumput untuk ternaknya ataupun pencari kayu bakar untuk memasak. Masih ada sebagian orang yang hidup secara tradisional. Ada kompor gas (atau kompor listrik) di rumah pun kadang masih lebih memilih kayu bakar, bisa sekaligus menghangatkan badan. Mungkin karena suhu yang dingin di wonosobo, jadi mereka lebih suka bercengkerama (dengan keluarga) di dapur dekat perapian.

Banyak juga anak-anak remaja pemburu buah-buahan beraksi, alias ndelong di area kebunku dan sekitarnya. Namanya juga ABG labil pecinta gratisan. Entah ada apa dengan mental mereka yang hobi mengambil hak orang lain. Yang aneh adalah, mereka susah dikasih tau, malah justru bangga dengan kejahilan mereka itu.

Persiapan Media Tanam Jahe dalam Pagar

Kembali ke soal media tanam jahe dalam pagar gedhek. Dengan dipagarin begini, orang-orang akan segan menginjak-injak tanaman jahe. 

FYI (for your information - sebagai informasi), jahe akan otomatis rontok menggugurkan daun saat pasokan air berkurang, biasanya terjadi pada awal musim kemarau. Dan jika tanaman jahe udah rontok, kadang orang gak tau kalau di dalam tanah ada rimpang tanaman jahe. Karena hanya terlihat seperti tanah kosong, jadi sering dianggap bebas untuk diinjak-injak, untuk lewat sana-sini, lari-larian seperti anak kesurupan, dsb. Dengan dipagarin gedhek seperti ini, tanpa dikasih tau juga orang akan mikir bahwa pasti di dalam kotak ini ada harta terpendam, gak boleh diinjak-injak. 

Karena jika sampai jahe di dalam tanah keinjak-injak, resikonya jahe akan patah, atau mungkin hanya lecet. Tapi itu cukup bisa mengakibatkan jahe busuk ketika terkena air hujan, atau justru kering rimpang karena panasnya sinar matahari. Intinya pertumbuhan jahe jadi terhambat.

Mudah dalam perawatan
Perawatan di sini adalah mengenai penyiangan gulma (matun rumput), pemupukan, dan pembubunan (penimbunan) tanah. Karena terfokus di kotak, maka penyiangan gulma bisa kebih mudah. Rumput-rumput penganggu di luar kotak bisa disemprot gramason atau roundup (obat pembasmi rumput) tanpa membahayakan tanaman jahe di dalam pagar. 

Pemupukan dan penimbunan tanah juga akan terfokus, gak akan bubar hanyut terbawa air. Lebih merata dan gak mudah berguguran. Beda halnya dengan sistem bedengan, seringkali ditimbun tanah hari ini, besoknya jahe udah nongol lagi di permukaan karena terkena derasnya hujan. Mau ditimbun terlalu tebal ntar kasihan jahenya susah nafas, matahari gak bisa masuk (fotosintesis) sehingga pertumbuhan juga gak maksimal. 

Media Tanam Jahe dalam Pagar

Mudah dalam pemanenan
Pemanenan sistem bedengan menggunakan garpu patkai dengan resiko jahe tertusuk. Kalau dipagar begini cukup pakai tangan kosong, lebih aman.

Intinya, pagar bambu ini adalah analogi dari polybag/karung, tapi dengan ukuran yang jauh lebih besar. Jika dilihat dari sisi biaya awal memang lebih tinggi daripada sistem bedengan. Namun jauh lebih murah jika dibandingkan sistem polybag/karung. Jika dirinci secara total dari sisi perawatan dan dari hasil panen, sistem pagar lebih unggul dibanding sistem bedeng. Kalau dibanding sistem polybag belum ngitung.

Bagaimana jika punya lahan satu hektar, masak iya mau dibikin pagar semua? Ya gak usah lah, siapa yang maksa. Ini hanya alternatif pengganti karung/polybag. Karena sistem polybag itu jauh lebih ribet dan lebih mahal pula. Bayangkan mengisi 1000 polybag dengan tanah satu per satu, capek. Apalagi pakai karung, udah capek, tangan bisa lecet-lecet

Jika Agan nekad menanam jahe dalam karung, coba buktikan dua bulan pertama, pasti karung udah pada hancur sobek-sobek karena terpapar panas dan hujan tiap hari.

Itulah kenapa yang jadi perbandingan di sini adalah sistem pagar dan sistem bedeng. Jika dibandingkan dengan sistem polybag semakin gak nyambung. Masak iya satu hektar mau dibikin polybag semua?

0 comments:

Post a Comment

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending