Monday, October 12, 2015

Budidaya dan Pembesaran Bebek Petelur

with 1 comment

Bebek kalung hampir siap jadi indukan

Siapa yang gak hepi, jika bisa bebas makan daging bebek setiap hari. Disaat bebek goreng (bahkan) di kaki lima harganya gila-gilaan. Siapa yang gak hepi, bisa bebas makan telur bebek setiap hari, di saat harga telur bebek di toko semakin asin.

Bebek Pedaging

Membesarkan anakan bebek 1 box aja (DOD 100 ekor), udah bisa menjamin kebutuhan gizi sehari-hari. Agar bebek itu siap konsumsi butuh waktu gak nyampe dua bulan. Pertumbuhannya sangat pesat, hampir mirip ayam broiler. Biaya operasional pun masih sangat tejangkau, karena ukuran bebek juga masih kecil lucu-lucu, kebutuhan pakannya masih sedikit.

Setelah 40 hari, beberapa ekor bebek biasanya udah bisa dijadikan barbekyu. Dan mulai saat itu, kita bisa makan bebek panggang setiap hari. Ha ha..
 
Bebek Petelur
Agar bebek mencapai status indukan (siap bertelur) butuh waktu agak lama, bisa nyampe 6-8 bulan, bahkan setahun (tergantung kualitas bebek). Perjuangannya cukup berat untuk ngasih makan bebek-bebek itu, karena ukurannya udah besar-besar, kebutuhan pakan pun melonjak.

Tapi saat statusnya udah menjadi bebek petelur, masa produktifnya juga sebanding. Tiap hari bisa bertelur sepanjang dua tahun. Keren sekali kan bebek-bebek ini.

Nah mulai saat itu, baru kita bisa goreng telur bebek setiap hari. He he..


Background Story,

Adalah Arip, kawanku si manusia bebek. Dia udah sangat expert dalam dunia perbebekan. Sejak kecil dia udah hobi miara bebek. Abis lulus SMA dia bekerja di pabrik kayu beberapa tahun. Lalu dia ganti profesi menjadi pegawai Indomaret.

Setelah 2 tahun bekerja di indomaret, jiwa bebeknya muncul lagi. Dia habiskan seluruh tabungannya untuk memulai bisnis budidaya bebek. Dia bikin kandang bebek lumayan besar, dibawahnya dibikin kolam ikan. Dia beli inkubator dan kandang kecil-kecil untuk miara DOD (bebek baru menetas - Day One Duck - Day Old Duck). Gak tanggung-tanggung, dia pun keluar dari Indomaret dan memilih fokus dalam dunia bebek (dan perikanan) sampai sekarang.

Awalnya aku ketemu si Arip ini dia lagi naik motor membawa beberapa ekor bebek menggunakan karung, katanya mau setor ke Pak Slamet, salah satu pedagang bebek goreng ternama di Wonosobo. Dia mengajakku tanam modal di bisnis bebeknya. Tanpa pikir panjang langsung ku-iya-kan. Lagipula siapa yang gak suka daging bebek. He he.. Besoknya kita langsung memesan 2 box DOD, dan beberapa ratus butir telur bebek untuk ditetaskan. Semoga bisa berkembang.

 
Lokasi kandang jauh dari pemukiman penduduk, tujuannya biar gak mengganggu warga, karena bebek adalah binatang berisik. Tapi bebek ini gak berbau, karena semuanya organik.

Jadi lebih tepatnya.. lokasi kandang jauh dari pemukiman penduduk biar gak diganggu warga. Biar gak banyak orang datang untuk menonton bebek akrobat (dikiranya sirkus), karena bebek gampang stress. Kalau udah stress nanti gak mau bertelur.

Intinya lokasi kandang jauh dari pemukiman bertujuan agar bebek-bebek bisa hidup hepi.
 
Di samping itu, bebek juga gampang kena serangan jantung. Mereka punya jantung lemah (terutama ketika masih dalam masa pertumbuhan). Bahkan jika terlalu capek lari-larian pun bisa langsung mati mendadak, kasian.

Iya, kalau kecapekan, badan memanas, jantungnya suka eror saat memompa darah. Lalu wasalam.

Disclaimer :
Hal-hal yang kupelajari dari bisnis bebek ini : Banyak pengepul bebek yang bedebah. Mereka hobi menekan harga di level petani (dengan alibi harga pasar) tapi menjual lagi kepada konsumen (di pasar juga) dengan harga super tinggi.

Bisnis bebek paling prospek adalah ketika kita bisa menjual bebek langsung kepada konsumen, tidak melewati pengepul.

Sayangnya konsumen gak mungkin membeli bebek dalam jumlah besar, sedangkan pengepul bisa.

Maka yang paling ideal bagi pengusaha bebek adalah saat dia punya peternakan sekaligus punya restoran / warung makan sendiri. Gak perlu nyari pasar saat dia bisa bikin pasar sendiri.

Di luar semua itu, paling enak adalah miara bebek untuk konsumsi pribadi, ha ha..

1 comment:

ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending