Friday, November 9, 2018

Perbedaan Ikan Tuna, Cakalang & Tongkol

with 0 Comment
Pertanyaan Aslinya :
Apa beda antara ikan tuna, cakalang dan ikan tongkol?

Jawaban ane :
Anggep aja sama, daripada nanti muncul banyak spesies ikan baru walaupun dengan bentuk sama persis cuma gara-gara beda sekian derajat kemiringan bentuk sirip. He he..

Biar para marine biologist mencari penemuan baru yang lain seperti karang anti bleaching, atau bulu babi untuk anti kanker, atau seaweed untuk bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi. Jangan hanya sebentar-sebentar menemukan spesies biota laut baru, padahal hanya kawin silang.

Saya pribadi heran dengan banyaknya spesies binatang. Misalnya semut, para scientis ternyata membagi ada 30.000 spesies semut yang ada di dunia. So what? Belum lagi masing-masing spesies mempunyai nama lokal yang berbeda-beda pula. Hmm.. kadang-kadang para ilmuwan benar-benar kurang kerjaan.

Baca Juga :


Disclaimer :
Postingan gak penting ini adalah pindahan dari forum sebelah. Copas dari sana pindah kesini. 

Entahlah.. punya banyak blog malah jarang terurus, tapi justru lagi ketagihan nulis jawaban-jawaban gak jelas di forum sebelah. Padahal pertanyaan-pertanyaan di sana juga gak bakalan ditanya di akhirat kelak.

Monday, November 5, 2018

Ahmadiyah BUKAN Islam

with 0 Comment
Pertanyaan dari user di forum sebelah :

Mengapa banyak umat Muslim yang mengatakan bahwa Ahmadiyyah bukanlah bagian dari Islam walaupun umat Ahmadiyyah sendiri mengatakan mereka masih orang Islam?

Jawaban ane di forum sebelah:

Saya kasih contoh 2 saja :
  • Ahmadiyah punya nabi sendiri, ini melanggar rukun islam (dan rukun iman)
  • Ahmadiyah punya kitab suci sendiri, juga melanggar rukun iman
Seandainya ahmadiyah mendirikan agama sendiri (tanpa label islam), maka dijamin muslim (yang sesungguhnya) tidak akan meributkan soal ahmadiyah. Mau muncul 100 nabi baru juga terserah, mau punya kitab suci perjanjian baru juga terserah. Untukmu agamamu, untukku agamaku.

Sayangnya ahmadiyah masih mengaku-ngaku Islam, masih ber-KTP islam, dan masih bisa berhaji di Mekah. Ini yang membuat umat muslim gerah.

Pasti di luar sana ada muslim penuntut ilmu (pemula) yang ingin mendalami islam justru nyasar mempelajari literatur ahmadiyah, kan kasihan.

Atau ada orang non-muslim lagi tertarik untuk belajar islam, tapi justru membaca kitab ahmadiyah. Alhasil, dalam prosesnya justru banyak menemukan kecacatan, ujungnya batal tertarik Islam. ini kan menyesatkan.



Contoh sedikit kecacatan ahmadiyah:

Jika dilihat dari sejarah, Nabi Musa diberikan mukjizat dari merubah tongkat menjadi ular , wabah belalang, wabah kodok, air berubah merah darah, dst, sampai puncaknya membelah laut. Ini karena pada jamannya ilmu sihir sedang merajalela.

Nabi Isa bisa menyembuhkan penyakit, mengembalikan penglihatan orang buta bahkan menghidupkan orang mati. Ini karena di jaman itu ilmu pengobatan sedang berkembang pesat.

Nabi Muhamad dengan mukjizat Al Qur’an, karena pada jamannya ilmu syair sedang booming.

Intinya, salah satu tujuan mukjizat adalah sebagai sarana untuk membantah kesombongan dan keingkaran manusia pada jamannya masing-masing.

Sekarang cek apa mukjizat nabi palsu Mirza Ghulam ahmad? ternyata ngikut Nabi Muhammad, yaitu Alquran (palsu). Semakin cacat lagi, bahasa wahyu yang diturunkan juga ngikut Nabi Muhammad, berbahasa arab. Dimana-mana bahasa wahyu diturunkan sesuai asal Nabi yang diangkat. Harusnya kitab suci ahmadiyah berbahasa hindi, atau urdu, atau apapun sesuai asal Mirza Ghulam Ahmad.

Jadi sama sekali tidak ada hak sedikitpun orang ahmadiyah mengaku-ngaku masih menjadi bagian dari Islam.

Beberapa jawaban ane lainnya di forum sebelah :

Sunday, November 4, 2018

Mengapa Syiah Kurang Diminati oleh kaum Sunni?

with 0 Comment
Pertanyaan Aslinya :

Mengapa Syiah, Wahabi, atau Muktazilah kurang diminati oleh kaum Sunni? Mengapa tidak mengambil sisi positifnya atau mempelajarinya dahulu sebelum menilai?

Jawaban Saya :


Tentang Syiah

Sunni hanya istilah untuk kaum yang mengamalkan Islam berdasarkan sunnah Nabi (petunjuk Nabi). Label sunni digunakan sebagai tandingan label syiah. Karena dua-duanya mengaku Islam, jadi untuk membedakan 2 golongan (yang sama sekali berbeda) ini, menjadi sunni dan syiah.

  • Muslim indonesia mayoritas sunni. Masalahnya, sisi negatif syiah udah kelewatan (atau keterlaluan) melanggar ajaran Nabi. Misal yang paling populer :
  • Nikah mut’ah (nikah kontrak). Anjuran menikah hanya beberapa bulan, beberapa hari, bahkan beberapa jam. Abis itu bebas untuk bercerai (sesuai kontrak). Semakin banyak melakukan nikah mut’ah, pahalanya semakin besar, derajat surga semakin tinggi. Muke gile..
  • Ritual menyiksa diri di karbala untuk memperingati hari kematian Husain. Ritual yang sangat mengerikan, btw.
  • Lebih ekstrim lagi, Syiah punya syahadat yang berbeda, punya alqur’an yang berbeda, punya kitab hadist yang berbeda, bahkan lafal adzan juga berbeda.
  • Syiah meng-kafirkan seluruh generasi sahabat Nabi, kecuali hanya beberapa orang saja (< 10 sahabat).
  • Syiah mempunyai aqidah taqiyah (berbohong). Terutama jika masih minoritas. Kaum syiah gak bakal mengakui dirinya syiah, tidak mau ngaku jika punya Qur’an sendiri, syahadat sendiri, dst. Berbohong demi keamanan. Kecuali kalau sudah punya kekuatan, baru berani terang-terangan
  • Syiah mempunyai misi untuk menguasai dunia.
  • Dan masih banyak lagi

Intinya, sunni dan syiah sampai kiamat gak bakalan akur.



Tentang Wahabi

Di Indonesia, Wahabi mempunyai konotasi yang sangat buruk. Dianggap Islam garis keras, dsb. Padahal wahabi bukan aliran, apalagi madzhab.

Muhammad bin Abdul Wahab (bermadzhab Hambali) dianggap sebagai pendiri Wahabi, padahal beliau adalah pendiri Kerajaan Saudi (bersama King Saud). Ulama dan Umara bekerjasama menyatukan Jazirah Arab yang dulunya masih terpecah belah gak jelas.

Walaupun Raja Saud dan Abdul Wahab mendirikan kerajaan Saudi, nyatanya Saudi bermadzhab Hambali sampai sekarang, bukan Wahabi.

Saya sendiri bingung kenapa Wahabi dibenci di Indonesia, apa hubungannya sama orang Indonesia, kok banyak sekali orang antipati. Bahkan kadang orang Indonesia yang cenderung bermadzab Hambali, dituduh Wahabi jugak.



Tentang Muktazilah

No komen lah, udah terlalu panjang.



P.S : 
 Kepanjangan Sunni = Alhu sunnah (wal jama'ah)

Saturday, November 3, 2018

Film The Nun (2018) : OVERRATED Padahal MEMBOSANKAN

with 0 Comment
Satu lagi film horor overrated, The Nun (2018). 

Jika dilihat dari postingan orang-orang di social media, seolah film ini adalah film yang seru dan spektakuler, padahal sangat datar dan membosankan sekali. Plot super lambat. Ceritanya terlalu sederhana, bahkan setelah 2/3 film ter-tonton, gak ada kejadian apa-apa

Emang social media gak bisa dipercaya. Gak ada review yang objektif. Semuanya cuma pamer. Dari pamer tiket bioskop, sampai pamer nobar.



Saya nonton film ini sendirian di rumah, jam 01.00 dini hari, suasana remang-remang. Takut enggak, kaget enggak, penasaran sama jalan cerita juga enggak.

Hampir semua trik klise film horor ada di sini. Ada suara aneh, dicari. Ada sekelebat penampakan, diikutin sampai jauh. Hantu muncul secara tiba-tiba. Suara sound yang mendadak kenceng berusaha ngagetin penonton. Hantu muncul di belakang, ditoleh gak ada. Sound menegangkan pas dibuka malah kucing, oke ini gak ada.

Satu-satunya kelebihan dari film ini adalah acting pemainnya, semua kelihatan natural. Juga setting tempat, udah bagus. Siap grak, berarti ada 2 kelebihan. Sisanya bener-bener serba gak worthy untuk ditonton.

Pemikiran random :
Bayangin kalau di Indonesia ada yang bikin film bergenre horor dengan judul The Ustadz (atau The Ustadzah), bersetting tempat di kompleks masjid atau pondok pesantren. Pasti bakalan rame. Hehe.. bukan rame orang ke bioskop, tapi rame orang demo.
ADMANDA. Powered by Blogger.

Connect With Me

Artikel Acak

Lagi Trending