Monday, October 12, 2015

I am a Farmer and Farming is FUN !!

with 0 Comment

Urban Farming
Persiapan mau ditanam cabe rawit

Urban Farming
Udah kek taman
Bertani (berkebun) adalah pekerjaan yang melelahkan. Tapi anehnya, walaupun badan capek pegel-pegel, semua terasa menyenangkan. Jauh dari stress, sama sekali gak ada tekanan. Happy forever lah. Bahkan saking senengnya, bisa bikin lupa waktu, lupa diri dan lupa daratan. Entah kenapa bisa begitu.

Yang paling gak kusukai dari kebunku ini adalah serangan nyamuk. Bukan nyamuk berbahaya, hanya nyamuk kebun. Tapi cukup mengganggu. Untungnya nyamuk hanya datang kalau udah di atas jam 5 sore, itupun kalau suasana mendung. Jadi bisa dibilang jarang-jarang ketemu. Konon nyamuk emang menyukai suasana gelap. Entah ilmiah atau enggak. Tapi jika berasa ada nyamuk yang mulai menggigit, biasanya aku langsung pulang, atau meluncur ke kolam ikanku yang bebas nyamuk.

Bisnis Persemaian Bibit Cabai Rawit

with 0 Comment

Menyemai bibit cabai rawit sebegini panjangnya bukan untuk ditanam sendiri, tapi untuk dijual per meter. Satu meter harganya 50k, ada juga yang 40k kalau kerapatan bibit cabenya agak nganu.

Waktu untuk menyemai cabe memang paling bagus saat musim hujan. Jadi gak perlu nyiram tiap hari, yang penting pada waktu malam ditutup plastik (atau paranet) untuk melindungi bibit cabe. Kasian masih kecil ntar masuk angin kena hujan malam.

Bisnis Persemaian Bibit Cabai Rawit
Salasun lagi ngasih minum anak-anaknya

Adalah Salasun, kawanku yang bertanggung jawab untuk menyirami lahan persemaian cabai saat hujan tak kunjung datang. Kadang suka gak enak sendiri jika persediaan air di kebun habis dan hujan gak turun berhari-hari. Kawanku ini harus membawa air dari rumahnya pake jerigen-jerigen besar itu. 

Makanya, jika ingin membuat persemaian (tanaman apapun) memang lebih baik dilakukan saat musim hujan. Kecuali lokasi persemaian dekat dengan sumber air. 

Masalahnya, masing-masing petani di daerahku mempunyai waktu tanam berbeda-beda. Mereka udah kek broker forex (pialang saham) yang setiap waktu harus tau update harga pasar. Mereka selalu memantau perkembangan jaman, agar bisa menentukan musim tanam.  

Semua orang tau kalau fluktuasi harga cabai di pasar emang suka gak jelas polanya. Jangan sampai udah habis modal banyak, malah harga anjlok tepat di musim panen. Bisa gila mendadak, karena untuk menjadi petani cabai membutuhkan modal yang relatif besar (sangat besar malah).

Persiapan Media Tanam Jahe dalam Pagar

with 0 Comment
  Media Tanam Jahe dalam Pagar

Inilah media tanam jahe yang sedang kupersiapkan. Sengaja menggunakan pagar bambu (gedek), tidak dihamparkan begitu saja.  Bukan cara terbaik, tapi ini hanya caraku menanam jahe. Kelebihannya menggunakan cara ini dibandingkan dengan bedengan atau hamparan adalah sebagai berikut:

Aman dari kaki manusia
Kebunku lumayan jauh dari pemukiman. Di area sekitar kebunku masih banyak orang mencari rumput untuk ternaknya ataupun pencari kayu bakar untuk memasak. Masih ada sebagian orang yang hidup secara tradisional. Ada kompor gas (atau kompor listrik) di rumah pun kadang masih lebih memilih kayu bakar, bisa sekaligus menghangatkan badan. Mungkin karena suhu yang dingin di wonosobo, jadi mereka lebih suka bercengkerama (dengan keluarga) di dapur dekat perapian.

Banyak juga anak-anak remaja pemburu buah-buahan beraksi, alias ndelong di area kebunku dan sekitarnya. Namanya juga ABG labil pecinta gratisan. Entah ada apa dengan mental mereka yang hobi mengambil hak orang lain. Yang aneh adalah, mereka susah dikasih tau, malah justru bangga dengan kejahilan mereka itu.

Persiapan Media Tanam Jahe dalam Pagar

Kembali ke soal media tanam jahe dalam pagar gedhek. Dengan dipagarin begini, orang-orang akan segan menginjak-injak tanaman jahe. 

FYI (for your information - sebagai informasi), jahe akan otomatis rontok menggugurkan daun saat pasokan air berkurang, biasanya terjadi pada awal musim kemarau. Dan jika tanaman jahe udah rontok, kadang orang gak tau kalau di dalam tanah ada rimpang tanaman jahe. Karena hanya terlihat seperti tanah kosong, jadi sering dianggap bebas untuk diinjak-injak, untuk lewat sana-sini, lari-larian seperti anak kesurupan, dsb. Dengan dipagarin gedhek seperti ini, tanpa dikasih tau juga orang akan mikir bahwa pasti di dalam kotak ini ada harta terpendam, gak boleh diinjak-injak. 

Karena jika sampai jahe di dalam tanah keinjak-injak, resikonya jahe akan patah, atau mungkin hanya lecet. Tapi itu cukup bisa mengakibatkan jahe busuk ketika terkena air hujan, atau justru kering rimpang karena panasnya sinar matahari. Intinya pertumbuhan jahe jadi terhambat.

Mudah dalam perawatan
Perawatan di sini adalah mengenai penyiangan gulma (matun rumput), pemupukan, dan pembubunan (penimbunan) tanah. Karena terfokus di kotak, maka penyiangan gulma bisa kebih mudah. Rumput-rumput penganggu di luar kotak bisa disemprot gramason atau roundup (obat pembasmi rumput) tanpa membahayakan tanaman jahe di dalam pagar. 

Pemupukan dan penimbunan tanah juga akan terfokus, gak akan bubar hanyut terbawa air. Lebih merata dan gak mudah berguguran. Beda halnya dengan sistem bedengan, seringkali ditimbun tanah hari ini, besoknya jahe udah nongol lagi di permukaan karena terkena derasnya hujan. Mau ditimbun terlalu tebal ntar kasihan jahenya susah nafas, matahari gak bisa masuk (fotosintesis) sehingga pertumbuhan juga gak maksimal. 

Media Tanam Jahe dalam Pagar

Mudah dalam pemanenan
Pemanenan sistem bedengan menggunakan garpu patkai dengan resiko jahe tertusuk. Kalau dipagar begini cukup pakai tangan kosong, lebih aman.

Intinya, pagar bambu ini adalah analogi dari polybag/karung, tapi dengan ukuran yang jauh lebih besar. Jika dilihat dari sisi biaya awal memang lebih tinggi daripada sistem bedengan. Namun jauh lebih murah jika dibandingkan sistem polybag/karung. Jika dirinci secara total dari sisi perawatan dan dari hasil panen, sistem pagar lebih unggul dibanding sistem bedeng. Kalau dibanding sistem polybag belum ngitung.

Bagaimana jika punya lahan satu hektar, masak iya mau dibikin pagar semua? Ya gak usah lah, siapa yang maksa. Ini hanya alternatif pengganti karung/polybag. Karena sistem polybag itu jauh lebih ribet dan lebih mahal pula. Bayangkan mengisi 1000 polybag dengan tanah satu per satu, capek. Apalagi pakai karung, udah capek, tangan bisa lecet-lecet

Jika Agan nekad menanam jahe dalam karung, coba buktikan dua bulan pertama, pasti karung udah pada hancur sobek-sobek karena terpapar panas dan hujan tiap hari.

Itulah kenapa yang jadi perbandingan di sini adalah sistem pagar dan sistem bedeng. Jika dibandingkan dengan sistem polybag semakin gak nyambung. Masak iya satu hektar mau dibikin polybag semua?

Pohon Jambu Biji Merah dari Sukorejo

with 0 Comment
foto Pohon Jambu Biji Merah Sukorejo
Buah Jambu Biji Merah

Ini adalah salah satu pohon jambu biji yang ada di kebunku di Wonosobo. Bijinya berwarna merah. Lebih renyah dan lebih enak daripada buah jambu yang bijinya berwarna putih. Dibawain kawanku Jonet dari Sukorejo, Kendal. 

Mudah-mudahan pohon Jambu ini gak mati di tengah jalan. Foto ini diambil sekitar 5 bulan setelah ditanam. Ternyata perkembangannya luar biasa. Baru 5 bulan ditanam buahnya udah merajalela. 

Foto Pohon Jambu Biji Merah Sukorejo
Jambu Close Up

Adalah Si Parman dan Si Oren, kawanku yang standby mengatur operasional kebun ini, karena rumahnya yang paling dekat kebun. Katanya, buah pohon jambu ini sudah sering dirontok sama ABG-ABG labil para pemburu buah di kawasan situ. Tapi buahnya masih tetep banyak.

Saat ini hanya ada 2 pohon jambu di kebun. Belum ada rencana untuk memperbanyak. Walaupun katanya bisnis jambu sangat menggiurkan. Panen berlimpah dan masa panen bisa 2x per minggu. Artinya, saldo rekening kita harusnya bisa nambah seminggu dua kali kalau mau menekuni bisnis jambu ini. 

Tapi sayang, menurut info dari petani jambu di Sukorejo, panen memang berlimpah, tapi perawatannya gak main-main, alias bikin ngelu (pusing). 

Foto Pohon Jambu Biji Merah Sukorejo
Buah nyampe ke bawah-bawah

Untuk standard jambu biji yang dijual di pasaran, syaratnya harus bersih dan mulus, bebas ulat atau binatang lain. Intinya harus enak dipandang mata agar bisa diambil pengepul. Untuk memenuhi kriteria itu, caranya yaitu dengan membungkus satu per satu buah jambu sejak masih kecil-kecil (anakan) menggunakan kantong plastik. Padahal satu pohon bisa berisi ratusan buah jambu. Kan capek, kasian tukang bungkusnya. Gimana cara mbungkusin anakan jambu satu demi satu. Baru dibayangin aja udah ngelu. 

Prospek Menanam Pohon Pete dibanding Pohon Sengon (Kayu-kayuan)

with 0 Comment

Prospek Menanam Pohon Pete dibanding Pohon Sengon (Kayu-kayuan)
Desember 2014

Foto bibit pohon pete ini diambil di bulan yang sama saat bibit ditanam, yaitu pada bulan Desember 2014. Penanaman pertama cuma 2 bibit pete. Tujuan awalnya hanya iseng pengen menambah varietas pohon di kebunku. 

Tapi aku jadi kepikiran, gimana sebenarnya prospek menanam pohon pete (petai) jika dibandingkan dengan pohon sengon. Karena emang tampilannya sepintas mirip-mirip.

Entah masih ada hubungan family atau tidak antara pohon pete dan pohon sengon, selain bentuknya mirip, juga pertumbuhannya hampir sama. Bedanya, pohon sengon hanya bisa dipanen sekali tebang untuk diambil kayunya, lalu habis. Sedangkan pohon pete bisa dipanen buahnya (bijinya?) setiap tahun dan pohonnya masih. 

Kalau disuruh milih sekarang, aku jelas mendingan memilih menanam pohon pete, walaupun gak doyan makan pete (sama sekali). Tapi pertanyaannya, kenapa masih banyak petani yang memanfaatkan lahan kosong (non-produktif) dengan ditanami pohon kayu-kayuan semacam sengon?

Beberapa petani yang kutanya kenapa gak mau menanam pohon pete, semuanya mempunyai ketakutan dan keraguan jika (seandainya) ternyata pohon petenya tidak berbuah (berbiji?). Padahal kan tinggal perlakukan pohon pete itu layaknya pohon sengon, jual aja kayunya.

Karena memang di wilayah tempatku tinggal, sejak dulu gak bisa ditemui orang yang menanam pohon pete, kecuali aku (itupun masih anakan). Banyak mitos beredar, katanya tanah gak cocok, suhu gak cocok, pohon pete gak bisa hidup di sini, gak bisa berbuah, dll, dll. Semoga aku bisa mematahkan mitos itu dan menjadi orang pertama yang panen pete di daerahku. Ha ha..

Di samping itu, ternyata petani di daerahku gak suka menanam pohon pete karena :
  1. Harga bibit pohon pete lebih mahal. Sekitar 10-20rb per bibit. Sedangkan bibit sengon 500-1000 rupiah / bibit. Butuh modal 10-40 kali lipat lebih besar.
  2. Kerapatan (jarak antar pohon). Pohon sengon bisa ditanam dalam jarak 2 x 2 meter. Sedangkan pohon pete mungkin 5-10 meter. Menghabiskan banyak lahan, so what? Bawahnya bisa ditanam jahe.
Tapi bagi para petani di daerahku, hanya dengan dua alasan itu aja udah cukup masuk akal (diluar mitos). Hitung aja modal yang dibutuhkan untuk menanam bibit pete di tanah satu hektar, kan ngelu jugak. 

Yaudah terserah, hidup itu pilihan. Kalau aku sendiri lebih memilih menanam pohon pete. Walaupun saat ini juga aku masih punya banyak pohon sengon yang besar-besar, tapi rencananya nanti setelah tebang-jual, akan kuganti dengan pohon pete dan pohon duren atau apapun yang lain, asal bukan sengon. Ha ha.. Karena memang ada perasaan sedikit menyesal, kenapa aku menanam sengon, kenapa gak menanam pete dari dulu..

Prospek Menanam Pohon Pete dibanding Pohon Sengon (Kayu-kayuan)
September 2015

Pohon pete ini adalah pohon yang sama (dengan pohon pete di awal postingan), tetapi diambil dari angle (sisi) yang berlawanan. Foto diambil pada bulan September 2015. Melihat perkembangannya yang lumayan pesat, maka dari itu sekitar dua bulan yang lalu (Juli 2015) kutanam bibit pohon pete sebanyak dua bibit lagi untuk menyulam (mengganti) pohon sengon.

Jadi total pohon pete sekarang (September 2015) ada 4 pohon.

Bibit Duren Kaki Tiga yang Misterius

with 0 Comment
Bibit Duren Kaki Tiga
Bibit Duren Kaki Tiga
Ini adalah bibit duren kaki tiga. Dibawain beberapa bibit oleh kawanku dari purbolinggo, si Katul nama panggilannya, Aris nama aslinya. Untuk percobaan katanya, kalau bagus bisa dikembangkan lagi nantinya. Karena sampai saat ini masih banyak perdebatan soal bibit duren kaki tiga ini. Apa bener bisa lebih unggul daripada bibit duren yang lain, atau tidak. Harapannya bisa jadi investasi di masa datang. Mudah-mudahan gak mati di tengah jalan. 

Foto ini diambil sekitar 3 bulan setelah ditanam. Entah bagaimana caranya bibit duren kaki tiga ini distek. Menurut informasi yang masih belum jelas kepastiannya, kaki tiga ini merupakan gabungan dari 3 spesies duren yang berbeda, tapi kadang sama juga. Asal tiga-tiganya bagus, satu spesies pun gak masalah. Tergantung stok aja katanya. Apapun itu, biarkan mereka berdebat dan biarkan aku yang memetik hasilnya. Ha ha..

Budidaya dan Pembesaran Bebek Petelur

with 1 comment

Bebek kalung hampir siap jadi indukan

Siapa yang gak hepi, jika bisa bebas makan daging bebek setiap hari. Disaat bebek goreng (bahkan) di kaki lima harganya gila-gilaan. Siapa yang gak hepi, bisa bebas makan telur bebek setiap hari, di saat harga telur bebek di toko semakin asin.

Bebek Pedaging

Membesarkan anakan bebek 1 box aja (DOD 100 ekor), udah bisa menjamin kebutuhan gizi sehari-hari. Agar bebek itu siap konsumsi butuh waktu gak nyampe dua bulan. Pertumbuhannya sangat pesat, hampir mirip ayam broiler. Biaya operasional pun masih sangat tejangkau, karena ukuran bebek juga masih kecil lucu-lucu, kebutuhan pakannya masih sedikit.

Setelah 40 hari, beberapa ekor bebek biasanya udah bisa dijadikan barbekyu. Dan mulai saat itu, kita bisa makan bebek panggang setiap hari. Ha ha..
 
Bebek Petelur
Agar bebek mencapai status indukan (siap bertelur) butuh waktu agak lama, bisa nyampe 6-8 bulan, bahkan setahun (tergantung kualitas bebek). Perjuangannya cukup berat untuk ngasih makan bebek-bebek itu, karena ukurannya udah besar-besar, kebutuhan pakan pun melonjak.

Tapi saat statusnya udah menjadi bebek petelur, masa produktifnya juga sebanding. Tiap hari bisa bertelur sepanjang dua tahun. Keren sekali kan bebek-bebek ini.

Nah mulai saat itu, baru kita bisa goreng telur bebek setiap hari. He he..


Background Story,

Adalah Arip, kawanku si manusia bebek. Dia udah sangat expert dalam dunia perbebekan. Sejak kecil dia udah hobi miara bebek. Abis lulus SMA dia bekerja di pabrik kayu beberapa tahun. Lalu dia ganti profesi menjadi pegawai Indomaret.

Setelah 2 tahun bekerja di indomaret, jiwa bebeknya muncul lagi. Dia habiskan seluruh tabungannya untuk memulai bisnis budidaya bebek. Dia bikin kandang bebek lumayan besar, dibawahnya dibikin kolam ikan. Dia beli inkubator dan kandang kecil-kecil untuk miara DOD (bebek baru menetas - Day One Duck - Day Old Duck). Gak tanggung-tanggung, dia pun keluar dari Indomaret dan memilih fokus dalam dunia bebek (dan perikanan) sampai sekarang.

Awalnya aku ketemu si Arip ini dia lagi naik motor membawa beberapa ekor bebek menggunakan karung, katanya mau setor ke Pak Slamet, salah satu pedagang bebek goreng ternama di Wonosobo. Dia mengajakku tanam modal di bisnis bebeknya. Tanpa pikir panjang langsung ku-iya-kan. Lagipula siapa yang gak suka daging bebek. He he.. Besoknya kita langsung memesan 2 box DOD, dan beberapa ratus butir telur bebek untuk ditetaskan. Semoga bisa berkembang.

 
Lokasi kandang jauh dari pemukiman penduduk, tujuannya biar gak mengganggu warga, karena bebek adalah binatang berisik. Tapi bebek ini gak berbau, karena semuanya organik.

Jadi lebih tepatnya.. lokasi kandang jauh dari pemukiman penduduk biar gak diganggu warga. Biar gak banyak orang datang untuk menonton bebek akrobat (dikiranya sirkus), karena bebek gampang stress. Kalau udah stress nanti gak mau bertelur.

Intinya lokasi kandang jauh dari pemukiman bertujuan agar bebek-bebek bisa hidup hepi.
 
Di samping itu, bebek juga gampang kena serangan jantung. Mereka punya jantung lemah (terutama ketika masih dalam masa pertumbuhan). Bahkan jika terlalu capek lari-larian pun bisa langsung mati mendadak, kasian.

Iya, kalau kecapekan, badan memanas, jantungnya suka eror saat memompa darah. Lalu wasalam.

Disclaimer :
Hal-hal yang kupelajari dari bisnis bebek ini : Banyak pengepul bebek yang bedebah. Mereka hobi menekan harga di level petani (dengan alibi harga pasar) tapi menjual lagi kepada konsumen (di pasar juga) dengan harga super tinggi.

Bisnis bebek paling prospek adalah ketika kita bisa menjual bebek langsung kepada konsumen, tidak melewati pengepul.

Sayangnya konsumen gak mungkin membeli bebek dalam jumlah besar, sedangkan pengepul bisa.

Maka yang paling ideal bagi pengusaha bebek adalah saat dia punya peternakan sekaligus punya restoran / warung makan sendiri. Gak perlu nyari pasar saat dia bisa bikin pasar sendiri.

Di luar semua itu, paling enak adalah miara bebek untuk konsumsi pribadi, ha ha..

Menanam Daun Bawang di Polybag Depan Rumah

with 0 Comment
Menanam Daun Bawang di Polybag
Daun bawang di polybag depan rumahku

Lahan sempit gak akan jadi masalah. Gak akan menghalangi bagi orang yang hobi berkebun, sekalipun hidup di perumahan padat penduduk

Cara paling sederhana adalah dengan menanam sayuran di pot atau polybag. Jika yang lain punya koleksi tanaman bunga di halaman rumahnya, jangan iri. Cobalah menanam sayur, anti mainstream biar gaul.

Menanam daun bawang
Daun bawang adalah  tanaman sayur yang mudah hidup dan cocok ditanam dimana aja (atau tanaman lain seperti sawi, chai dan cabai juga bisa). Lumayan untuk masak atau sekedar untuk campuran mie instant atau goreng telur dadar. Apalagi untuk jenis manusia seperti saya, masak-masak sendiri. Sangat lumayan. Ha ha.

Asal punya bibit dan media tanam, semua beres. Bibit bisa diperoleh di warung (atau pasar) saat membeli sayur. Pastikan beli daun bawang yang masih ada akarnya. Tinggal tancap ke tanah gembur di sekitaran rumah.  

Kalau ane mending pakai pot atau polybag, botol mineral atau ember bekas, dsb, tujuannya biar lebih terkontrol.

Kalau kurang puas, atau sulit mendapat daun bawang yang masih ada akarnya, atau emang pengen menanam dalam jumlah yang lebih banyak, beli aja benih daun bawang kemasan sachet di toko pertanian. Harga termurah 10rb an, di Mall juga banyak. Bahkan pernah liat harga 8rb, ukuran sachet lebih kecil dari kemasan shampo sachetan (sa-setan?).


Persemaian
Caranya juga sederhana, sebar aja benih di tanah yang gembur. Kasih pupuk lebih bagus. Bisa pupuk organik, atau pupuk cair, di toko pertanian banyak, harga macam-macam, murah kok. Gak pake pupuk juga gak papa asal tanahnya bagus. 

Daun bawang adalah tanaman sayur yang bisa hidup dimana aja, tahan banting, anti hama, anti bacok, kebal peluru, dll. Perawatannya gampang, cuma disiram air secara teratur biar pertumbuhan bagus, kemudian lakukan penyiangan gulma (cabut rumput pengganggu) kalau sempat. Siram Pakai air teh lebih bagus lagi untuk penyubur, biar ada tambahan pasokan unsur hara. 

Panen
Yang paling menyenangkan, daun bawang adalah tanaman yang cepat panen. Dalam waktu 2 minggu tanaman daun bawang udah tumbuh berantakan. Pengalamanku punya 10 polybag tanaman daun bawang, umur seminggu udah kebingungan mau diapain, karena tiap hari siap dipanen dan gak abis-abis. 

Cara memanen daun bawang di kebun biasanya dengan dicabut seakar-akarnya. Tapi kalau menanam daun bawang rumahan begini cukup potong pake gunting atau pisau dapur di bagian pangkal batang 2-3 cm dari atas tanah. Jadi bisa tumbuh lagi, terus menerus nambah banyak sampe bosen. 

Sunday, October 11, 2015

Menanam Terong dalam Polybag di Belakang Rumah

with 0 Comment
Menanam Terong dalam Polybag

Menanam terong dalam polybag di halaman belakang rumah. Kubawa bibit terong dari kampung (Wonosobo). Suram sekali perkembangannya. Sementara terong di kampung udah panen berkali-kali, tapi terong ini setiap berbunga langsung rontok. Padahal bibit terong di kampung maupun yang di Semarang ini adalah bibit yang se-angkatan (satu semai-an).

Mimpi bisa bikin terong balado tiap hari pun lenyap, ha ha. Tapi maklum, selain tanah di sini sangat parah, juga susah cari pupuk. Toko pertanian jauhnya minta ampun. Toko bunga yang jualan pupuk di depan itu mahalnya.. dikira aku anak pejabat mau nanem anggrek langka.


Saturday, October 10, 2015

Riwayat Horor Dibalik Motor Suzuki Satria Hiu Dua Tak

with 0 Comment

Suzuki Satria Hiu 2 Tak
Sadya tepar
Date taken:
19 March 2009
Location:
Teluk Awur, Jepara

Motor Suzuki Satria Hiu ini dibeliin orang tuaku saat aku masih SMA kelas dua dan bertahan sampai aku lulus kuliah. Awet, enak dipake. Dan yang paling menarik, sangat irit bahan bakar. Banyak mitos beredar bahwa motor dua tak adalah motor yang boros bensin maupun oli samping. Nyatanya, itu gak berlaku untuk motor ini. 

Banyak kawanku gak percaya. Sampai beberapa kali aku test keluar kota, semacam touring dengan kawan-kawanku, mereka mengendarai berbagai macam merk motor. Kuras tank lalu diisi dengan kuantitas bahan bakar yang sama. Buktinya mereka mampir pom bensin lebih duluan dibanding aku. Motor ini memang bukan yang terakhir mampir Pom, tapi masih belakangan, lupa urutan pastinya. Entah apa sebabnya. Bisa jadi hal ini tidak berlaku secara umum untuk motor dua tak, tapi hanya "kebetulan" terjadi khusus motorku.

Mengenai oli samping, isi ulang 2 bulan sekali. Kadang-kadang sebulan sekali, tapi sangat jarang. Paling sering 2 bulan sekali. Super irit. FYI, Saat masih kuliah, motor ini kupakai pulang-pergi Semarang-Jepara tiap minggu, dan Semarang-Wonosobo tiap bulan. Itulah kenapa Motor Suzuki Satria Hiu ini bertahan sampai bertahun-tahun ditanganku. Sempat beralih ke motor Honda Tiger (di posting ini : Modifikasi Tiger Street Fighter), tapi hanya beberapa waktu, ujungnya balik lagi ke motor Hiu ini.

Konon motor Hiu ini hanya sekali produksi, jadi limited edition. Karena abis itu Suzuki sukses menerbitkan Satria F, Satria FU, dst. Satria Hiu ini jadi gak dapat perhatian.

Keanehan Motor Suzuki Satria Hiu dua Tak
 
Naik motor ini gak boleh pelan. Berasa kudu ngebut, karena emang kuenceng larinya. Jika ada yang nyalip kudu balas disalip. Kalau gak gitu berasa gagal punya motor 2 tak. Waktu SMA pernah dimodif sedikit, tapi gak ada dokumentasi. Dan sekarang udah gak tau gimana nasib motor ini. Terakhir ditebus orang Banjarnegara.


Sedikit cerita mengenai motor Satria Hiu..

Walaupun dulu motor ini dibeliin ortu, namun aku mendapatkannya gak secara cuma-cuma. Dimana aku harus memeras keringat membantu bisnis sampingan ortuku. Sejak aku SMP, ortuku punya bisnis sampingan ternak sapi. Ada beberapa ekor (8 atau berapa?) sapi semental (sapi pedaging yang gede-gede dan mahal itu). Sebenarnya aku hanya dikasih seekor anak sapi yang paling kecil untuk diurus. Ngasih makan, mandiin, bersihin kandang, dsb dsb. Ngenes banget nasibku. He he..


Tapi mungkin itu trik ortu, dimana-mana yang namanya ortu lebih berpengalaman dibanding anaknya. Yang awalnya ngurusin satu sapi, ujungnya ngurusin semuanya. Masak iya ada sapi lapar semua tapi yang dikasih makan hanya spesial satu sapi. Apalagi kandangnya jadi satu. Yang satu dimandiin yang lain iri. Yang satu kandangnya bersih yang lain berisik.

Tepatnya kelas dua SMP aku dikasih tanggung jawab seekor anak sapi itu. Rencananya kalau sapi ini udah gede, hasil penjualan untuk beliin aku motor. Ada orang yang dibayar ortuku bertugas nyari rumput untuk semua sapi, sesekali bersihin kandang juga. Tapi urusan yang lain, itu bagianku. Yang jadi persoalan, sapi semental ini gak hanya makan rumput, tetapi juga ada pakan tambahan yaitu ampas tahu (sisa-sisa olahan kedelai). Urusan ampas tahu ini juga menjadi tanggung jawabku.

Ini yang paling kuingat, setiap hari abis maghrib, aku harus pergi ke tempat penggilingan kedelai (di kampung sebelah - 3 km) untuk mengambil sekarung besar ampas tahu. Setiap hari, apapun yang terjadi. Gak peduli aku lagi main bareng kawan-kawanku, nongkrong di pinggir jalan, di alun-alun, dimanapun, aku harus pulang dulu dan meluncur ke tempat penggilingan kedelai menggunakan motor kakakku. Dan selanjutnya aku harus nyuci motor kakakku itu (karena kotor abis ngangkut ampas tahu), daripada dimarahin. Lalu baru ngasih menu spesial ampas tahu itu kepada para sapi tersayang. Dan semua kawanku pasti ketawa mendengar alasanku pulang. Ha ha..

Para sapi di kandang silih berganti. Jual yang besar, beli yang kecil. Saat anak sapiku udah gede dan dijual. Ternyata aku belum bisa mendapatkan motor impianku, entah apa sebabnya. Yang jelas, ortu pasti punya alasan yang bagus kenapa aku belum boleh mempunyai sepeda motor sendiri. Aku hanya diperbolehkan mengendarai motor dalam rangka mengambil ampas tahu sehari-hari dan jalan-jalan sesekali menggunakan motor kakakku itu.

Walaupun sapiku udah dijual, tapi tugasku ngurusin para sapi masih tetep berlanjut setiap harinya. Sering aku melakukan semacam unjuk rasa kepada ortu karena kecewa gak jadi dibeliin motor. Namun berlalu gitu aja. Namanya juga masih ABG labil, belum bisa menerima kenyataan. Ha ha..


Sampai aku kelas dua SMA, akhirnya aku baru dibeliin motor Satria Hiu ini. Waktu itu agak nyesel sebenarnya, karena sebulan kemudian Satria F keluar.

Modifikasi Tiger Street Fighter

with 0 Comment
Modifikasi Tiger Street Fighter
Motor ini dulu kubeli second hand dari orang Kaliwiro Wonosobo. Kawanku Anggit yang jadi perantara, kukira rumahnya yang paling dekat dengan owner motor ini, karena masih satu area. Tapi ternyata jarak rumah Anggit dan pemilik motor ini jauhnya minta ampun. Untuk menuju rumah pemilik motor, kek perjalanan jutaan tahun cahaya, gak nyampe-nyampe. Kondisi jalan juga bikin geleng-geleng kepala. Hampir-hampir kupikir udah keluar dari wilayah NKRI, butuh passport dan Visa untuk menuju kesana.

Saat perjalanan itu dalam hati kukira pasti kondisi motor Tiger yang mau kubeli ini udah hancur berantakan karena sering lewat jalanan ini. Segala macam tanjakan, turunan, tikungan dilewati. Dari jalan aspal hancur, jalan paving rusak, jalan tanah yang mirip sungai kering, jalanan batu berserakan dll dll, mungkin bisa bikin semua mur baut yang ada di sepeda motor lepas dengan sendirinya jika melewati jalanan ini.

Akupun mendadak kasihan dengan motor Satria Hiu yang saat itu kunaiki. Karena rasanya udah bukan seperti mengendarai Hiu, melainkan seperti naik kuda. Lompat-lompat gak jelas.

Untungnya motor Tiger yang mau kubeli kondisinya masih seperti baru. Standard pabrik dan masih mulus. Sering keluar kota pake mobil, motor ini gak pernah dipakai, kata pemiliknya sih begitu. Motor Tiger ini menjadi berantakan justru ketika berada di tanganku beberapa waktu kemudian. Seperti ini hasilnya :

Date Taken : 15 October 2012
Location : Kos-kosan Mr. Dragon Ball Semarang (Pak Dargono)

Spesifikasi : Swing arm banana (merk R-Pro), Monoshock (lupa merknya), spakbor Ninja, Velg ring 17 tapak lebar, footstep gantung belakang lupa merknya, footstep depan underbone lupa merknya, cakram belakang lupa juga, knalpot Nob1. Yang lain lupa semuanya.

Modifikasi Tiger Street Fighter

Modifikasi Tiger Street Fighter

Modifikasi Tiger Street Fighter

Modifikasi Tiger Street Fighter

Modifikasi Tiger Street Fighter

Pertengahan semester kuliah, saatnya berpisah dengan motor Tiger modifikasi street fighter ini. Disamping udah bosen, juga karena udah gak nyaman dikendarai. Sering main bengkel gara-gara masalah rem cakram belakang, bikin kantong tipis. Hobi masuk angin walaupun udah diganti set yang baru. Mending ganti motor sekalian.

Sebagai Freak Kaskuser di jaman masih kuliah, segala jual beli online kulakukan via kaskus, termasuk motor ini. Sebelumnya beberapa kali sukses besar jualan motor temen, laptop, berbagai macam HP, dan masih banyak lagi barang lain via kaskus juga.

Malam hari kupasang lapak motor Tiger ini di FJB Kaskus, pagi harinya langsung meluncur ke banyumas naik kereta api. Buyer a.n Chuck Norris (nama sebenarnya). Transaksi tanpa melihat barang, tanpa COD, tanpa tawar menawar, langsung transfer rekening. Bangun pagi langsung bawa motor ke stasiun and say goodbye. Mudah-mudahan buyer gak kecewa. Ini adalah rekor jualan motor tercepat sepanjang masaku, laku dalam semalam.

Bikin Dummy Blog Biar Cepat Kaya

with 0 Comment
dummy blog pasang adsense
Kage bunshin No Jutsu

DUMMY BLOG. Pake Jurusnya Naruto. Kage bunshin no jutsu, alias memperbanyak diri. Bikin dummy blog yang banyak sebagai amunisi untuk menghajar Google Adsense. Apa itu google adsense? Bisa dilihat dari iklan-iklan di kanan-kiri blog ini. Tapi tenang, Google Adsense (GA) adalah produk dari perusahaan raksasa Google, pengiklan terbaik di jagad Internet. Iklannya keren-keren dan relevan. Bukan iklan pop ads yang annoying itu (satu klik muncul 3 windows gak jelas), bukan iklan pembesar anu, bukan link direct nunggu 5 detik, bukan jenis iklan sampah seperti itu. Melainkan (sekali lagi) iklan-iklan dari google yang relevan tapi keren.

Kenapa kupasang iklan? Ya karena dari situlah blogger dapat duit. Bukan hanya stasiun TV aja yang bisa menghasilkan uang dari menayangkan iklan. Blogger juga bisa. Yang penting diterima dulu jadi publisher GA. Kebetulan saat ini aku punya 8 akun adsense. Ha ha ha. 

Menjadi publisher GA memang (bisa dibilang) impian semua blogger. Di saat kawan-kawan blogger yang lain mati-matian daftar Google Adsense tapi ditolak mulu, malah aku punya banyak. Yah karena emang gampang-gampang susah daftar GA. Gampang daftarnya, susah diterimanya.

DUMMY BLOG. Kenapa dummie blog? Karena saat ini aku mengelola puluhan blog, ini hanya salah satunya. Jadi update nya bergiliran. Harus pintar-pintar mengatur waktu. Kenapa punya banyak blog? Ya biar semakin banyak dapat gaji dari blogging. Namanya juga usaha. 

Sebenarnya punya satu blog aja udah cukup untuk merampok Google. Asalkan blog itu blog besar, punya jutaan visitor. Tapi berhubung aku hanya punya blog recehan, jadi untuk merampok Google, aku harus punya pasukan blog. Kira-kira begitu analoginya.

Selain ngeblog, aku juga punya puluhan Channel Youtube. Gak tau jumlah pastinya. Yang jelas ada puluhan channel. Dengan niche (tema) yang beda-beda juga. Ribet kan.
ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending